- Mesin lebih halus dan senyap: Dengan waktu tunda bakar yang singkat, proses pembakaran terjadi lebih terkontrol. Ini mengurangi suara kasar atau suara "ngelitik" (diesel knock) yang sering terdengar pada mesin diesel, terutama saat mesin dingin.
- Mudah dihidupkan (Cold Starting): Mesin diesel dengan angka cetane yang memadai akan lebih mudah dinyalakan di pagi hari atau di daerah bersuhu dingin, karena bahan bakar lebih responsif terhadap kompresi.
- Mengurangi getaran: Pembakaran yang lebih cepat dan sempurna membantu mengurangi getaran kasar pada mesin, sehingga pengalaman berkendara menjadi lebih nyaman.
Apa Itu Cetane pada Solar dan Mesin Diesel? Ini Penjelasan Lengkapnya

Angka cetane mengukur kecepatan solar menyala dalam ruang bakar diesel; semakin tinggi nilainya, semakin singkat jeda pembakaran setelah bahan bakar diinjeksikan.
Cetane yang memadai membuat mesin diesel lebih halus, senyap, mudah dinyalakan saat dingin, dan minim getaran, tetapi tidak otomatis meningkatkan tenaga atau efisiensi signifikan.
Bio Solar memiliki cetane 48, Dexlite minimal 51, dan Pertamina Dex 53; pilihan perlu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan serta kebutuhan mesin.
Apa itu cetane pada solar dan mesin diesel sering kali menjadi pertanyaan bagi pemilik kendaraan, terutama mereka yang ingin memahami kualitas bahan bakar yang mereka gunakan.
Saat mengisi BBM di SPBU, kamu mungkin pernah melihat angka seperti 48, 51, atau 53 yang tertera di spesifikasi solar. Angka ini bukan sekadar kode acak, melainkan indikator teknis penting yang menentukan bagaimana bahan bakar tersebut bekerja di dalam ruang bakar.
Agar tidak salah memilih, mari kita bedah fakta teknis di baliknya agar kamu lebih paham dan bisa memilih bahan bakar yang paling tepat untuk kendaraanmu.
Table of Content
1. Apa itu cetane pada solar?

ilustrasi mengisi solar (unsplash.com/@introspectivedsgn) Secara teknis, Cetane Number (CN) atau angka cetane adalah ukuran yang menunjukkan seberapa mudah dan cepat bahan bakar diesel menyala (terbakar) ketika disemprotkan ke dalam ruang bakar yang bertekanan dan bersuhu tinggi.
Berbeda dengan bensin yang menggunakan angka oktan untuk mengukur ketahanan terhadap ledakan dini (knocking), angka cetane justru mengukur kecepatan penyalaan.
Semakin tinggi angka cetane, semakin singkat waktu tunda bakarnya (ignition delay), yang berarti bahan bakar akan lebih cepat dan mudah terbakar begitu diinjeksikan ke dalam silinder.
Untuk menentukan angka cetane ini, bahan bakar diuji menggunakan mesin diesel kompresi variabel yang dirancang khusus di laboratorium. Di seluruh dunia, banyak negara telah menetapkan standar angka cetane minimum untuk bahan bakar diesel yang berkisar antara 40-51. Namun, untuk beberapa mesin diesel berkinerja tinggi, angka cetane yang direkomendasikan dapat mencapai 60.
2. Pengaruh cetane terhadap mesin diesel

ilustrasi bahan bakar diesel (pixabay.com/ResoneTIC) Banyak yang beranggapan bahwa semakin tinggi angka cetane, maka mesin akan menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Faktanya, angka cetane yang lebih tinggi umumnya tidak memberikan tenaga lebih, efisiensi bahan bakar lebih, atau pengurangan emisi secara signifikan pada mesin diesel standar.
Lalu, apa pengaruh utamanya? Pengaruh paling terasa dari angka cetane yang sesuai atau tinggi adalah pada kenyamanan dan kehalusan kerja mesin.
3. Perbandingan angka cetane jenis solar di Indonesia

SPBU Pertamina (dok.Pertamina Patra Niaga) Memahami angka cetane menjadi sangat penting ketika kita memilih jenis solar di SPBU. Di Indonesia, Pertamina menyediakan beberapa varian solar dengan spesifikasi angka cetane dan kandungan sulfur yang berbeda. Berikut adalah perbandingannya:
- Bio Solar: Merupakan varian solar paling dasar (subsidi) dengan angka cetane 48 dan kandungan sulfur yang cukup tinggi, yaitu 3.500 ppm (part per million). Cocok untuk mesin diesel konvensional atau kendaraan tua.
- Dexlite: Varian ini lebih unggul dengan angka cetane minimal 51 dan kandungan sulfur yang lebih rendah, yaitu 1.200 ppm. Dexlite direkomendasikan untuk mesin diesel modern yang membutuhkan pembakaran lebih bersih.
- Pertamina Dex (Pertadex): Ini adalah kualitas solar tertinggi dengan angka cetane 53 dan kandungan sulfur sangat rendah, yaitu di bawah 300 ppm. Sangat ideal untuk mesin diesel berperforma tinggi, common rail, dan ramah lingkungan.
Secara kualitas, Dexlite sudah lebih baik dari Bio Solar, namun kualitasnya masih di bawah Pertamina Dex.
Pemilihan bahan bakar ini harus disesuaikan dengan kompresi dan rekomendasi pabrikan kendaraanmu. Menggunakan solar dengan angka cetane dan sulfur yang tepat tidak hanya menjaga performa mesin, tetapi juga memperpanjang umur komponen seperti injektor dan sistem emisi.
Sekarang kamu sudah paham kan apa perbedaan mendasar dari angka-angka yang tertera di spesifikasi solar? Memilih bahan bakar yang tepat bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang menjaga kesehatan mesin diesel kesayanganmu dalam jangka panjang.
Apakah kamu sudah mengetahui jenis solar apa yang paling direkomendasikan untuk kendaraanmu?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















