Sebelum Panik Soal Mobil Listrik, Pahami Dulu 5 Fakta Keamanannya Ini

- Mobil listrik resmi wajib lolos uji kompatibilitas elektromagnetik dan verifikasi regulasi berlapis, termasuk pengujian emisi, imunitas, serta sistem manajemen baterai.
- Mati mendadak pada EV dapat dipicu aki 12 volt yang drop atau sistem proteksi tegangan tinggi yang mendeteksi kebocoran arus maupun koneksi kabel tidak stabil.
- Pengguna perlu rutin memperbarui perangkat lunak dan menservis sistem kelistrikan agar perbaikan bug, fitur keselamatan, serta performa kendaraan tetap terjaga.
Guys, tahu dong kalau belum lama sempat viral mobil listrik bisa mendadak mogok atau mati. saat melewati tempat tertentu. Padahal hal seperti ini gak hanya terjadi pada mobil listrik (Electric Vehicle/EV), tapi bisa terjadi juga di kendaraan konvensional (ICE).
Tapi karena mobil listrik atau EV menggunakan teknologi yang berbeda, cara memahami dan merawatnya pun perlu pendekatan yang berbeda. Sebelum panik atau antipati, yuk kenali dulu faktanya. Biar kamu paham kalau mobil EV itu sebenarnya aman semua!
1. Mobil EV sudah melalui homologasi yang ketat, apa itu?

Ilustrasi mobil listrik (123rf.com/vadimmashkov) Sebelum dijual resmi, setiap mobil listrik wajib lolos uji kompatibilitas elektromagnetik (EMC) sesuai standar internasional UNECE Regulation No. 10. Aturan ini menetapkan persyaratan EMC untuk kendaraan beserta seluruh komponen elektrik dan elektroniknya, dan menjadi kerangka wajib untuk type approval di banyak negara. Kendaraan harus lolos dua jenis uji yaitu batas emisi (radiasi dan konduksi harus di bawah ambang tertentu) dan imunitas (perangkat harus tetap berfungsi normal saat terkena gangguan elektromagnetik).
Khusus untuk EV, revisi terbaru regulasi ini bahkan menambahkan ketentuan khusus seperti pengujian imunitas pada Battery Management System (BMS) untuk memastikan operasi aman di bawah tekanan elektromagnetik. Jadi sebelum EV sampai ke jalan raya, ketahanannya terhadap medan elektromagnetik sudah diuji lebih dulu.
2. Wajib melewati perizinan juga!

Ilustrasi mobil listrik (123rf.com/fotosenukas) Proses ini bukan formalitas kosong, lho. Di Indonesia sendiri sudah punya contoh konkret penerapannya. Kementerian Perindustrian melalui ILMATE menyatakan pemerintah telah merampungkan regulasi terkait peta jalan kendaraan listrik berbasis baterai, sebagai turunan dari Perpres 55/2019.
Artinya, EV yang resmi dijual dan punya izin operasi di Indonesia sudah melalui proses verifikasi berlapis sebelum boleh melenggang di jalan, bukan sekadar lolos uji teknis di atas kertas, tapi juga memenuhi kerangka regulasi yang berlaku secara nasional.
3. Kamu sebagai user juga wajib tahu soal mobil yang kamu gunakan

Ilustrasi mobil listrik (123rf.com/photosvit) Banyak yang mengira satu-satunya sumber daya pada mobil listrik hanyalah baterai utamanya yang besar dan bertenaga tinggi. Padahal, hampir semua mobil listrik modern juga masih menggunakan aki kecil bertegangan 12 volt seperti pada mobil konvensional. Meski terlihat sepele, kalau baterai ini bermasalah, mobil listrik bisa mati total.
Dikutip dari kantor berita Antara News, pakar otomotif ITB, Agus Purwadi, menjelaskan ini sebagai penyebab paling umum EV mati mendadak: meskipun EV memiliki baterai traksi bertegangan tinggi, sistem komputer, lampu, dan sensor tetap dijalankan oleh baterai 12V biasa, dimana jika baterai ini drop, main relay gak bisa menutup sehingga daya dari baterai besar gak bisa mengalir ke motor penggerak, dan mobil akan mati total meskipun persentase baterai utama masih 80 persen.
Hal serupa juga jadi perhatian di industri otomotif global. Frank Hanley, Senior Director of Automotive Benchmarking, menyebut masalah baterai starter sebenarnya menjadi isu yang dialami di seluruh industri otomotif, bukan cuma EV namun ia mengakui ini menjadi salah satu growing pain point khusus pada kendaraan listrik karena sistemnya yang lebih kompleks dan baru. Menurutnya, ini adalah bagian dari learning curve, setiap kali ada teknologi dan fitur baru yang diperkenalkan, butuh waktu untuk menyempurnakannya.
4. Pengemudi wajib pahami sistem proteksi yang biasanya sudah diuji saat homologasi

Ilustrasi mobil listrik (123rf.com/gongzstudio) FYI nih, EV yang mati mendadak belum tentu rusak karena bisa jadi itu sistem proteksi otomatis yang sedang bekerja sesuai fungsinya. Seperti dikutip dari Antara News dari pakar otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa mobil listrik memiliki ketahanan tinggi terhadap gangguan elektromagnetik, sehingga kecil kemungkinan mobil listrik mati mendadak ketika melintasi jalur tertentu seperti kereta api misalnya.
Secara teknis, EV memiliki potensi yang sangat rendah untuk mati mesin secara mendadak akibat medan elektromagnetik. “Mobil listrik modern telah dirancang dengan pelindung interferensi elektromagnetik dan wajib lolos serangkaian uji kompatibilitas sebelum dipasarkan,” jelasnya.
Sementara itu, masih dari sumber yang sama, Agus Purwadi dari ITB menyoroti sisi lain dari sistem proteksi ini: sistem pengaman tegangan tinggi atau High Voltage Interlock Loop (HVIL) akan mematikan kendaraan secara otomatis jika terdeteksi gangguan seperti kebocoran arus atau koneksi kabel yang tidak stabil, jika sensor mendeteksi kebocoran arus ke sasis atau soket kabel tegangan tinggi yang longgar akibat guncangan, sistem akan langsung melakukan emergency shut-off dalam hitungan milidetik.
Dua penjelasan ini menegaskan hal yang sama yaitu mati mendadak pada EV sering kali adalah fitur keselamatan yang bekerja, bukan kegagalan produk dan sistem ini sudah diuji sejak proses homologasi.
5. Rutin update software dan servis sistem kelistrikannya biar awet dan tetap aman

Ilustrasi mobil listrik (123rf.com/gongzstudio) Semua syarat sudah lolos, tapi kelistrikan di EV kamu masih bikin kamu khawatir? Jika mau tetap aman, ada baiknya masukan ahli berikut ini jadi ‘obat penenang’ buat kamu.
Stacey Higginbotham dari Policy Fellow for Tech Advocacy di Consumer Reports, menegaskan pentingnya hal ini, “Risiko tidak melakukan update software jauh lebih besar dibanding potensi masalah yang mungkin timbul dari update itu sendiri. Jika mobil punya komponen software, tidak pernah menghubungkannya ke internet bisa berarti harus mengunjungi dealer setiap kali butuh update, atau bahkan tidak akan mendapat perbaikan bug dan fitur baru, yang pada akhirnya bisa membuat mobil itu menjadi kurang aman.”
Jadi, semuanya dalam mobil EV itu sangat terkait demi penggunaan yang aman dan jangka panjang. Inget ya, jangan ada yang kamu skip! Plus jangan lupa. safe drive ya guys! (WEB/TAMA)






















