ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Jesse Donoghoe)
Dalam jangka pendek mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo mungkin tak akan memberikan efek apa pun. Kendaraan bisa berjalan dengan normal, tak ada masalah yang terjadi, dan mesin akan berfungsi sebagaimana mestinya.
Namun, jika pencampuran terus dilakukan secara rutin maka kendaraan bisa mengalami beberapa masalah. Berikut penjelasannya.
Risiko engine knocking atau mesin nglitik bisa meningkat jika kamu terus-terusan mencampur BBM. Hal tersebut bisa menjadi masalah karena mampu memicu aus pada berbagai komponen.
Mengingat perbedaan kualitas BBM yang masuk ke mesin, ECU harus selalu menyesuaikan diri dan beradaptasi. Jika dibiarkan, konsumsi BBM jadi kurang efisien, kinerja sensor menjadi lebih berat, dan tenaga akan menurun.
Ketika menerima dua jenis BBM yang berbeda pembakaran di ruang bakar menjadi kurang optimal. Alhasil, kerak bisa menumpuk dan akhirnya bikin injektor jadi lebih kotor. Jika sudah terjadi maka performa kendaraan akan menurun dan kamu harus membersihkan injektor yang kotor.
Pencampuran BBM secara sembarangan bisa berpengaruh pada akselerasi mesin. Di beberapa kesempatan, akselerasi mesin bisa jadi makin berat atau kurang responsif. Perbedaannya memang tak terlalu signifikan, tapi bisa menyulitkanmu di beberapa kondisi seperti saat hendak menyalip.