ilustrasi SPBU (unsplash.com/Mehluli Hikwa)
Jika tujuan utama adalah mendapatkan efisiensi bahan bakar semaksimal mungkin, membawa BBM lebih sedikit memang secara teori dapat mengurangi bobot mobil. Namun, penghematannya sangat kecil sehingga biasanya tidak sebanding dengan kerepotan harus lebih sering mengisi BBM. Untuk penggunaan sehari-hari, mengisi BBM ketika indikator berada di sekitar seperempat hingga setengah tangki bisa menjadi pilihan yang cukup seimbang. Kamu tetap memiliki cadangan bahan bakar tanpa harus terus-menerus membawa bobot BBM yang terlalu banyak.
Yang lebih penting, jangan terlalu fokus pada seberapa penuh tangki. Jika ingin membuat mobil lebih irit BBM, ada beberapa hal yang dampaknya jauh lebih terasa, seperti:
Menghindari akselerasi dan pengereman secara agresif.
Menjaga kecepatan tetap stabil, terutama saat berkendara di jalan tol.
Memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.
Mengurangi barang-barang berat yang tidak diperlukan di dalam mobil.
Melakukan perawatan mobil secara rutin.
Kesimpulannya, mengisi BBM sampai penuh memang bisa membuat mobil sedikit lebih berat dan secara teori menurunkan efisiensi bahan bakar. Namun, perbedaannya sangat kecil dan biasanya tidak terasa dalam pemakaian sehari-hari. Jadi, daripada khawatir tangki penuh membuat mobil boros, lebih baik fokus pada gaya mengemudi, tekanan ban, dan kondisi kendaraan. Faktor-faktor tersebut justru jauh lebih berpengaruh terhadap konsumsi BBM.