ilustrasi BYD ATTO 1 (byd.com)
Menurut Altavilla, kebutuhan BYD dalam jangka panjang mencakup tiga pabrik perakitan kendaraan dan satu pabrik baterai. Ia mengatakan fasilitas tersebut diperlukan agar perusahaan dapat mencapai target volume sekaligus memenuhi berbagai regulasi yang berlaku di Eropa.
“Over the longer term, we will need three assembly plants and one battery plant,” ujar Altavilla kepada Reuters, seperti dikutip Carscoops.com. Ia menambahkan bahwa rencana tersebut tidak akan terwujud dalam waktu singkat, tetapi diperlukan untuk mencapai target volume BYD sekaligus memenuhi regulasi Eropa.
Ekspansi ini juga tidak terlepas dari perubahan penjualan BYD di pasar global. Penjualan domestiknya di China tahun ini turun 32,7 persen menjadi 1,505 juta unit. Sebaliknya, pengiriman kendaraan ke pasar internasional melonjak. BYD memperkirakan penjualan internasional sepanjang 2026 dapat mencapai 1,9 juta hingga 2 juta kendaraan, sehingga kebutuhan fasilitas produksi lokal di Eropa menjadi semakin penting.