Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Knalpot Mobil Cepat Berkarat, Bukan Cuma karena Jarang Dirawat
ilustrasi knalpot mobil (pixabay.com/Alexei_other)
  • Knalpot mudah berkarat karena sering terpapar panas, cipratan air, debu, kotoran jalan, serta kelembapan yang memicu oksidasi pada logam.
  • Uap air hasil pembakaran dapat mengembun di dalam knalpot, terutama saat mobil sering dipakai untuk perjalanan pendek sehingga kondensasi tidak sempat menguap.
  • Kotoran yang menahan kelembapan dan usia komponen mempercepat korosi; knalpot berlubang, keropos, atau bocor perlu diperiksa, sementara pembersihan rutin membantu memperlambat karat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Knalpot mobil bisa cepat berkarat karena sering kena air, hujan, debu, dan lumpur. Air juga bisa tinggal di dalam knalpot saat mobil cuma jalan dekat. Knalpot tua lebih gampang karat. Kalau knalpot sudah bolong atau bunyinya bocor, harus diperiksa. Bagian bawah mobil perlu dibersihkan setelah lewat jalan basah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Knalpot merupakan salah satu komponen mobil yang paling sering berhadapan dengan panas, air, debu, dan kotoran dari jalan. Tidak heran jika bagian ini bisa mengalami karat lebih cepat dibandingkan beberapa komponen lain.

Karat pada knalpot bukan hanya disebabkan oleh usia kendaraan. Kebiasaan penggunaan mobil, kondisi lingkungan, hingga air yang tertinggal di dalam sistem pembuangan juga bisa mempercepat munculnya korosi.

1. Sering terkena air dan kelembapan

Ilustrasi knalpot mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Knalpot berada di bagian bawah mobil sehingga mudah terkena cipratan air ketika kendaraan melewati jalan basah. Air yang mengandung kotoran atau garam juga dapat mempercepat proses korosi pada permukaan logam.

Kelembapan yang terus menempel membuat permukaan logam lebih mudah mengalami oksidasi. Kondisi tersebut semakin mudah terjadi jika mobil sering diparkir di tempat lembap atau terkena hujan tetapi jarang dibersihkan dan dikeringkan.

2. Ada uap air dari pembakaran

ilustrasi knalpot mobil (pexels.com/S square)

Proses pembakaran bahan bakar menghasilkan gas buang yang salah satunya mengandung uap air. Ketika mesin masih dingin, uap tersebut dapat mengembun di dalam sistem knalpot dan berubah menjadi titik-titik air.

Jika mobil sering digunakan untuk perjalanan pendek, sistem knalpot mungkin belum mencapai temperatur yang cukup untuk membantu menguapkan kondensasi tersebut. Air yang terus tertinggal di dalam knalpot dapat mempercepat munculnya karat, terutama pada bagian yang sulit terlihat dari luar.

3. Kotoran dan usia komponen

illustrasi asap knalpot mobil (unsplash.com/Matt Boitor)

Debu, lumpur, sisa bahan kimia dari jalan, serta kotoran lain yang menempel pada knalpot juga dapat mempercepat korosi. Jika tidak dibersihkan, kotoran tersebut dapat menahan kelembapan lebih lama pada permukaan logam.

Selain itu, knalpot yang sudah berusia cukup lama secara alami lebih rentan mengalami karat. Lapisan pelindung pada permukaannya dapat menurun seiring waktu, sementara paparan panas dan perubahan temperatur terjadi berulang kali setiap mobil digunakan.

Karat ringan pada permukaan knalpot belum tentu menjadi masalah serius. Namun, jika korosi sudah membuat permukaan berlubang, keropos, atau terdengar suara kebocoran gas buang, kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksa.

Perawatan sederhana dapat membantu memperlambat karat, seperti membersihkan bagian bawah mobil setelah melewati genangan atau jalan berlumpur. Hindari membiarkan kotoran dan kelembapan menempel terlalu lama, terutama jika mobil sering digunakan dalam kondisi hujan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article