Kenapa Mobil Tidak Boleh Langsung Dicuci setelah Kena Debu Vulkanik?

- Abu vulkanik mengandung pecahan batuan, mineral, dan kaca yang abrasif; menggosoknya langsung dapat menggores cat serta kaca mobil, termasuk saat wiper digunakan pada kaca kering.
- Air diperlukan untuk membilas abu, bukan melarutkannya. Bilas seluruh permukaan terlebih dahulu agar partikel terangkat sebelum memakai spons atau kain, sehingga tidak bertindak seperti amplas.
- Setelah abu berkurang, cuci mobil dengan sampo kendaraan secara lembut. Paparan tebal juga perlu diikuti pemeriksaan radiator, filter udara, rem, dan ruang mesin.
Mobil yang terkena debu vulkanik memang terlihat kotor dan membuat pemilik ingin segera mencucinya. Namun, membersihkan mobil setelah terkena abu vulkanik tidak boleh dilakukan sembarangan.
Partikel abu vulkanik berbeda dengan debu jalanan biasa. Material ini memiliki sifat keras dan abrasif sehingga berpotensi menggores permukaan cat, kaca, hingga komponen tertentu pada mobil.
1. Partikel abu bisa menggores permukaan mobil

ilustrasi cuci mobil (pexels.com/www.kaboompics.com) Alasan utama mobil tidak boleh langsung digosok setelah terkena debu vulkanik adalah sifat abrasif dari partikelnya. Abu vulkanik terdiri dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil. Ketika partikel tersebut berada di atas cat atau kaca, menggosoknya dengan kain dapat membuat permukaan tergores.
Hal serupa juga dapat terjadi pada kaca depan. United States Geological Survey (USGS) menyebut penggunaan wiper ketika kaca masih tertutup abu kering bisa menyebabkan goresan. Karena itu, abu sebaiknya dibilas terlebih dahulu menggunakan air sebelum permukaan mobil disentuh dengan kain atau alat pembersih lainnya.
2. Jangan menganggap air langsung membuat abu aman

ilustrasi cuci mobil (unsplash.com/Ethan Sexton) Mencuci menggunakan air sebenarnya diperlukan untuk menghilangkan abu, tetapi caranya harus tepat. Abu vulkanik tidak larut dalam air sehingga membilas permukaan bertujuan mengangkat dan membawa partikel tersebut pergi, bukan melarutkannya. USGS juga merekomendasikan penggunaan air untuk membersihkan abu dari kendaraan.
Masalah dapat muncul jika air disemprotkan sambil permukaan langsung digosok. Partikel abu yang masih menempel bisa ikut bergeser di bawah spons atau kain sehingga bertindak seperti amplas halus. Karena itu, langkah awal sebaiknya dilakukan dengan membilas mobil secara menyeluruh untuk menjatuhkan sebanyak mungkin abu sebelum masuk ke tahap pencucian.
3. Bersihkan mobil dengan cara yang lebih aman

ilustrasi cuci mobil (unsplash.com/Clément M.) Setelah sebagian besar abu terangkat, permukaan mobil dapat dicuci menggunakan air dan sampo khusus kendaraan. Hindari gerakan menggosok terlalu keras, terutama pada bagian kaca dan panel yang masih terlihat memiliki sisa abu. USGS juga menyarankan pembersihan kendaraan secara rutin menggunakan air ketika terpapar abu vulkanik.
Bagian lain seperti ruang mesin, radiator, filter udara, dan area rem juga perlu diperhatikan jika mobil terpapar abu dalam jumlah banyak. Abu dapat menyumbat sistem filtrasi, menyebabkan keausan komponen, bahkan berkontribusi terhadap masalah mesin. Karena itu, setelah mobil terkena abu cukup tebal, pemeriksaan filter udara dan komponen penting lainnya juga layak dilakukan.




![[QUIZ] Andai Hidupmu Rambu Lampu Lalu Lintas, Sekarang Warna Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250505/005-7e4152c6ab9921ba717f12d4b384e7b6-842aae21cf0e972bb4c70fbe4ef03fbc.png)





![[QUIZ] Pilih Vespa Klasik Favoritmu, Kami Tebak Kamu Tipe Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20251219/upload_0abec96225f86cce0a2ffc9e3d016612_d6f1c34a-5333-4544-9023-250dee3bdbc1.jpg)







