Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Produksi Mobil, Chery Bakal Gunakan Pabrik Jaguar Land Rover di Inggris

Screen Shot 2025-09-19 at 2.03.24 PM.png
Chery Fulwin X3L (chery.cn)
Intinya sih...
  • Ambisi manufaktur Inggris dan peluang kolaborasi strategisBerdasarkan laporan carnewschina.com, pemerintah Inggris ingin menarik minat Chery untuk memproduksi kendaraan di dalam negeri guna mencapai target produksi 1,3 juta unit per tahun pada 2035.
  • Hubungan erat Chery dengan Jaguar Land Rover dan Tata MotorsChery telah memiliki hubungan historis dengan JLR melalui perusahaan patungan di Tiongkok. Kedekatan ini memperkuat peluang Chery untuk menggunakan fasilitas produksi JLR di Inggris yang dikelola oleh Tata Motors dari India.
  • Tantangan biaya operasional dan efisiensi lokal bagi produsen TiongkokChery masih mempertimbangkan tantangan serius terkait tingg
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa otomotif Tiongkok, Chery, dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan penggunaan fasilitas pabrik milik Jaguar Land Rover (JLR) di Inggris untuk memproduksi jajaran kendaraan terbarunya. Diskusi strategis ini muncul sebagai bagian dari upaya pemerintah Inggris untuk mendongkrak kapasitas manufaktur otomotif nasional yang saat ini masih jauh di bawah target jangka panjang.

Meskipun pembicaraan masih berada pada tahap awal, kolaborasi ini berpotensi menjadi langkah besar bagi Chery untuk memperkuat kehadirannya di pasar Eropa tanpa harus membangun pabrik dari nol. Langkah ini juga dipandang sebagai solusi praktis bagi Jaguar Land Rover dalam mengoptimalkan penggunaan kapasitas pabrik yang saat ini belum terpakai sepenuhnya.

1. Ambisi manufaktur inggris dan peluang kolaborasi strategis

Screen Shot 2025-09-19 at 2.01.41 PM.png
Chery Fulwin X3L (chery.cn)

Berdasarkan laporan yang dilansir dari carnewschina.com, pemerintah Inggris sangat tertarik menarik minat Chery agar mau melakukan proses manufaktur secara domestik. Hal ini sejalan dengan target ambisius negara tersebut untuk mencapai angka produksi 1,3 juta kendaraan per tahun pada 2035. Data dari Society of Motor Manufacturers and Traders menunjukkan bahwa produksi kendaraan di Inggris pada 2025 baru mencapai 738.000 unit, sehingga terdapat celah besar yang perlu diisi oleh produsen baru.

Chery, melalui merek Omoda dan Jaecoo, telah menjadi salah satu merek asal Tiongkok dengan pertumbuhan tercepat di Inggris. Ketertarikan Chery untuk memproduksi lokal juga didorong oleh situasi geopolitik, di mana tarif Uni Eropa terhadap kendaraan listrik buatan Tiongkok membuat produksi langsung di daratan Eropa atau Inggris menjadi pilihan yang jauh lebih kompetitif secara ekonomi dibandingkan dengan jalur ekspor.

2. Hubungan erat Chery dengan Jaguar Land Rover dan Tata Motors

Screen Shot 2025-09-19 at 2.02.39 PM.png
Chery Fulwin X3L (chery.cn)

Hubungan antara Chery dan Jaguar Land Rover bukanlah hal baru, mengingat keduanya sudah memiliki perusahaan patungan (joint venture) yang sukses di Tiongkok. Pada tahun 2024, JLR bahkan melisensikan merek Freelander kepada Chery untuk mengembangkan model listrik berbasis platform teknologi milik Chery. Kedekatan historis ini memperkuat peluang Chery untuk masuk ke fasilitas produksi JLR di Inggris yang berada di bawah kendali Tata Motors dari India.

Di sisi lain, Jaguar Land Rover menghadapi tantangan finansial setelah mengalami serangan siber pada akhir 2025 yang menyebabkan kerugian setidaknya 196 juta pound sterling. Pengamat otomotif menilai bahwa kapasitas pabrik JLR masih sangat memadai untuk menampung satu atau dua model tambahan dari Chery. Skema berbagi pabrik ini bukan hal asing di industri otomotif global, seperti yang dilakukan Leapmotor dengan Stellantis di Spanyol atau rencana Nissan yang mengizinkan mitranya, Dongfeng, menggunakan kapasitas berlebih di pabrik Sunderland.

3. Tantangan biaya operasional dan efisiensi lokal bagi produsen tiongkok

Sasis Chery Tiggo 8 CSH (chery.co.id)
Sasis Chery Tiggo 8 CSH (chery.co.id)

Meskipun peluang terbuka lebar, Chery masih mempertimbangkan beberapa tantangan serius dalam melakukan manufaktur di Inggris, terutama terkait tingginya biaya energi dan tenaga kerja. Faktor-faktor ini menjadi parameter penting dalam penilaian kelayakan sebelum Chery memutuskan untuk menandatangani kontrak resmi. Keberhasilan ekspansi ini sangat bergantung pada bagaimana pemerintah Inggris memberikan kompensasi atau insentif yang dapat menyeimbangkan tingginya biaya operasional tersebut.

Saat ini, Chery terus memperluas jejak globalnya dengan mengakuisisi fasilitas bekas Nissan di Barcelona dan Afrika Selatan. Dengan strategi lokalisasi yang agresif, produksi di Inggris akan menjadi pencapaian signifikan dalam membentuk rantai pasok global yang lebih efisien. Jika kesepakatan ini tercapai, Inggris berpotensi kembali menjadi pusat manufaktur otomotif yang disegani dengan bantuan teknologi dan kecepatan pengembangan dari produsen otomotif Tiongkok.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Era Baru Baterai Natrium: CATL Resmi Masuk ke Pasar Mobil Penumpang

31 Jan 2026, 11:05 WIBAutomotive