Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dominasi CATL di Pasar Baterai Mobil Listrik Tiongkok pada 2026

Dominasi CATL di Pasar Baterai Mobil Listrik Tiongkok pada 2026
Ilustrasi CATL. (catl.com)
Intinya Sih
  • CATL memimpin pasar baterai EV Tiongkok dengan pangsa 47% dan volume instalasi 28.694 MWh pada April 2026, tumbuh 30,2% berkat dukungan konsumen besar seperti Geely dan Xiaomi.
  • FinDreams, anak usaha BYD, menempati posisi kedua dengan 18,3% pangsa pasar meski turun 3,2%, masih bergantung pada ekosistem BYD namun mulai memperluas pasokan ke merek lain.
  • CALB, Gotion High-tech, dan EVE Energy mencatat pertumbuhan tahunan tinggi di atas 25%, menunjukkan dinamika baru di pasar dengan pola kemitraan unik antara produsen baterai dan pembuat mobil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pasar baterai kendaraan listrik (EV) di Tiongkok semakin menunjukkan dominasi yang kuat oleh beberapa pemain besar. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kerui untuk bulan April 2026, peta persaingan di industri ini tetap stabil dengan tingkat pemusatan pasar yang sangat tinggi.

Raksasa teknologi baterai, CATL, terus memperkokoh posisinya di garda terdepan dengan menguasai hampir separuh pasar domestik. Sementara itu, FinDreams yang terafiliasi dengan BYD dan perusahaan CALB menyusul di peringkat kedua dan ketiga dalam persaingan ketat ini.

1. Dominasi mutlak CATL dengan basis konsumen raksasa otomotif

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

CATL berhasil mencatat volume instalasi baterai yang sangat masif, yakni mencapai 28.694 MWh pada bulan April 2026. Angka ini merepresentasikan lonjakan pertumbuhan tahunan yang mengesankan sebesar 30,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Keunggulan mutlak perusahaan ini ditopang oleh basis pelanggan mereka yang sangat beragam dan mencakup deretan produsen otomotif arus utama.

Tercatat bahwa Geely menjadi konsumen terbesar dengan kontribusi sebesar 9,5 persen dari total instalasi CATL, diikuti oleh Changan sebesar 8,9 persen, Xiaomi sebesar 8,5 persen, Li Auto sebesar 8,3 persen, dan Nio sebesar 6,6 persen. Dengan mencengkeram 47,0 persen pangsa pasar, CATL membuktikan diri sebagai tulang punggung utama bagi industri kendaraan listrik di Tiongkok.

2. FinDreams membayangi di posisi kedua meski ada sedikit penurunan

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

FinDreams, anak perusahaan manufaktur baterai milik BYD, mengamankan posisi kedua dengan volume instalasi sebesar 11.133 MWh dan berhasil mengantongi 18,3 persen pangsa pasar. Walaupun tetap perkasa, mereka mengalami sedikit penurunan tahunan sebesar 3,2 persen. Ekosistem internal BYD masih menjadi motor penggerak utama bagi FinDreams, di mana sekitar 58,0 persen dari seluruh pasokan baterainya dialokasikan khusus untuk mobil-mobil BYD.

Meski sangat bergantung pada induk usahanya, mereka juga mulai menyuplai merek lain. Menariknya, Xiaomi menjelma sebagai pelanggan eksternal terbesar bagi FinDreams dengan porsi 7,5 persen, disusul oleh Fang Cheng Bao sebesar 7,0 persen, Xpeng sebesar 5,3 persen, dan Denza sebesar 5,1 persen.

3. Pertumbuhan pesat produsen papan tengah dan dinamika keunikan konsumen

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Posisi ketiga hingga kelima secara berurutan ditempati oleh CALB dengan volume 5.198 MWh, Gotion High-tech dengan 3.705 MWh, dan EVE Energy sebesar 2.550 MWh. Ketiga perusahaan ini menunjukkan momentum pertumbuhan yang sangat agresif, dengan tingkat kenaikan tahunan masing-masing mencapai 50,1 persen, 25,2 persen, dan 27,2 persen. Sebaliknya, peringkat enam hingga sepuluh dihuni oleh Rept Battero, Zenergy, Svolt, Sunwoda, dan Energee milik Geely dengan pangsa pasar berkisar antara 1,5% hingga 3,1%.

Data ini memunculkan keunikan tersendiri di pasar di mana Leapmotor tercatat menjadi konsumen nomor satu bagi tiga produsen baterai sekaligus, yaitu Gotion, Zenergy, dan Svolt. Di sisi lain, fenomena menarik terjadi pada Svolt, karena Great Wall Motor yang merupakan perusahaan induknya justru tidak menjadi pelanggan terbesar bagi anak perusahaan baterainya sendiri tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More