Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Mengisi BBM sampai Penuh Bisa Membuat Mobil Lebih Boros?
ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)
  • BBM penuh menambah bobot mobil: bensin berbobot sekitar 0,72–0,77 kg per liter, sehingga tangki 45–57 liter dapat menambah 32–43 kg.
  • Tambahan bobot dapat menurunkan efisiensi sekitar 0,5–2 persen per 45 kg, tetapi perbedaan dari setengah ke penuh biasanya sangat kecil dalam pemakaian harian.
  • Tangki tidak perlu sering dibiarkan hampir kosong karena dapat membuat fuel pump kurang ideal; gaya mengemudi, tekanan ban, dan perawatan lebih memengaruhi konsumsi BBM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau tangki bensin penuh, mobil jadi sedikit lebih berat. Jadi bensin bisa terpakai sedikit lebih banyak, tapi bedanya kecil sekali. Isi bensin penuh tidak langsung bikin mobil boros. Tangki jangan sering hampir kosong, karena pompa bensin di dalamnya butuh bensin agar tetap baik. Cara menyetir dan ban juga lebih penting.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat mampir ke SPBU, sebagian orang memilih langsung mengisi tangki sampai penuh. Alasannya sederhana: sekalian, jadi tidak perlu bolak-balik mengisi BBM dalam waktu dekat. Namun, ada juga yang sengaja hanya mengisi setengah tangki karena menganggap mobil akan lebih ringan dan irit bahan bakar.

Anggapan tersebut ternyata ada benarnya, tetapi bukan berarti mengisi BBM sampai penuh otomatis membuat mobil menjadi boros. Ada pengaruh dari tambahan bobot BBM, hanya saja seberapa besar dampaknya terhadap konsumsi bahan bakar? Mari, kita bahas bersama!

1. Mengapa tangki BBM penuh bisa memengaruhi konsumsi bahan bakar

ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Skitterphoto)

BBM bukan sekadar cairan yang tersimpan di dalam tangki. Bahan bakar juga memiliki bobot yang ikut menambah berat keseluruhan mobil. Sebagai gambaran, bensin memiliki berat sekitar 0,72–0,77 kilogram per liter. Jika mobil memiliki tangki berkapasitas 45–57 liter, mengisinya sampai penuh berarti membawa tambahan bobot sekitar 32–43 kilogram dibandingkan ketika tangki hampir kosong. 

Tambahan berat tersebut memang dapat membuat konsumsi BBM sedikit meningkat. Secara umum, tambahan bobot sekitar 45 kilogram dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 0,5–2 persen, tergantung jenis mobil dan kondisi berkendara. Artinya, jika perbedaan isi tangki hanya dari setengah menjadi penuh, pengaruhnya biasanya jauh lebih kecil. Dalam penggunaan sehari-hari, perubahan konsumsi BBM ini bahkan bisa sulit dirasakan.

2. Seberapa besar pengaruhnya

ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Dan Gold)

Misalnya, sebuah mobil mampu mencapai konsumsi sekitar 30 mpg dalam kondisi tertentu. Ketika tangki diisi penuh, tambahan bobot BBM mungkin membuat angka tersebut turun menjadi sekitar 29,7–29,85 mpg. Perbedaannya terlihat kecil, bukan?

Itulah sebabnya mengisi BBM sampai penuh sebenarnya tidak serta-merta membuat mobil menjadi boros. Ada pengaruh terhadap efisiensi karena bobot bertambah, tetapi nilainya sangat kecil dibandingkan faktor lain yang memengaruhi konsumsi bahan bakar. Gaya mengemudi, tekanan ban, kondisi lalu lintas, hingga rute perjalanan biasanya memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

3. Lalu, kenapa banyak orang menyarankan tangki tidak dibiarkan kosong?

ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Jika tangki setengah penuh sedikit lebih ringan, apakah sebaiknya selalu mengisi BBM sedikit-sedikit? Tidak juga. Ada beberapa alasan mengapa menjaga persediaan BBM tetap cukup justru lebih masuk akal.

Salah satunya berkaitan dengan fuel pump. Pada banyak mobil, pompa bahan bakar berada di dalam tangki dan menggunakan BBM di sekitarnya untuk membantu menjaga suhunya. Kebiasaan berkendara dengan kondisi tangki hampir kosong secara terus-menerus berpotensi membuat pompa bekerja dalam kondisi yang kurang ideal.

Tangki yang terlalu kosong juga memiliki ruang udara lebih banyak. Dalam kondisi tertentu, kelembapan dapat mengalami kondensasi dan berpotensi menimbulkan masalah pada sistem bahan bakar dalam jangka panjang. Selain itu, menjaga BBM tetap tersedia tentu lebih praktis. Kamu tidak perlu terlalu sering mencari SPBU dan memiliki cadangan bahan bakar jika tiba-tiba terjebak kemacetan panjang atau harus berkendara lebih jauh dari perkiraan.

4. Jadi, lebih baik isi penuh atau setengah tangki

ilustrasi SPBU (unsplash.com/Mehluli Hikwa)

Jika tujuan utama adalah mendapatkan efisiensi bahan bakar semaksimal mungkin, membawa BBM lebih sedikit memang secara teori dapat mengurangi bobot mobil. Namun, penghematannya sangat kecil sehingga biasanya tidak sebanding dengan kerepotan harus lebih sering mengisi BBM. Untuk penggunaan sehari-hari, mengisi BBM ketika indikator berada di sekitar seperempat hingga setengah tangki bisa menjadi pilihan yang cukup seimbang. Kamu tetap memiliki cadangan bahan bakar tanpa harus terus-menerus membawa bobot BBM yang terlalu banyak.

Yang lebih penting, jangan terlalu fokus pada seberapa penuh tangki. Jika ingin membuat mobil lebih irit BBM, ada beberapa hal yang dampaknya jauh lebih terasa, seperti:

  • Menghindari akselerasi dan pengereman secara agresif.

  • Menjaga kecepatan tetap stabil, terutama saat berkendara di jalan tol.

  • Memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.

  • Mengurangi barang-barang berat yang tidak diperlukan di dalam mobil.

  • Melakukan perawatan mobil secara rutin.

Kesimpulannya, mengisi BBM sampai penuh memang bisa membuat mobil sedikit lebih berat dan secara teori menurunkan efisiensi bahan bakar. Namun, perbedaannya sangat kecil dan biasanya tidak terasa dalam pemakaian sehari-hari. Jadi, daripada khawatir tangki penuh membuat mobil boros, lebih baik fokus pada gaya mengemudi, tekanan ban, dan kondisi kendaraan. Faktor-faktor tersebut justru jauh lebih berpengaruh terhadap konsumsi BBM.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article