Jangan Tertipu, Begini Cara Mengecek Data Mobil Bekas

- Pembeli mobil bekas perlu mencocokkan STNK dan BPKB dengan nomor polisi, identitas kendaraan, nomor rangka, nomor mesin, serta memastikan hubungan penjual dengan pemilik tercatat jelas.
- Status pajak wajib diperiksa melalui layanan resmi Samsat, termasuk masa berlaku dan tunggakan, agar pembeli mengetahui kewajiban biaya kendaraan sebelum transaksi.
- Periksa keaslian nomor rangka dan mesin, tanyakan riwayat kecelakaan, banjir, atau masalah hukum, serta gunakan bantuan pihak berpengalaman untuk menilai kendaraan dan dokumen.
Membeli mobil bekas tidak cukup hanya melihat kondisi bodi dan mencoba performanya di jalan. Ada satu hal penting yang sering luput diperiksa, yaitu data kendaraan dan kelengkapan dokumennya.
Kesalahan dalam mengecek data mobil bekas bisa menimbulkan masalah setelah transaksi selesai. Mulai dari dokumen tidak sesuai hingga kesulitan saat balik nama. Karena itu, lakukan beberapa pemeriksaan berikut sebelum mobil benar-benar dibeli.
1. Cocokkan data STNK dan BPKB

ilustrasi beli mobil bekas (pexels.com/Vitaly Gariev) Langkah pertama adalah memeriksa STNK dan BPKB. Pastikan nomor polisi, merek, tipe, tahun pembuatan, nomor rangka, serta nomor mesin yang tercantum pada dokumen sesuai dengan kondisi kendaraan. Jangan hanya melihat dokumen sekilas, tetapi cocokkan satu per satu dengan mobil.
Periksa juga nama pemilik yang tercantum dalam STNK dan BPKB. Jika mobil masih atas nama pemilik sebelumnya, pastikan penjual memiliki hubungan yang jelas dengan pemilik tersebut. Kelengkapan dokumen akan sangat membantu ketika proses balik nama dilakukan setelah transaksi.
2. Cek status pajak kendaraan

ilustrasi beli mobil bekas (pexels.com/Vitaly Gariev) Status pajak juga tidak boleh dilewatkan ketika membeli mobil bekas. Pajak yang sudah jatuh tempo atau memiliki tunggakan dapat menambah biaya yang harus dikeluarkan setelah kendaraan dibeli. Karena itu, cek masa berlaku pajak dan jumlah kewajiban yang harus dibayarkan.
Pengecekan dapat dilakukan melalui layanan resmi Samsat yang tersedia di wilayah masing-masing. Jangan hanya mengandalkan informasi dari penjual. Pastikan data yang diperoleh sesuai dengan kendaraan yang akan dibeli agar tidak ada biaya tambahan yang baru diketahui setelah transaksi selesai.
3. Pastikan kendaraan bukan bermasalah

ilustrasi beli mobil bekas (freepik.com/freepik) Selain dokumen, pastikan status kendaraan juga aman. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memeriksa nomor rangka dan nomor mesin untuk memastikan tidak ada tanda-tanda perubahan atau ketidaksesuaian. Jika ditemukan kejanggalan, jangan terburu-buru melanjutkan transaksi.
Riwayat kendaraan juga layak ditanyakan kepada penjual. Tanyakan apakah mobil pernah mengalami kecelakaan berat, terendam banjir, atau mengalami masalah hukum. Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan bersama pihak yang memahami kendaraan dan dokumen agar kondisi mobil bisa dinilai secara lebih objektif.
Mengecek data mobil bekas sebelum membeli memang membutuhkan waktu, tetapi langkah ini jauh lebih aman dibandingkan harus menghadapi masalah setelah transaksi. Jangan hanya terpaku pada harga murah atau kondisi eksterior yang terlihat menarik.
Pastikan dokumen, identitas kendaraan, status pajak, serta kondisi fisiknya benar-benar sesuai. Dengan pemeriksaan yang teliti sejak awal, risiko tertipu ketika membeli mobil bekas bisa ditekan dan proses balik nama pun dapat berjalan lebih lancar.
















