Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Cuma Lihat Jarak Tempuh Mobil EV, Lihat Juga NEDC dan WLTP!

Jangan Cuma Lihat Jarak Tempuh Mobil EV, Lihat Juga NEDC dan WLTP!
ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Benjamin Brunner)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Klaim jarak tempuh mobil listrik tidak cukup dinilai dari kapasitas baterai; calon pembeli perlu memeriksa standar pengujian yang digunakan dalam brosur.
  • NEDC diuji di laboratorium dengan kondisi ideal, seperti suhu konstan dan hambatan minim, sehingga hasil jarak tempuhnya cenderung terlalu optimistis untuk pemakaian nyata.
  • WLTP memakai simulasi lebih beragam dan realistis; jika memakai NEDC, jarak tempuh nyata biasanya berkurang sekitar 20–30 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tren kepemilikan mobil listrik semakin meningkat seiring dengan tingginya kesadaran akan kendaraan ramah lingkungan. Saat memilih mobil listrik impian, calon pembeli umumnya berfokus pada klaim kapasitas baterai dan jarak tempuh maksimal dalam sekali pengisian.

Namun, angka jarak tempuh yang tertera pada brosur promosi tidak bisa ditelan bulat-bulat begitu saja. Memahami standar pengujian seperti nedc dan wltp sangat penting agar tidak terkecoh oleh angka klaim yang kurang realistis.

1. Mengenal standar NEDC yang cenderung terlalu optimistis

Mobil listrik dan stasiun pengisian daya.
Mobil listrik dan stasiun pengisian daya.(pixels.com/smart-me AG)

New european driving cycle atau NEDC merupakan salah satu metode pengujian standar paling lama yang digunakan untuk mengukur jarak tempuh mobil listrik. Pengujian ini dilakukan di dalam laboratorium dengan kondisi lingkungan yang sangat ideal serta terkontrol ketat.

Kondisi pengujian yang minim hambatan angin, suhu konstan, serta akselerasi yang sangat halus membuat hasil NEDC cenderung sangat tinggi. Angka jarak tempuh dari standar ini biasanya sulit dicapai saat mobil dikendarai di jalan raya dalam kondisi nyata.

2. Standar WLTP yang lebih mendekati kondisi berkendara nyata

Proses pengecasan mobil listrik
Ilustrasi pengecasan mobil listrik.(Unsplash/ smart-me AG)

Worldwide harmonized light vehicles test procedure atau WLTP hadir sebagai metode pengujian yang lebih modern dan ketat. Metode ini merancang simulasi berkendara yang mencakup berbagai variasi kecepatan, gaya berkendara, serta beban kendaraan yang lebih beragam.

Hasil pengujian WLTP menghasilkan angka jarak tempuh yang jauh lebih realistis untuk dijadikan acuan harian. Perbedaan angka antara hasil WLTP dan penggunaan di dunia nyata relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan hasil pengujian NEDC.

3. Cara bijak membaca spesifikasi jarak tempuh sebelum membeli

ilustrasi sebuah mobil listrik yang sedang diisi daya
ilustrasi sebuah mobil listrik yang sedang diisi daya (pexels.com/Mike Bird)

Calon pembeli wajib mengidentifikasi jenis standar pengujian yang digunakan oleh produsen dalam brosur spesifikasi kendaraan. Jika spesifikasi menggunakan standar nedc, angka jarak tempuh nyata biasanya akan berkurang sekitar 20 hingga 30 persen.

Memilih mobil listrik dengan mengacu pada standar wltp akan memberikan gambaran estimasi penggunaan harian yang jauh lebih akurat. Langkah ini sangat membantu dalam merencanakan rute perjalanan dan pengisian daya tanpa khawatir kehabisan baterai di tengah jalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More