Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Tekanan Ban Motor Harus Dicek Saat Ban Masih Dingin?

Kenapa Tekanan Ban Motor Harus Dicek Saat Ban Masih Dingin?
ilustrasi memeriksa tekanan angin pada ban motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)
  • Suhu ban meningkat saat motor digunakan akibat gesekan, sehingga tekanan udara ikut naik dan pengukuran setelah berkendara bisa lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.
  • Pemeriksaan tekanan paling akurat dilakukan sebelum motor dipakai atau setelah berhenti cukup lama, lalu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.
  • Tekanan yang sesuai menjaga kontak ban dengan jalan, kenyamanan, pengendalian, umur ban, serta keselamatan; tekanan terlalu rendah maupun tinggi sama-sama berisiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tekanan ban menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum motor digunakan. Kondisi tekanan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa memengaruhi kenyamanan, pengendalian, hingga keselamatan saat berkendara.

Namun, ada satu aturan yang sering dianjurkan ketika memeriksa tekanan ban, yaitu melakukannya saat ban masih dingin. Mengapa demikian? Ternyata suhu ban dapat memengaruhi tekanan udara di dalamnya sehingga hasil pengukuran bisa berbeda.

  1. 1. Suhu membuat tekanan udara berubah

    ilustrasi ban motor yang kempis
    ilustrasi ban motor yang kempis (pexels.com/Erik Mclean)

    Ketika motor digunakan, ban terus bergesekan dengan permukaan jalan. Gesekan tersebut menghasilkan panas yang membuat suhu udara di dalam ban meningkat. Ketika temperatur naik, tekanan udara di dalam ban juga dapat ikut meningkat.

    Jika tekanan diperiksa setelah motor digunakan cukup lama, hasil pengukuran bisa menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan tekanan sebenarnya saat ban dalam kondisi dingin. Kondisi ini dapat membuat pemilik salah mengambil keputusan ketika menambah atau mengurangi tekanan udara.

  2. 2. Hasil pengukuran lebih akurat

    ilustrasi ban motor
    ilustrasi ban motor (pexels.com/Aykut Aktaş)

    Ban dingin memberikan kondisi yang lebih konsisten untuk melakukan pemeriksaan tekanan. Idealnya, pengukuran dilakukan sebelum motor digunakan atau setelah kendaraan berhenti cukup lama sehingga suhu ban kembali mendekati suhu lingkungan.

    Dengan hasil pengukuran yang lebih akurat, tekanan dapat disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Informasi tersebut biasanya dapat ditemukan pada buku manual, stiker informasi kendaraan, atau sumber resmi dari produsen motor.

  3. 3. Menjaga performa dan keselamatan

    ilustrasi ban motor botak
    ilustrasi ban motor botak (pexels.com/Olga Solo)

    Tekanan ban yang sesuai membantu menjaga kontak ban dengan permukaan jalan. Jika tekanan terlalu rendah, ban dapat terasa lebih berat dan menghasilkan hambatan gulir lebih besar. Kondisi tersebut juga dapat membuat ban lebih cepat panas dan aus tidak merata.

    Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi dapat membuat area kontak ban dengan jalan berkurang. Motor bisa terasa kurang nyaman dan karakter pengendaliannya dapat berubah. Karena itu, menjaga tekanan sesuai rekomendasi merupakan bagian penting dari perawatan motor.

    Mengecek tekanan ban saat masih dingin bukan sekadar kebiasaan, tetapi berkaitan dengan akurasi hasil pengukuran. Ban yang baru digunakan memiliki temperatur lebih tinggi sehingga tekanan udara di dalamnya ikut berubah.

    Agar hasil pemeriksaan tidak bias, lakukan pengecekan sebelum berkendara atau setelah motor berhenti cukup lama. Jangan lupa memeriksa tekanan secara berkala, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh. Tekanan yang tepat akan membantu menjaga kenyamanan, umur ban, dan keamanan selama berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More