Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
China Mulai Kurangi Subsidi Mobil Listrik, Harga Bisa Terdampak
ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Benjamin Brunner)
  • China akan mengenakan pajak konsumsi 2% untuk baterai lithium mulai 1 September 2026, naik menjadi 4% pada 2027, yang berpotensi menambah biaya kendaraan listrik.
  • Mulai 2026, pembebasan pajak pembelian NEV diganti potongan 50%; pada 2027, sejumlah keringanan pajak kendaraan untuk teknologi hemat energi dan kendaraan listrik dihentikan.
  • Dukungan belum sepenuhnya berakhir: baterai sodium-ion dan solid-state masih bebas pajak hingga setidaknya 2028, sementara infrastruktur pengisian dan penukaran baterai tetap didukung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
China mulai mengurangi bantuan untuk mobil listrik. Mulai 2026, potongan pajak saat beli mobil listrik jadi lebih kecil. Mulai 2026 juga, baterai lithium kena pajak 2 persen, lalu 4 persen pada 2027. Harga mobil bisa naik. Tapi baterai lain dan tempat isi daya masih dibantu pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

China mulai mengurangi berbagai insentif yang selama bertahun-tahun membantu mendorong pertumbuhan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Salah satu kebijakan terbaru menyasar baterai lithium yang menjadi komponen penting dalam industri mobil listrik.

Perubahan kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap dan berpotensi meningkatkan biaya di sepanjang rantai pasok kendaraan listrik. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa industri otomotif China mulai diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dukungan pemerintah.

1. Pajak baterai lithium mulai diberlakukan

ilustrasi beli mobil bekas (pexels.com/AI25.Studio)

Mulai 1 September 2026, baterai primer lithium dan baterai lithium-ion isi ulang di China dikenakan pajak konsumsi sebesar 2 persen. Berdasarkan kebijakan yang diumumkan otoritas terkait, tarif tersebut akan meningkat menjadi 4 persen mulai 1 September 2027. Sebelumnya, baterai lithium-ion yang digunakan kendaraan listrik mendapat perlakuan pajak yang lebih menguntungkan dibandingkan baterai biasa.

CarNewsChina.com melaporkan bahwa kebijakan tersebut mengakhiri pembebasan pajak yang telah membantu industri baterai kendaraan listrik China selama lebih dari satu dekade. Meski tarif awal hanya 2 persen, tambahan biaya tetap dapat memengaruhi produsen baterai dan kendaraan. Untuk mobil listrik dengan baterai berkapasitas 60 kWh, sumber memperkirakan kenaikan biaya sekitar 438 yuan atau sekitar US$62 pada tarif 2 persen, lalu mencapai 876 yuan atau US$125 ketika tarif naik menjadi 4 persen.

2. Insentif pembelian mobil listrik juga dikurangi

ilustrasi beli mobil bekas (pexels.com/Vitaly Gariev)

Pengurangan dukungan pemerintah sebenarnya sudah berlangsung sejak sebelumnya. Mulai 1 Januari 2026, pembebasan pajak pembelian kendaraan energi baru digantikan dengan potongan sebesar 50 persen. Tarif efektif yang berlaku menjadi 5 persen dengan batas pengurangan maksimal 15.000 yuan atau sekitar US$2.200 untuk setiap kendaraan.

Selain itu, perlakuan khusus terhadap pajak kendaraan dan kapal juga akan dihentikan mulai 1 Januari 2027. Kebijakan tersebut mengakhiri potongan pajak 50 persen untuk kendaraan hemat energi serta pembebasan pajak bagi kendaraan listrik komersial, plug-in hybrid, range extender, dan kendaraan komersial berbahan bakar hidrogen. Kebijakan istimewa tersebut sebelumnya telah berlangsung selama sekitar 15 tahun.

3. Subsidi belum sepenuhnya hilang dari pasar

ilustrasi beli mobil bekas (pexels.com/Vitaly Gariev)

Meski berbagai insentif mulai dikurangi, sejumlah dukungan masih tersedia. Baterai lithium misalnya masih mendapatkan pengurangan pajak hingga September 2027. Sementara itu, baterai sodium-ion dan solid-state masih memperoleh pembebasan pajak konsumsi hingga setidaknya 2028. Kebijakan ini membuat teknologi baterai alternatif tetap memiliki ruang untuk berkembang di pasar China.

Menariknya, insentif tersebut tidak secara khusus diberikan kepada merek otomotif China. Kendaraan listrik yang diproduksi di China, termasuk produk Tesla, Volkswagen, dan Toyota, juga dapat memperoleh manfaatnya. China juga masih memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai. Dengan berbagai perubahan tersebut, pemerintah secara bertahap mengurangi subsidi langsung sambil mempertahankan dukungan yang dianggap penting untuk perkembangan ekosistem kendaraan listrik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article