Produksi CATL dan BYD di Hungaria Tertunda Aturan Makin Ketat

- Produksi sel baterai CATL di Debrecen tertunda setelah regulator menemukan indikasi paparan nikel pada pekerja dan perlindungan yang belum memadai; perusahaan wajib memperbaiki fasilitas.
- Meski izin tahap pertama terbit, CATL masih terbatas pada pengujian peralatan, sementara izin tahap kedua ditolak akibat kesalahan denah. Pasokan Mercedes-Benz dialihkan dari fasilitas lain.
- Pemerintahan Hungaria memperketat aturan lingkungan bagi proyek investasi. BYD didenda terkait tanah terkontaminasi dan jadwal produksinya mundur ke kuartal IV 2026; Semcorp juga dihentikan sementara.
Rencana produksi baterai mobil listrik dari perusahaan China, CATL dan BYD, di Hungaria kembali menghadapi hambatan. Masalah keselamatan kerja, kepatuhan lingkungan, hingga perubahan kebijakan pemerintah membuat sejumlah proyek harus mengalami penundaan.
Dilansir dari CarNewsChina.com, kondisi tersebut menjadi tantangan baru bagi ekspansi industri kendaraan listrik China di Eropa. Hungaria sebelumnya menjadi salah satu lokasi penting karena banyak produsen otomotif global membangun fasilitas produksi di negara tersebut.
1. Produksi CATL Tertahan Masalah Paparan Nikel

Ilustrasi CATL. (catl.com) Fasilitas CATL di Debrecen menjadi salah satu proyek investasi besar dengan nilai mencapai 7,34 miliar euro. Pabrik tersebut dirancang menjadi pusat produksi baterai berkapasitas total 100 GWh untuk sel dan modul baterai. Pabrik modul dengan kapasitas 5 GWh per tahun sudah mulai beroperasi pada Mei 2026, tetapi produksi sel belum memasuki tahap produksi massal.
Masalah muncul setelah regulator Hungaria menemukan persoalan keselamatan kerja terkait paparan debu nikel. Dalam pemantauan biologis yang dilakukan sejak awal Juni, sembilan pekerja dilaporkan memiliki indikator paparan nikel yang meningkat pada Agustus. Pemeriksaan berikutnya juga menemukan perlengkapan perlindungan yang dinilai belum memadai. Pemerintah daerah kemudian memerintahkan penghentian aktivitas di sejumlah area produksi. Menurut otoritas setempat, CATL harus menyelesaikan seluruh perbaikan sebelum produksi resmi dimulai. Saat ini, perusahaan hanya diperbolehkan melakukan pengujian dan penyesuaian peralatan.
2. Izin Produksi dan Dampaknya ke Mercedes-Benz

Ilustrasi CATL. (catl.com) Hambatan CATL tidak berhenti pada persoalan keselamatan. Izin produksi untuk tahap pertama memang sudah diterbitkan pada 25 Agustus, tetapi kegiatan operasional diperkirakan tetap tertunda karena kewajiban melakukan perbaikan. Sementara itu, permohonan izin produksi tahap kedua ditolak pada 19 Agustus karena terdapat kesalahan dalam penandaan bangunan yang telah selesai pada denah lokasi utama.
Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap rantai pasokan baterai. Pabrik CATL di Hungaria dirancang untuk memasok kebutuhan fasilitas Mercedes-Benz dan BMW di kawasan tersebut. Karena produksi lokal belum berjalan normal, CATL dilaporkan mengambil pasokan baterai dari fasilitas lain untuk menjaga kebutuhan Mercedes-Benz. Langkah tersebut membuat perusahaan harus menanggung biaya tambahan. Produksi BMW yang berkaitan dengan proyek tersebut belum dimulai sehingga sejauh ini tidak terdampak.
3. Aturan Lingkungan Hungaria Mulai Diperketat

Ilustrasi CATL. (catl.com) Selain CATL, perusahaan China lain juga menghadapi pengawasan lebih ketat. Pemerintah Hungaria pada Agustus menyatakan bahwa proyek investasi penting tidak lagi mendapatkan pengecualian dari aturan lingkungan, konservasi alam, dan tata ruang. Pemerintah bahkan menyebut proyek yang melanggar aturan dapat dilarang memperoleh izin konstruksi baru selama sedikitnya enam bulan.
Perubahan tersebut terjadi setelah pergantian pemerintahan pada April 2026. Pemerintahan baru mulai meninjau berbagai proyek investasi besar yang disepakati pada era sebelumnya. BYD juga terkena denda 10 juta forint atau sekitar US$31 ribu karena dugaan pembuangan tanah terkontaminasi ke lahan pertanian. Produksi pabrik BYD yang awalnya ditargetkan mulai kuartal IV 2025 kini dilaporkan mundur hingga kuartal IV 2026. Sementara itu, Semcorp juga sempat diperintahkan menghentikan operasi setelah ditemukan kebocoran unsur logam ke air tanah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekspansi industri baterai China di Eropa tidak hanya bergantung pada investasi dan pembangunan fasilitas. Kepatuhan terhadap standar keselamatan serta lingkungan kini menjadi faktor penting yang dapat menentukan kapan sebuah pabrik benar-benar bisa berproduksi.


















