Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Risiko yang Paling Sering Terjadi Pada Motor Saat Cuaca Panas

4 Risiko yang Paling Sering Terjadi Pada Motor Saat Cuaca Panas
ilustrasi motor matic (pexels.com/Markus Winkler)
  • Cuaca panas dapat memicu overheating, menurunkan performa mesin, hingga merusak piston dan kepala silinder atau membuat mesin mati mendadak.
  • Suhu jalan tinggi meningkatkan tekanan ban; ban aus, cacat, atau bertambal berisiko meletus dan mengganggu keseimbangan saat berkendara.
  • Paparan panas dan UV dapat memudarkan bodi, merapuhkan plastik, serta melemahkan aki; pemeriksaan sistem pendingin, ban, dan kelistrikan perlu dilakukan berkala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada saat suhu udara mengalami peningkatan yang cukup tajam, maka hal ini bisa berpotensi memberikan tekanan ekstra pada kondisi motor. Suhu lingkungan yang cukup ekstrem bisa memicu serangkaian gangguan teknis yang mengganggu kenyamanan hingga keselamatan dalam proses berkendara sehari-hari.

Paparan sinar Matahari dan suhu tinggi bisa berpotensi mempercepat risiko keausan beberapa komponen vital pada motor. Jika hal ini tidak segera diantisipasi melalui perawatan yang tepat, maka biaya perbaikan yang harus dikeluarkan pun akan membengkak dan sulit dihindari.

  1. 1. Mesin mengalami overheating dan performa pun menurun

    ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)
    ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

    Suhu lingkungan yang sangat panas ternyata bisa membuat sistem pendingin pada mesin motor jadi harus bekerja dengan lebih keras dari biasanya. Pada saat suhu mesin mulai melewati batas toleransi yang ada, maka kondisi overheating pun akan terjadi dan menyebabkan mesin terasa semakin panas sampai dengan tersendat-sendat.

    Risiko overheating yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu berbagai kerusakan permanen pada komponen internal, seperti piston dan kepala silinder. Kendaraan bisa berisiko mendadak mati total di tengah perjalanan karena mesin yang stuck atau mengunci secara otomatis.

  2. 2. Tekanan udara ban meningkat dan berisiko meletus

    ilustrasi ban motor
    ilustrasi ban motor (pexels.com/Karan Mridha)

    Peningkatan suhu jalanan yang terjadi secara signifikan ternyata bisa menaikkan suhu udara di dalam ban motor. Berdasarkan hukum fisika, udara yang terdapat di dalam ruang tertutup nantinya rentan memuai saat dipanaskan, sehingga tekanan angin ban pun bisa meningkat secara signifikan dan menurunkan daya cengkeramnya.

    Jika ban motor sudah mengalami cacat fisik, aus, atau memiliki tambalan yang kurang rapi, maka hal ini akan membuat tekanannya berlebih dan berisiko membuat ban meletus secara tiba-tiba. Hal ini bisa sangat membahayakan keselamatan dalam berkendara karena keseimbangan pun jadi terganggu.

  3. 3. Komponen plastik dan bodi motor pun pudar, serta rapuh

    ilustrasi perempuan naik motor (pexels.com/Stephen Leonardi)
    ilustrasi perempuan naik motor (pexels.com/Stephen Leonardi)

    Sinar ultraviolet (UV) dari teriknya sinar Matahari ternyata bisa berpotensi merusak lapisan cat pada motor. Warna bodi motor pun bisa sangat rentan terlihat lebih kusam, memudar, dan kehilangan kilau alaminya dalam waktu yang relatif cepat apabila tidak dilakukan perawatan yang tepat.

    Bagian bodi plastik murni nantinya akan menjadi lebih rapuh dan mudah retak pada saat terkena benturan ringan. Lapisan pelindung kabel-kabel listrik yang terbuat dari bahan sintetis sangat rentan mengeras dan pada akhirnya justru mudah mengelupas.

  4. 4. Kinerja aki menurun dan cairan lebih cepat menguap

    ilustrasi aki motor
    ilustrasi aki motor (unsplash.com/Declan Sun)

    Suhu panas yang cukup ekstrem di sekitar area mesin ternyata dapat mempercepat reaksi kimia internal di bagian dalam sel aki motor. Pada jenis aki yang basah, ternyata suhu tinggi bisa sangat rentan menyebabkan cairan elektrolit menguap lebih cepat dari batas normal yang ada.

    Sementara untuk jenis aki kering, panas berlebih bisa memicu pembengkakan pada bagian fisik aki, sehingga usia pakainya pun menjadi jauh lebih singkat dari semestinya. Aki yang sudah melemah tentu saja akan menyulitkanmu dalam menyalakan mesin kendaraan.

    Memahami berbagai risiko yang mungkin terjadi pada motor merupakan langkah penting untuk melakukan pencegahan. Pemeriksaan berkala pada sistem pendingin, ban, hingga kelistrikan motor tentu bisa menjadi langkah preventif untuk mencegah kerusakan serius. Ingatlah bahwa motor yang terawat di tengah kondisi cuaca ekstrem bukan hanya untuk menjamin kelancaran berkendara, namun juga sebagai cara untuk memastikan keselamatan berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More