6 Cara Menghemat Baterai Mobil Listrik Saat Perjalanan Jauh

- Mobil listrik bisa digunakan untuk berlibur jarak jauh dengan beberapa tips hemat baterai.
- Gunakan Mode Eco, optimalkan sistem pengereman regeneratif, atur suhu dengan baik, perhatikan kecepatan, dan pakai pengisian cepat saat mengecas.
- Persiapkan mobil sebelum dipakai dengan matang untuk menjamin kenyamanan dan keawetan baterai mobil listrik.
Mobil listrik tak hanya cocok dipakai di dalam kota untuk perjalanan jarak pendek. Nyatanya, kendaraan ini juga bisa dibawa berlibur dan mengarungi perjalanan panjang. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berlibur menggunakan mobil listrik. Salah satunya ada keawetan baterai mobil. Pasalnya, tempat pengecasan mobil listrik belum tersebar secara merata di Indonesia.
Nah, sebagai antisipasi cara menghemat baterai mobil listrik bisa kamu terapkan. Yuk, simak tipsnya di sini!
Table of Content
1. Gunakan mode Eco
Mobil listrik sudah canggih karena memiliki mode Eco. Seperti namanya, mode tersebut merupakan fitur yang memungkinkan mobil mengatur daya hingga kecepatan demi efisiensi maksimal sehingga memberikan ketahanan tinggi.
Saat mode Eco dinyalakan, mobil dapat mengatur ulang responsivitas pedal gas, membatasi akselerasi, menyesuaikan sistem pendingin, dan memprioritaskan efisiensi daya. Jadi, baterai mobil bisa tetap awet selama menempuh perjalanan ratusan kilometer.
Lebih lanjut, ketika mode tersebut nyala mobil tak akan terpacu hingga maksimal setiap saat. Namun, pada saat-saat penting, seperti hendak menyalip, mobil tetap mampu melaju dengan gesit. Selain itu, mode tersebut juga bisa memberikan kenyamanan maksimal bagi penumpang. Oleh karenanya, ketika hendak berlibur, pastikan Eco sudah menyala pada awal perjalanan dan jadikan sebagai mode standar, ya.
2. Optimalkan sistem pengereman regeneratif

Pengereman regeneratif bisa mengubah energi kinetik menjadi listrik saat mobil melambat. Sistem ini harus dimaksimalkan agar baterai makin awet dan tidak cepat habis sepanjang perjalanan.
Dilansir Otospector, caranya dengan mengurangi penggunaan rem. Dalam hal ini, gunakanlah rem saat benar-benar dibutuhkan saja. Ketika hendak melambatkan mobil, kamu bisa mengandalkan metode lain seperti mengurangi tekanan pada gas agar kendaraan bisa melambat secara perlahan.
Praktik tersebut sangat ideal saat digunakan di lampu merah atau ketika hendak berhenti dengan santai. Nah, agar sistem pengeram regenatif makin optimal, usahakan selalu tenang dan santai saat berkendara. Jangan sering ngebut, pacu kendaraan dengan sewajarnya, hindari menginjak rem secara mendadak, dan nikmati perjalanan tanpa harus terburu-buru, ya.
3. Atur suhu dengan baik
Suhu tinggi adalah musuh terbesar bagi baterai mobil listrik. Jadi, pengaturan suhu mobil menjadi aspek yang sangat krusial. Salah satu cara pengaturan suhu adalah menentukan tempat parkir. Agar suhu mobil tetap terjaga, kamu tak boleh parkir di tempat terik atau terkena sinar matahari secara langsung. Andaipun terpaksa melakukannya, jangan parkir terlalu lama.
Di luar itu, suhu di dalam kabin juga harus terjaga, usahakan berada pada 24β25 derajat Celsius. Untuk menghemat penggunaan baterai dan tetap menjaga suhu, kamu bisa membuka jendela saat mobil dipacu pada kecepatan rendah (di bawah 60 km/jam). Saat mobil sedang dicas penggunaan fitur pra-kondisi kabin juga efektif karena bisa mendinginkan kabin menggunakan energi listrik dan tidak memakan daya dari baterai.
4. Perhatikan kecepatan
Saat mobil dipacu terlalu cepat, hambatan udara akan meningkat dan mesin bekerja lebih keras, hingga akhirnya konsumsi daya baterai juga membesar. Untuk mencegah hal tersebut, memperhatikan kecepatan mobil saat melaju. Jangan pacu mobil pada kecepatan tinggi setiap saat. Sebaliknya, hanya gunakan kecepatan tinggi ketika momen tertentu, misalnya melintasi jalan tol, ketika hendak menyalip, atau tanjakan tinggi.
Jika ingin mengatur kecepatan secara otomatis, fitur Cruise Control juga bisa membantu. Fitur tersebut bisa menstabilkan kecapatan mobil dan mencegah akselerasi atau deakselerasi yang tidak perlu.
5. Pakai pengisian cepat saat mengecas

Perjalanan jarak jauh tentu membuat baterai mobil berkurang. Jika kurang cermat, bahkan baterai bisa berkurang hingga mencapai daya 20 atau 15 persen.
Kalau hal tersebut terjadi kamu bisa memanfaatkan fitur pengisian cepat yang tersedia di semua jenis mobil listrik. Salah satunya adalah fitur pengisian cepat DC charging yang mampu mengisi baterai dari 20 hingga 80 persen dalam waktu 30 menit saja. Jadi, sembari mengecas kamu dan keluarga bisa menunggu sembari makan atau beristirahat.
6. Cek dan persiapkan mobil sebelum dipakai
Dari semua tips tersebut, ada satu yang sangat penting dan tak boleh dilewatkan, yaitu persiapan matang sebelum mulai berjalan. Persiapan yang matang bisa menjamin baterai tetap awet, mobil berjalan dengan optimal, dan perjalanan lancar hingga tujuan.
Perencaan perjalanan mencakup berbagai aspek, seperti cari rute terbaik, cek kondisi mobil, periksa ban, status sistem pendingin, dan cas baterai hingga penuh sebelum digunakan. Tak ada yang tahu kejadian apa yang akan terjadi selama perjalanan. Jadi, rencana matang dan pemeriksaan mendalam wajib dilakukan.
Itulah enam cara menghemat baterai mobil listrik saat perjalanan jauh. Semua hal tersebut sangat penting karena mampu menjamin keselataman, kenyamanan, dan kondisi baterai mobil.
FAQ seputar cara menghemat baterai mobil listrik
| Apakah mobil listrik bisa dipakai untuk perjalanan jauh? | Tentu, mobil listrik bisa dan cocok dipakai untuk perjalanan jauh hingga ratusan kilometer. |
| Apakah mobil listrik bisa melewati tanjakan atau jalanan dataran tinggi? | Iya, mobil listrik mampu melewati tanjakan atau dataran tinggi sehingga bisa digunakan untuk berlibur ke pegunungan yang indan nan menawan. |
| Apa yang terjadi jika baterai mobil listrik benar-benar kehabisan daya? | Jika baterai habis, maka mobil akan berhenti, tidak bisa berjalan, dan semua sistem elektronik mati. |


















