Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Berkendara Aman di Belakang Kendaraan Besar, Waspada Blind Spot!

ilustrasi mengemudi truk (pexels.com/Markus Spiske)
ilustrasi mengemudi truk (pexels.com/Markus Spiske)
Intinya sih...
  • Jaga jarak aman lebih jauh dari kendaraan biasa untuk waktu reaksi yang lebih baik dan pandangan ke depan terbuka.
  • Hindari berada tepat di bagian tengah belakang terlalu lama untuk mengurangi risiko tak terdeteksi oleh pengemudi kendaraan besar.
  • Perhatikan gerak dan sinyal kendaraan dengan lebih sensitif, hindari menyalip dari sisi kiri atau area sempit, dan gunakan lampu serta klakson secara bijak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat sedang berkendara, ada banyak jenis kendaraan yang melaju di jalanan. Berbagi jalan dengan kendaraan besar seperti bus, dan truk pun tidak bisa dihindari. Ukuran yang besar, bodi tinggi, dan jarak pengereman yang panjang membuat situasi di sekitarnya jadi lebih berisiko.

Sayangnya, banyak pengendara motor maupun mobil yang masih meremehkan bahaya berkendara di belakang kendaraan besar. Jika kamu berada di posisi blind spot, kemungkinan besar sopir tak menyadari keberadaanmu. Berikut lima tips aman berkendara di belakang kendaraan besar!

1. Jaga jarak aman

Mobil berhenti
ilustrasi mobil berhenti (pexels.com/ Erik Mclean)

Kesalahan yang sering terjadi saat berada di belakang bus atau truk adalah memberi jarak yang terlalu dekat. Banyak pengendara merasa aman selama masih bisa mengerem, padahal truk memiliki jarak pengereman yang jauh lebih panjang. Jika mereka melakukan pengereman mendadak, risiko tabrakan akan sangat besar.

Menjaga jarak aman akan memberi kamu waktu reaksi yang lebih baik. Selain itu, jarak yang cukup juga membuat pandangan ke depan lebih terbuka. Sehingga kamu bisa melihat kondisi lalu lintas di depan. Dengan begitu, kamu gak hanya bergantung pada pergerakan kendaraan tersebut untuk bereaksi terhadap situasi di jalan.

2. Hindari berada tepat di bagian tengah belakang terlalu lama

Berkendara
ilustrasi berkendara (pexels.com/Sami TÜRK)

Berada tepat di belakang kendaraan besar mungkin terasa paling aman karena posisi kendaraan terlihat lurus dan stabil. Namun justru di area inilah blind spot terbesar berada. Sopir bus atau truk biasanya memiliki keterbatasan pandangan ke bagian belakang, terutama jika tak ada kaca spion tambahan atau kamera belakang.

Jika kamu harus berada di belakang truk, pastikan tidak berlama-lama di posisi tersebut. Cobalah berpindah jalur dengan aman atau menjaga jarak yang cukup sehingga truk bisa melihat keberadaanmu melalui spion. Semakin lama kamu berada di blind spot, semakin besar risiko tak terdeteksi oleh pengemudi kendaraan tersebut.

3. Perhatikan gerak dan sinyal kendaraan dengan lebih sensitif

Berkendara
ilustrasi berkendara (pexels.com/Wallace Chuck)

Bus atau truk tak bisa bermanuver secepat mobil atau motor. Setiap perubahan arah biasanya diawali dengan tanda-tanda, seperti pergerakan roda, posisi bodi, atau nyala lampu sein yang lebih awal. Sayangnya, banyak pengendara tak peka terhadap sinyal-sinyal ini.

Saat berkendara di belakang mereka, penting untuk membaca geraknya dengan lebih waspada. Jika kendaraan mulai melambat, sedikit bergeser, atau menyalakan lampu sein, bersiaplah untuk menyesuaikan kecepatan. Sikap antisipatif ini bisa mencegah kamu terjebak di area berbahaya saat kendaraan besar bermanuver.

4. Jangan menyalip dari sisi kiri atau area sempit

Truk
ilustrasi truk (pexels.com/Markie Mad)

Menyalip kendaraan besar memang kadang menggoda, terutama saat jalanan macet atau kamu terburu-buru. Namun menyalip dari sisi kiri atau melalui celah sempit adalah salah satu kesalahan paling berisiko. Area samping kendaraan ini memiliki blind spot yang sangat luas, terutama di sisi kiri yang jarang terlihat jelas oleh pengemudi.

Jika kamu ingin menyalip, pastikan melakukannya dari sisi kanan dengan jarak dan ruang yang cukup. Pastikan juga kondisi jalan benar-benar aman dan kendaraan sudah menyadari keberadaanmu. Menyalip dengan sabar dan perhitungan jauh lebih aman dibanding memaksakan diri di area yang tak terlihat.

5. Gunakan lampu dan klakson secara bijak

ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/whykei)
ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/whykei)

Lampu dan klakson bukan hanya alat komunikasi, tapi juga penanda keberadaanmu di jalan. Saat berkendara di belakang kendaraan besar, pastikan lampu kendaraan menyala dengan baik, terutama saat hujan atau kondisi minim cahaya. Lampu yang jelas membantu sopir busa dan truk mengenali posisi kendaraan di sekitarnya.

Klakson bisa digunakan sebagai peringatan, bukan sebagai luapan emosi. Jika kamu merasa berada di posisi yang berpotensi tak terlihat, memberi tanda bisa membantu menarik perhatian pengemudi lain. Penggunaan yang bijak akan meningkatkan keselamatan dan meminimalisir konflik.

Berkendara aman di belakang kendaraan besar membutuhkan kesadaran dan kehati-hatian. Ukuran dan keterbatasan pandangan membuat blind spot menjadi risiko yang sering diabaikan. Dengan lima tips di atas, kamu bisa meminimalkan potensi kecelakaan di jalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Biker sering Selap-selip di Jalan Sempit? Ini Penjelasan Psikologinya

30 Jan 2026, 21:05 WIBAutomotive