Tuas rem tangan yang dulu hampir selalu berada di antara dua kursi depan kini semakin jarang ditemukan pada mobil baru. Sebagai gantinya, pabrikan lebih banyak menggunakan tombol kecil bertuliskan “P” atau “EPB” untuk mengaktifkan rem parkir. Perubahan ini membuat interior mobil terlihat lebih ringkas, tetapi sebenarnya ada alasan teknis di baliknya.
Kenapa Banyak Mobil Baru Tidak lagi Pakai Tuas Rem Tangan?

- Mobil baru semakin memakai electronic parking brake (EPB) berupa tombol, menggantikan tuas dan kabel mekanis yang memakan ruang serta dapat memerlukan penyetelan.
- Penggunaan EPB membuat konsol tengah lebih fleksibel untuk penyimpanan, cup holder, atau pengisian daya nirkabel, sekaligus memungkinkan akses kabin lebih terbuka pada beberapa model.
- EPB dapat terintegrasi dengan Auto Hold, transmisi, sensor, dan fitur bantuan pengemudi, meski perbaikannya saat bermasalah dapat memerlukan diagnosis perangkat khusus.
Electronic Parking Brake (EPB) memungkinkan rem parkir dioperasikan tanpa tuas dan kabel mekanis seperti pada sistem konvensional. Teknologi ini juga dapat terhubung dengan berbagai fitur lain, seperti Auto Hold dan sistem bantuan pengemudi. Lantas, kenapa semakin banyak mobil baru tidak lagi pakai tuas rem tangan dan beralih ke tombol elektronik?
1. Tuas rem tangan digantikan sistem elektronik

ilustrasi mobil dengan electronic parking brake (unsplash.com/Philip Blank) Pada mobil konvensional, rem tangan bekerja secara mekanis. Ketika tuas ditarik, kabel akan meneruskan gaya tersebut menuju mekanisme rem di roda belakang sehingga mobil tetap diam saat diparkir. Sistem ini sebenarnya sederhana dan sudah digunakan selama puluhan tahun. Namun, komponen mekanis seperti kabel dan tuas membutuhkan ruang serta dapat mengalami perubahan seiring pemakaian, misalnya kabel yang mengalami peregangan dan membutuhkan penyetelan.
Pada electronic parking brake (EPB), pengemudi cukup menekan sebuah tombol. Perintah tersebut diteruskan secara elektronik ke aktuator pada sistem rem. Kemudian, rem parkir dapat dikunci tanpa menggunakan tuas dan kabel panjang seperti pada sistem konvensional.
2. Konsol tengah bisa dibuat lebih lega

ilustrasi kabin depan mobil (pexels.com/Mike Bird) Salah satu keuntungan yang langsung terlihat adalah penggunaan ruang kabin yang lebih fleksibel. Tuas rem tangan beserta mekanismenya membutuhkan area tertentu di antara kursi depan. Ketika komponen tersebut digantikan dengan tombol, desain konsol tengah menjadi lebih bebas. Ruang yang sebelumnya digunakan untuk tuas bisa dimanfaatkan untuk tempat penyimpanan, cup holder, wireless charging, atau desain konsol yang lebih simpel.
Pada beberapa mobil, area tersebut bahkan dibuat lebih terbuka sehingga akses dari kursi depan ke belakang menjadi lebih mudah. Penggunaan EPB pun bukan hanya soal mengganti mekanisme rem tangan. Pabrikan juga bisa memanfaatkan ruang di dalam kabin dengan lebih fleksibel.
3. EPB bisa bekerja otomatis

ilustrasi mobil dengan electronic parking brake (pexels.com/Mike Bird) EPB juga menawarkan kemudahan yang sulit diberikan oleh rem tangan mekanis. Pada mobil yang sudah dilengkapi fitur tersebut, rem parkir dapat aktif secara otomatis ketika kendaraan berada dalam kondisi tertentu, misalnya setelah transmisi dipindahkan ke posisi Park atau ketika sistem mendeteksi kendaraan sudah berhenti dan perlu diamankan. Sebaliknya, pada beberapa model, rem parkir dapat dilepas secara otomatis ketika pengemudi mulai menjalankan mobil. Fungsinya tentu bergantung pada desain dan pengaturan masing-masing kendaraan.
EPB juga sering dipasangkan dengan Auto Hold. Fitur ini membuat mobil tetap diam ketika berhenti di lampu merah atau kemacetan tanpa pengemudi harus terus menginjak pedal rem. Ketika pengemudi kembali menekan pedal gas, sistem akan melepaskan penahan tersebut.
4. Sistem pengereman makin terhubung dengan elektronik

ilustrasi mobil dengan electronic parking brake (pexels.com/Mike Bird) Mobil modern tidak lagi mengandalkan sistem pengereman sebagai komponen yang bekerja sendiri. Berbagai fitur seperti ABS, electronic stability control, hill-hold assist, hingga sejumlah sistem bantuan pengemudi membutuhkan komunikasi dengan sistem pengereman. Sistem elektronik memungkinkan fungsi-fungsi tersebut dikelola oleh modul kontrol kendaraan dan sensor yang saling berkomunikasi. Sistem kontrol stabilitas elektronik dapat memantau gerakan kendaraan dan melakukan pengereman pada roda tertentu ketika diperlukan untuk membantu menjaga stabilitas.
Hal serupa terlihat pada perkembangan sistem bantuan pengereman. Teknologi automatic emergency braking, misalnya, dapat memberikan peringatan dan mengaktifkan pengereman ketika sistem mendeteksi risiko tabrakan dan pengemudi tidak memberikan respons yang cukup. Artinya, semakin banyak fungsi kendaraan yang dikendalikan secara elektronik, semakin masuk akal jika rem parkir juga dibuat terintegrasi dengan arsitektur elektronik mobil.
5. Bukan berarti rem tangan mekanis sudah tidak aman

ilustrasi rem tangan (pexels.com/shoreline vehicles) Meski EPB menawarkan banyak kemudahan, bukan berarti rem tangan mekanis merupakan teknologi yang buruk. Sistem lama justru memiliki keunggulan berupa konstruksi yang relatif sederhana dan cara kerja yang mudah dipahami. Bagi sebagian pengemudi, tuas mekanis juga memberikan sensasi kontrol yang lebih langsung. Hal ini terutama terasa pada mobil manual atau ketika pengemudi melakukan manuver tertentu di permukaan dengan traksi rendah.
EPB juga memiliki konsekuensi tersendiri. Ketika terjadi masalah pada sistem elektronik atau aktuator, pemeriksaan dan perbaikannya dapat membutuhkan diagnosis menggunakan perangkat khusus. Karena itu, hilangnya tuas bukan berarti sistem baru selalu lebih sederhana dari sisi perawatan.
Jadi, banyak mobil baru tidak lagi pakai tuas rem tangan bukan semata-mata karena pabrikan ingin membuat interior terlihat lebih modern. Ini merupakan bagian dari inovasi yang lebih besar, yaitu ketika berbagai fungsi mobil mulai dikendalikan secara elektronik dan saling terintegrasi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















