Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Changan Raih Lisensi Autonomous Driving Level 3 di China
Menjadi salah satu merek otomotif pertama yang dapat lisensi Level 3 (Dok. Changan)
  • Changan Automobile resmi memperoleh lisensi Autonomous Driving Level 3 dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, menjadikannya salah satu merek otomotif pertama yang mendapat izin tersebut.
  • Lisensi ini memungkinkan mobil penumpang Changan beroperasi secara otonom di kondisi lalu lintas tertentu, terutama di jalan tol dan jalur perkotaan Chongqing dengan kecepatan maksimal 50 km/jam.
  • Pencapaian ini didukung pengujian lebih dari 5 juta kilometer serta arsitektur Software Defined Architecture (SDA) dan sistem keamanan tertutup untuk memastikan keselamatan dan keandalan teknologi otonomnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Changan Automobile kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan teknologi kendaraan otonom.

Pabrikan asal China tersebut menjadi salah satu merek otomotif pertama dari negara itu yang memperoleh persetujuan akses produk untuk teknologi Autonomous Driving Level 3 (L3) dari otoritas regulator industri.

Lisensi tersebut diberikan oleh China Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) sebagai bagian dari kelompok pertama yang diizinkan mengoperasikan sistem pengemudian otonom bersyarat di China.

Pencapaian ini sekaligus menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan kendaraan cerdas dan terhubung (intelligent and connected vehicle) di pasar otomotif global.

1. Teknologi otonom untuk kondisi lalu lintas tertentu

Changan raih lisensi Autonomous Driving Level 3 (Dok. Changan)

Dengan lisensi ini, salah satu mobil penumpang Changan kini dapat beroperasi dalam mode pengemudian otonom Level 3 pada kondisi tertentu. Sistem tersebut memungkinkan kendaraan mengambil alih kendali saat berkendara di satu lajur pada ruas jalan tol maupun jalan layang perkotaan tertentu di Chongqing, China.

Teknologi ini dirancang untuk bekerja terutama dalam situasi kemacetan lalu lintas dengan batas kecepatan maksimal hingga 50 km/jam. Pada tahap awal implementasi, sistem otonom ini akan digunakan di jalur strategis seperti inner ring expressway dan jalur lingkar dalam baru sebelum nantinya diperluas secara bertahap.

“Pencapaian Changan Automobile sebagai salah satu brand otomotif China pertama yang meraih lisensi Autonomous Driving Level 3 merupakan tonggak penting, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perkembangan industri otomotif global,” ujar CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, Kamis (5/3/2026).

2. Didukung pengujian jutaan kilometer

Pengujian dilakukan Changan pada dua model baterai (Changan)

Keberhasilan Changan meraih lisensi tersebut tidak lepas dari proses validasi sistem yang sangat intensif. Perusahaan mencatat total pengujian di jalan raya dunia nyata mencapai lebih dari 5 juta kilometer untuk memastikan keandalan teknologi otonom yang dikembangkan.

Dalam proses tersebut, Changan memetakan 185 kategori skenario berkendara, bahkan melampaui standar regulasi hingga 49 persen. Pengujian juga banyak difokuskan pada kondisi ekstrem guna memastikan sistem mampu merespons berbagai risiko saat berkendara.

Secara teknis, sistem ini disebut mampu menangani satu skenario risiko kompleks setiap 38,9 kilometer. Angka tersebut menunjukkan tingkat kesiapan teknologi dalam menghadapi berbagai situasi lalu lintas di bawah batasan Operational Design Conditions (ODC) yang telah ditetapkan.

3. Arsitektur SDA jadi fondasi teknologi

Tawarkan berbagai promo menarik selama IIMS 2026 (Changan)

Pengembangan Autonomous Driving Level 3 Changan didukung oleh kerangka kerja Software Defined Architecture (SDA) yang dikembangkan secara mandiri oleh perusahaan. Platform ini memungkinkan integrasi sistem mulai dari tahap desain teknologi hingga produksi massal kendaraan.

Changan juga menerapkan pendekatan closed-loop safety system untuk memastikan keamanan kendaraan otonom sepanjang siklus hidup produk. Pendekatan ini mencakup empat pilar utama, yakni functional safety, Safety of the Intended Functionality (SOTIF), keamanan siber, serta perlindungan data kendaraan.

Untuk memastikan sistem bekerja aman di jalan raya, Changan mengoperasikan platform pemantauan berbasis cloud yang telah berjalan stabil selama 18 bulan. Platform tersebut bekerja 24 jam untuk mendeteksi anomali, menganalisis risiko, dan memberikan peringatan dini apabila ditemukan potensi masalah pada kendaraan.

Melalui teknologi ini, Changan berharap sistem pengemudian otonom dapat menghadirkan tingkat keselamatan dan kenyamanan yang lebih tinggi bagi pengguna, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan mobilitas cerdas di masa depan.

Editorial Team