Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Debu Vulkanik Bisa Menggores Cat dan Kaca Mobil?
ilustrasi mobil parkir di tempat teduh (pexels.com/ArtHouse Studio)
  • Debu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau mengandung partikel mineral halus, keras, dan tajam yang dapat menggores cat mobil saat tergesek.
  • Abu yang dibiarkan menempel berpotensi memengaruhi lapisan pelindung dan cat karena dapat membawa senyawa asam, sehingga perlu segera dibersihkan.
  • Pemilik mobil dianjurkan membilas abu dengan air mengalir sebelum mengelap atau mencuci, serta tidak menyalakan wiper saat kaca masih tertutup abu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Anak Krakatau terus meletus sejak 4 September 2026. Debunya sampai ke Banten dan Jawa Barat. Debu ini bisa tajam seperti pasir kecil. Kalau mobil langsung dilap pakai kain, cat dan kaca bisa tergores. Mobil harus dibilas pakai air dulu. Wiper juga jangan dinyalakan saat kaca masih berdebu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Debu vulkanik sering dianggap hanya sebagai kotoran yang membuat mobil terlihat kusam. Padahal, partikel yang terbawa dari erupsi gunung api dapat memiliki sifat abrasif sehingga berpotensi menimbulkan goresan pada permukaan kendaraan jika dibersihkan dengan cara yang keliru.

Hal ini menjadi perhatian bagi pemilik mobil setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Badan Geologi melaporkan erupsi menerus sejak 4 September 2026 dan abu vulkanik terbawa angin ke sejumlah wilayah. Hujan abu tipis bahkan dilaporkan mencapai pesisir Banten, sementara sebarannya terdeteksi hingga sejumlah wilayah Jawa Barat.

1. Partikel abu bisa bersifat abrasif

ilustrasi mobil parkir di tempat teduh (pexels.com/tarasov_film_ph)

Abu vulkanik terdiri atas partikel mineral yang sangat halus. Meskipun terlihat seperti debu biasa, sebagian partikelnya memiliki karakter keras dan tajam. Ketika menempel di permukaan mobil, partikel tersebut dapat bertindak seperti material abrasif, terutama jika terkena gesekan.

Masalah biasanya muncul ketika pemilik langsung mengusap permukaan mobil menggunakan kain. Partikel yang masih menempel dapat terseret di atas cat sehingga menimbulkan goresan halus atau micro scratch. Panduan Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa menggosok abu vulkanik dapat menyebabkan guratan pada mobil.

2. Cat mobil bisa rusak jika abu dibiarkan

ilustrasi mobil parkir (pexels.com/Erik Mclean)

Selain risiko goresan, abu vulkanik yang menempel terlalu lama juga dapat memberikan dampak lain terhadap permukaan kendaraan. Material vulkanik dapat membawa senyawa yang bersifat asam sehingga berpotensi memengaruhi lapisan pelindung dan cat mobil apabila terus dibiarkan.

Karena itu, debu vulkanik sebaiknya tidak diperlakukan seperti debu jalan biasa. Sejumlah panduan perawatan kendaraan menyarankan agar abu terlebih dahulu dibilas menggunakan air sebelum permukaan bodi disentuh dengan kain. Cara tersebut membantu mengurangi risiko partikel keras bergesekan langsung dengan cat.

3. Jangan asal mencuci mobil setelah terkena abu

ilustrasi cuci mobil (unsplash.com/Ethan Sexton)

Jika mobil terkena abu dari erupsi Anak Krakatau, langkah pertama adalah menghilangkan sebanyak mungkin partikel menggunakan air mengalir. Hindari langsung mengelap bodi dalam kondisi kering karena tindakan tersebut justru dapat menyeret partikel vulkanik ke seluruh permukaan cat.

Hal serupa juga berlaku pada kaca depan. Jangan langsung mengaktifkan wiper ketika kaca masih dipenuhi abu karena partikel keras dapat menyebabkan goresan. Setelah abu terbilas dan permukaan relatif bersih, barulah proses pencucian dilanjutkan menggunakan metode yang aman. Dengan demikian, risiko cat kusam, micro scratch, hingga kerusakan pada kaca dapat diminimalkan. Dalam kondisi erupsi Anak Krakatau yang masih berlangsung, pemilik kendaraan juga sebaiknya mengikuti informasi resmi terkait sebaran abu sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article