Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BYD Uji Coba Flash Charge 1.500 kW: Tiga Kali Lipat Kekuatan Tesla

BYD Uji Coba Flash Charge 1.500 kW: Tiga Kali Lipat Kekuatan Tesla
BYD Sealion 7 (byd.com)
Intinya Sih
  • BYD tengah menguji teknologi "Flash Charge" 1.500 kW di Shenzhen, China, yang tiga kali lebih kuat dari Supercharger Tesla dan dirancang untuk memangkas waktu pengisian kendaraan listrik secara drastis.
  • Sistem ini terintegrasi dengan aplikasi pintar "Flash Charging" yang mendukung fitur plug and charge, aktivasi otomatis dalam 10 detik, serta tarif kompetitif sekitar 1,3 yuan per kWh.
  • Beberapa model premium BYD ikut uji coba dan perusahaan menargetkan pembangunan lebih dari 4.000 stasiun mandiri di China, dengan potensi ekspansi hingga 15.000 titik bersama mitra lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dunia kendaraan listrik baru saja dikejutkan oleh langkah besar BYD yang sedang menguji coba jaringan pengisian daya tingkat megawatt di Shenzhen, China. Teknologi yang disebut "Flash Charge" ini memiliki daya puncak hingga 1.500 kW, sebuah angka fantastis yang hampir melipatgandakan standar pengisian cepat yang ada saat ini.

Kehadiran stasiun pengisian daya super cepat ini terendus melalui pengujian internal di dekat markas besar BYD, lengkap dengan infrastruktur pendingin cairan yang canggih. Langkah ini menandakan ambisi besar BYD untuk menghapus kecemasan pengisian daya bagi para pemilik mobil listrik dengan menghadirkan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya.

1. Spesifikasi monster yang melampaui standar industri

penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)
penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Berdasarkan laporan yang dilansir dari carnewschina.com, papan nama pada perangkat pengisian daya yang bocor menunjukkan output puncak mencapai 1.500 kW dengan kemampuan arus hingga 1.500 A. Sistem ini dibangun di atas arsitektur listrik 1.000 V, yang secara teori mampu mengisi daya kendaraan dalam waktu yang jauh lebih singkat daripada teknologi pengisian konvensional.

Sebagai perbandingan, Supercharger Tesla V4 yang digunakan di China saat ini hanya mendukung daya puncak hingga 500 kW untuk kendaraan penumpang. Artinya, perangkat Flash Charge milik BYD memiliki kekuatan tiga kali lipat lebih besar dari milik Tesla dan dua kali lipat lebih kuat dibanding pengisi daya publik tercepat di China yang umumnya berada di rentang 600 kW. Pengujian ini dibatasi untuk kendaraan khusus yang mampu menerima input daya di atas 1.000 kW, dengan sistem otomatis yang akan memutus pengisian saat baterai mencapai 97%.

2. Integrasi aplikasi pintar dan pengalaman "plug and charge"

mobil listrik sedang di charge (pexels.com/Kindel media)
mobil listrik sedang di charge (pexels.com/Kindel media)

Selain infrastruktur fisik yang terlihat seperti area pengisian bahan bakar konvensional, BYD juga menyiapkan ekosistem digital melalui aplikasi "Flash Charging" yang sudah tersedia di platform Android. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mencari stasiun terdekat dan mendukung aktivasi otomatis tanpa perlu memindai kode QR. Pengguna melaporkan bahwa proses pengisian dimulai hanya dalam waktu sekitar 10 detik setelah kabel dicolokkan ke kendaraan.

Data dari uji coba tersebut menunjukkan rincian harga yang cukup kompetitif, yakni sekitar 1,3 yuan per kWh (setara 0,18 USD), yang terbagi atas biaya listrik dan biaya layanan. Menariknya, tersiar kabar bahwa pembeli kendaraan yang kompatibel dengan teknologi ini akan mendapatkan kuota listrik gratis sebesar 1.000 kWh per tahun. Integrasi dengan sistem kredit juga terlihat dalam tangkapan layar aplikasi yang beredar, memberikan kemudahan transaksi bagi para pengguna setianya.

3. Model kendaraan yang mendukung dan rencana ekspansi global

BYD Seal (byd.com)
BYD Seal (byd.com)

Beberapa model premium BYD terpantau menjadi partisipan dalam uji coba ini, ditandai dengan lencana "Flash Charge" di bagian belakang kendaraan. Kendaraan tersebut meliputi BYD Tang 9, Song Ultra, Seal 07, Denza Z9 GT, hingga seri FCB Tai yang akan datang. Fokus pada model-model kelas atas ini menunjukkan bahwa teknologi megawatt tersebut memang disiapkan untuk baterai berkapasitas besar dengan manajemen suhu yang mumpuni.

Mengenai jangkauan infrastrukturnya, laporan awal menunjukkan BYD menargetkan pembangunan lebih dari 4.000 stasiun pengisian mandiri di seluruh negeri. Jika ditambah dengan jaringan kerja sama dengan mitra seperti XiaoJu Charging, total lokasinya diprediksi bisa melampaui 15.000 titik. Meski jadwal peluncuran resmi belum diumumkan, industri otomotif kini menanti data performa nyata, seperti berapa banyak jarak tempuh yang bisa didapat hanya dalam pengisian selama lima menit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More