Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Kebiasaan saat Macet yang Bikin Mobil Cepat Rusak

3 Kebiasaan saat Macet yang Bikin Mobil Cepat Rusak
ilustrasi macet (pexels.com/Darya Sannikova)
  • Menekan gas mendadak saat arus mulai bergerak membuat mesin dan transmisi bekerja lebih berat, meningkatkan konsumsi bahan bakar, serta mempercepat keausan komponen.
  • Membiarkan mobil terus merayap dalam kemacetan membuat kopling dan rem bekerja tanpa jeda, memicu panas berlebih dan mempercepat potensi kerusakan.
  • Kemacetan membebani transmisi melalui perpindahan gigi dan penekanan kopling berulang; keterlambatan mengganti oli transmisi meningkatkan gesekan dan menurunkan performanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Beberapa kebiasaan yang dilakukan saat terjebak macet terlihat sepele dan tidak berbahaya. Padahal tindakan kecil tersebut dapat memberikan dampak terhadap kondisi kendaraan. Pengaruhnya biasanya tidak langsung terasa, melainkan muncul secara bertahap.

Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan itu bisa membuat komponen mobil bekerja lebih berat dari biasanya. Lama kelamaan hal ini akan mempercepat keausan dan menurunkan performa kendaraan yang kamu gunakan. Berikut macam-macam hal kecil saat macet yang berdampak pada mobil.

  1. 1. Menginjak gas mendadak

    ilustrasi macet
    ilustrasi macet (unsplash.com/Polina Kuzovkova)

    Situasi macet kerap membuat pengemudi merasa tidak sabar menunggu. Ketika kendaraan di depan mulai berjalan, banyak yang langsung menekan pedal gas dengan tenaga besar. Tindakan ini dilakukan agar mobil bisa cepat maju mengikuti arus.

    Padahal cara menginjak gas secara mendadak dapat membuat mesin dan transmisi bekerja lebih keras. Kebiasaan tersebut juga meningkatkan konsumsi bahan bakar yang kamu gunakan. Jika dilakukan terus-menerus, komponen kendaraan bisa lebih cepat mengalami keausan.

  2. 2. Membiarkan mobil terus merayap tanpa jeda

    ilustrasi macet
    ilustrasi macet (unsplash.com/Bamiwo Adeola)

    Saat terjadi kemacetan total, sebagian pengemudi memilih untuk membuat mobil terus bergerak pelan. Mereka tidak menghentikan kendaraan sepenuhnya, melainkan membiarkannya merayap mengikuti laju arus. Tujuannya agar tidak perlu sering melakukan pengereman dan akselerasi.

    Padahal kebiasaan tersebut membuat kopling dan rem bekerja tanpa jeda yang cukup. Hal ini dapat menimbulkan panas berlebih pada sistem kendaraan yang kamu gunakan. Komponen penting pada mobil bisa lebih cepat mengalami kerusakan jika kamu terus melakukan kebiasaan ini.

  3. 3. Mengabaikan jadwal pengantian oli transmisi

    ilustrasi macet
    ilustrasi macet (unsplash.com/Andrew Adams)

    Saat terjebak kemacetan, transmisi mobil bekerja lebih berat dibandingkan saat berkendara normal. Kondisi ini terjadi karena perpindahan gigi dan penekanan kopling dilakukan berulang kali. Oleh karena itu kualitas oli transmisi yang kamu gunakan harus lebih diperhatikan.

    Apabila penggantian oli dilakukan terlambat, daya lumasnya akan berkurang secara bertahap. Akibatnya gesekan antar komponen di dalam transmisi menjadi semakin tinggi. Melakukan kebiasaan ini akan membuat performa transmisi pada mobil kamu menurun dalam jangka panjang.

    Kemacetan membuat beberapa kebiasaan kecil dapat membebani mesin dan transmisi mobil. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini bisa mempercepat kerusakan komponen kendaraan. Karena itu kamu sebaiknya menjaga pola berkendara agar mobil tetap awet.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More