Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Klaim Jarak Tempuh Mobil Listrik Pabrikan, Sering Tidak Sesuai?

Kenapa Klaim Jarak Tempuh Mobil Listrik Pabrikan, Sering Tidak Sesuai?
ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Antoni Shkraba)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Klaim jarak tempuh mobil listrik berasal dari pengujian laboratorium bersuhu stabil tanpa hambatan angin, kemacetan, atau kontur jalan, sehingga berbeda dengan penggunaan harian.
  • Di jalan raya, rute bervariasi serta pola berhenti-jalan menguras baterai lebih cepat; akselerasi mendadak dan kecepatan tinggi juga menurunkan efisiensi energi.
  • Penggunaan AC, hiburan, dan lampu, ditambah suhu ekstrem serta beban penumpang atau barang, membuat baterai dan motor bekerja lebih berat sehingga jarak tempuh berkurang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak pemilik mobil listrik mendapati bahwa daya tahan baterai kendaraan di lapangan sering kali tidak sepanjang angka klaim brosur resmi. Perbedaan angka jarak tempuh ini kerap menimbulkan kekecewaan bagi konsumen yang mengharapkan efisiensi maksimal.

Kondisi jalanan nyata yang dinamis serta berbagai faktor eksternal menjadi penyebab utama perbedaan angka tersebut. Memahami celah antara pengujian laboratorium dan kondisi berkendara harian sangat penting sebelum menilai kinerja sebuah mobil listrik.

1. Perbedaan kondisi pengujian laboratorium dengan situasi jalan raya

ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

Pabrikan mengukur jarak tempuh mobil listrik menggunakan simulasi laboratorium dengan suhu udara yang sudah diatur secara konstan. Jalanan di dalam ruangan tes tersebut tidak memiliki hambatan angin, kemacetan lalu lintas, maupun kontur jalanan yang naik turun.

Sementara di dunia nyata, kendaraan harus melintasi rute yang bervariasi serta berhenti dan berjalan akibat kepadatan lalu lintas. Hambatan alami di jalan raya ini menyedot daya baterai jauh lebih cepat dibandingkan dengan kondisi ideal saat pengujian pabrikan.

2. Pengaruh gaya berkendara dan penggunaan fitur pendukung

Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif
Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)

Gaya mengemudi memberikan dampak yang sangat besar terhadap efisiensi penggunaan energi baterai mobil listrik. Akselerasi yang dilakukan secara mendadak serta berkendara dalam kecepatan tinggi akan menguras daya listrik secara signifikan dalam waktu singkat.

Selain gaya berkendara, pengoperasian pendingin udara atau sistem pendingin kabin juga membutuhkan pasokan listrik yang cukup besar. Penggunaan fitur hiburan dan lampu kendaraan secara bersamaan turut memperpendek jarak tempuh efektif yang dapat ditempuh kendaraan.

3. Dampak suhu cuaca eksternal dan beban muatan kendaraan

ilustrasi bagasi mobil
ilustrasi bagasi mobil (pexels.com/chiccododyfc)

Suhu lingkungan sekitar sangat mempengaruhi efisiensi kerja reaksi kimia di dalam sel baterai kendaraan listrik. Cuaca yang terlalu panas maupun terlalu dingin dapat menurunkan kinerja efisiensi baterai dalam menyimpan serta menyalurkan daya listrik.

Beban muatan tambahan seperti jumlah penumpang yang penuh serta barang bawaan di dalam bagasi juga menambah bobot total kendaraan. Beban ekstra ini memaksa motor listrik bekerja lebih keras sehingga mengonsumsi energi baterai secara lebih boros dari biasanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More