Berapa Usia yang Tepat untuk Membeli Mobil? Ini Sarannya

Tidak ada usia wajib membeli mobil, tetapi minimal memiliki SIM adalah 17 tahun.
Namun, usia 18—21 tahun disebut batas minimal psikologis meski sebetulnya bisa berbeda tiap orang.
Sebelum kredit, cicilan idealnya maksimal 30—40 persen pendapatan bulanan. Pilih juga DP minimal 20 persen dan tenor maksimal lima tahun.
Membeli mobil pasti menjadi impian banyak orang. Dengan mobil kamu bisa bepergian dengan leluasa dan tak kehujanan atau kepanasan sehingga perjalanan terasa makin nyaman. Jika memiliki uang cukup, kebanyakan orang juga akan langsung beli mobil, baik secara cash atau kredit.
Nah, selain uang, usia juga menjadi faktor penting sebelum mobil. Jika masih belum cukup umur, kamu mungkin kebingungan ketika merawat, mengendarai, atau sekadar memperlakukan mobil di rumah.
Lantas, sebenarnya berapa usia yang tepat untuk membeli mobil? Cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk!
Table of Content
1. Berapa usia yang tepat untuk membeli mobil?
Tak ada aturan khusus terkait usia untuk membeli mobil. Namun, kamu harus mempertimbangkan berbagai hal secara matang.
Pertama, pastikan sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Berdasarkan Pasal 281 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, usia minimal untuk mengendarai kendaraan dan memiliki SIM adalah 17 tahun.
Meski begitu, bukan berarti kamu bisa membeli atau mengendarai mobil di usia 17 tahun. Pasalnya, usia tersebut masih masuk ke fase remaja di mana seseorang sangat labil dan belum memiliki kematangan emosional. Jika seseorang dengan usia 17 tahun ke bawah mengendarai mobil, ia bisa saja melanggar peraturan lalu lintas hingga membahayakan pengguna jalan lain.
Nah, umumnya sesorang akan mulai stabil, memiliki kematangan emosional, dan menjadi lebih peka ketika mencapai usia 18—21 tahun. Pada usia tersebut seseorang tetap memiliki konflik batin, tapi ia memiliki identitas kuat, mentalnya sudah terbentuk, dan mampu mengontrol emosi dengan baik.
Jika melihat dari sisi psikologis, 18—21 tahun adalah usia paling minimal untuk membeli mobil. Namun, usia tersebut tak absolut. Artinya, bisa saja seseorang baru mencapai kematangan emosional pada usia 22—25 tahun.
Oleh karenanya, usia terbaik dan paling ideal untuk beli mobil sejatinya tak lagi sama. Bisa jadi pada rentang 20-an atau lebih. Nah, kalau lebih tua, justru kamu makin matang dan bisa beli mobil dengan bebas.
2. Umur mobil bekas yang ideal untuk dibeli

ilustrasi mobil bekas (unsplash.com/Jakob Owens) Setelah menentukan usia pribadi, waktunya menganalisis umur mobil bekas yang layak dibeli. Mengapa mobil bekas? Pasalnya, unit bekas biasaya menjadi pilihan banyak orang ketika membeli mobil pertama. Umur mobil bekas juga penting karena menjadi faktor penentu performa, fitur, teknologi, kenyamanan, hingga harganya.
Jika mencari mobil bekas dengan performa terbaik, fitur paling canggih, dan desain, umur 1—2 tahun bisa jadi pilihan. Namun, mobil dengan umur semuda itu memiliki beberapa kekurangan, seperti harga tinggi dan pajak mahal. Alhasil, value dan price to performance-nya kurang tinggi.
Jika berpatokan pada value, mobil berusia 3—5 tahun bisa menjadi pilihan menarik. Umurnya masih terbilang muda, fiturnya canggih, dan desainnya modern. Mesin mobil berumur 3—5 tahun umumnya juga masih sehat dan kondisi fisiknya cenderung mulus. Selain itu, depresiasi harganya cukup besar, mencapai 30 persen, bahkan lebih.
Ada juga mobil berumur 5 tahun ke atas yang cocok buat orang dengan bujet tipis. Harganya jadi yang paling murah, bahkan depresiasinya bisa lebih dari 40 persen tergantung umurnya.
Meski begitu, membeli mobil berumur 5 tahun ke atas cukup berisiko. Mesinnya sudah tak berada di kondisi prima, bodinya rawan lecet, bahkan banyak komponen yang rusak. Jika memutuskan untuk membelinya, kamu harus menyiapkan uang lebih untuk melakukan perbaikan dan restorasi.
3. Perhitungan income sebelum kredit mobil
Orang yang pertama beli mobil biasanya akan menggunakan metode kredit. Jika ditotal harganya memang lebih tinggi daripada membeli mobil menggunakan metode cash. Namun, tanggungan yang dibayar menjadi lebih ringan karena tak harus mengeluarkan uang jumlah fantastis dalam satu waktu.
Kamu juga harus cermat dalam melakukan kredit, jangan sampai membebani diri sendiri dan tak boleh melebihi income atau pendapatan. Idealnya, angsuran atau kreditan tidak boleh lebih dari 30—40 persen income bulanan. Jika bisa lebih rendah, seperti 25 persen, juga tak masalah. Pastikan juga pendapatan bulananmu stabil agar tidak terjadi kemacetan dalam proses kredit.
Contohnya, jika memiliki gaji Rp4 juta per bulan idealnya kamu melakukan cicilan sebesar Rp1,2 jutaan. Jika gajimu Rp8 juta per bulan, cicilannya sekitar Rp2,4 jutaan. Adapun cicilan Rp3,6 jutaan bisa menjadi pilihan buat kamu yang gajinya Rp12 juta per bulan. Semua perhitungan tersebut didasarkan pada 30 persen dari pendapatan bulanan.
Selain cicilan bulanan, kamu juga harus mencermati uang muka (DP) dan tenor. Usahakan cari cicilan dengan DP minimal 20 persen agak proses angusurannya lebih ringan. Pastikan juga kamu memilih tenor yang tidak terlalu panjang, maksimal 5 tahun.
Tenor di atas 5 tahun memang akan terasa lebih ringan. Namun, waktu cicilannya jadi lebih panjang, bunganya akan membengkak, dan harga mobil juga makin tinggi jika ditotal.
Sekarang kamu sudah punya gambaran berapa usia yang tepat untuk membeli mobil. Jadi, kamu tak perlu terburu-buru, ya. Belilah mobil dengan memikirkan secara matang supaya lebih bijak.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















