Strategi Baterai Baru Changan Siap Hadapi Iklim Ekstrem

- Baterai sodium-ion disiapkan untuk produksi Changan sebagai pelengkap lithium-ion, dengan keunggulan pada ketahanan suhu rendah dan keamanan di lingkungan ekstrem.
- Changan memperkenalkan evolusi SDA Intelligence, sistem keselamatan berbasis AI yang bergerak dari perlindungan pasif menuju stabilisasi kendaraan proaktif.
- Program Global Testing Season 2026 mencakup uji kelembaban tinggi di Asia Tenggara, penyetelan sasis di Pegunungan Alpen, berkendara di es dan salju di Eurasia, serta uji jarak jauh lintas negara bagian di Meksiko.
Jakarta, IDN Times - Industri otomotif global terus bergerak menuju elektrifikasi yang lebih matang. Bukan hanya soal jarak tempuh, tetapi juga keamanan, stabilitas, dan kemampuan kendaraan menghadapi berbagai kondisi dunia nyata.
Changan Automobile mencoba menjawab tantangan itu lewat peluncuran Global Testing Season 2026 di Yakeshi, Mongolia Dalam, sekaligus memperkenalkan strategi baterai sodium-ion serta pembaruan sistem keselamatan cerdas SDA Intelligence.
1. Baterai sodium-ion mulai disiapkan produksi

Changan menegaskan, masa depan elektrifikasi tidak lagi bergantung pada satu teknologi baterai saja. Mereka menyebut pendekatan baru sebagai era “dua bintang utama: sodium-lithium,” di mana sodium-ion diposisikan sebagai pelengkap lithium-ion.
“Dari kondisi ekstrem hingga berkendara sehari-hari, setiap pencarian batas di Changan pada akhirnya bertujuan untuk melindungi seluruh pengguna kami dalam perjalanan sehari-hari," kata Chief Brand Officer China Changan Automobile Group, Tan Benhon, Rabu (18/2/2026).
Keunggulan utama baterai sodium-ion ada pada ketahanan suhu rendah. Dalam pengujian hingga di bawah −40 derajat celsius, baterai tetap mampu melakukan pelepasan daya stabil sehingga meningkatkan keamanan di lingkungan ekstrem.
Pengujian keamanan juga dibuat ekstrem seperti penghancuran multi-sumbu, pengeboran, hingga pemotongan total yang tanpa asap, api, maupun ledakan.
2. SDA Intelligence: dari keselamatan pasif ke kendaraan yang “bereaksi”

Selain baterai, Changan menampilkan evolusi SDA Intelligence, sistem keselamatan berbasis AI yang bergerak dari perlindungan pasif menuju stabilisasi kendaraan proaktif.
Pengujian langsung dilakukan di jalan es alami, bukan simulasi laboratorium. Hasilnya kendaraan masih mampu menjaga kendali pada kondisi kehilangan traksi mendadak.
Contohnya, AVATR 12 berhasil melakukan perpindahan jalur darurat di permukaan es setelah ban pecah, sementara NEVO Q05 mampu mendeteksi hambatan pada permukaan licin dan melakukan pengereman otomatis terkendali.
Artinya sistem tidak sekadar membantu pengemudi, tetapi juga aktif menstabilkan kendaraan ketika kondisi fisik sudah berada di batas kemampuan manusia.
3. Pengujian global dari Asia Tenggara sampai Pegunungan Alpen

Program Global Testing Season 2026 tidak berhenti di China. Changan menyiapkan siklus pengujian lintas benua agar kendaraan siap digunakan dalam kondisi nyata di berbagai negara.
Asia Tenggara dipilih untuk uji kelembaban tinggi, Pegunungan Alpen untuk penyetelan sasis di ketinggian, Eurasia untuk berkendara di es dan salju, serta Meksiko untuk uji jarak jauh lintas negara bagian.
Di baliknya ada sistem validasi besar: proving ground seluas 2,33 km persegi dengan 14 lintasan uji dan lebih dari 70 jenis permukaan jalan, serta simulasi digital lebih dari 400.000 skenario dengan jarak uji virtual harian 3,3 juta km.
Pendekatan ini memastikan teknologi tidak hanya bekerja di laboratorium, tetapi juga konsisten saat digunakan pelanggan sehari-hari.















![[QUIZ] Pilih Mobil Sport Ini, Kami Tebak Member TWICE yang Menemanimu Night Ride](https://image.idntimes.com/post/20251216/20251215_200229_7257fde6-e8fd-43ce-832c-7354150da780.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Paham Kamu dengan Arti Lampu Indikator di Mobil?](https://image.idntimes.com/post/20250909/pexels-introspectivedsgn-4732671_773a8019-05cd-45cb-b480-4f6d626baa1e.jpg)

