Debu vulkanik sering dianggap hanya sebagai kotoran yang membuat mobil terlihat kusam. Padahal, partikel yang terbawa dari erupsi gunung api dapat memiliki sifat abrasif sehingga berpotensi menimbulkan goresan pada permukaan kendaraan jika dibersihkan dengan cara yang keliru.
Hal ini menjadi perhatian bagi pemilik mobil setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Badan Geologi melaporkan erupsi menerus sejak 4 September 2026 dan abu vulkanik terbawa angin ke sejumlah wilayah. Hujan abu tipis bahkan dilaporkan mencapai pesisir Banten, sementara sebarannya terdeteksi hingga sejumlah wilayah Jawa Barat.
