Sistem power steering bekerja dengan memberikan tenaga tambahan pada roda kemudi. Bantuan tersebut membuat pengemudi tidak perlu mengeluarkan tenaga besar untuk membelokkan mobil. Kamu perlu mengetahui macam-macam kebiasaan mengemudi yang dapat merusak sistem power steering.
5 Kesalahan Mengemudi yang Bisa Merusak Sistem Power Steering

- Memutar setir saat mobil diam dan menahannya di posisi mentok membuat komponen power steering, terutama pompa, bekerja lebih berat serta lebih cepat aus.
- Tekanan ban yang terlalu rendah atau tinggi menambah beban sistem kemudi, sementara cairan power steering yang kurang atau kotor menurunkan pelumasan dan performanya.
- Melaju kencang di jalan berlubang atau tidak rata memperbesar guncangan pada sistem kemudi; pengemudi perlu mengurangi kecepatan untuk mencegah kerusakan komponen.
Kerusakan pada power steering merupakan masalah yang tidak boleh diabaikan. Power steering adalah komponen penting dalam mobil yang berfungsi membantu kamu mengendalikan arah kendaraan. Dengan adanya sistem ini, setir terasa lebih ringan saat diputar.
1. Saat diam membelokkan setir

ilustrasi mengemudi (pexels.com/Matheus Amaral) Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengemudi adalah memutar setir saat mobil masih berhenti. Kebiasaan tersebut membuat sistem kemudi harus bekerja ekstra untuk menggerakkan roda yang tidak berputar. Akibatnya, komponen power steering menerima tekanan yang jauh lebih besar dari biasanya.
Beban berlebih itu lama-kelamaan dapat mempercepat kerusakan pada sistem kemudi. Jika terus dilakukan, kerusakan ini berpotensi menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membiasakan memutar setir hanya saat mobil sudah mulai bergerak.
2. Mengemudi dengan tekanan ban yang tidak tepat

ilustrasi mengemudi (unsplash.com/Art Markiv) Tekanan angin pada ban yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerusakan pada power steering. Baik tekanan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama memberi dampak buruk. Kondisi ini membuat sistem kemudi harus bekerja lebih keras dari seharusnya.
Ban dengan tekanan kurang akan membuat setir terasa berat ketika diputar. Akibatnya pompa dan silinder pada power steering menerima beban berlebih sehingga cepat aus. Oleh karena itu, kamu perlu rutin memeriksa tekanan ban agar komponen kemudi tetap awet dan berfungsi dengan baik.
3. Membiarkan cairan power steering habis

ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Adrien Gambet) Cairan power steering memiliki peran penting sebagai pelumas sekaligus pemberi tenaga tambahan saat setir diputar. Tanpa cairan ini, sistem kemudi akan sulit bekerja secara optimal. Oleh karena itu, keberadaannya sangat memengaruhi kenyamanan berkendara.
Apabila volume cairan berkurang atau kondisinya sudah kotor, performa power steering bisa menurun. Hal tersebut berpotensi membuat setir terasa berat dan komponen di dalamnya cepat aus. Karena itu, kamu perlu mengecek dan mengganti cairan power steering secara berkala agar sistem tetap berfungsi dengan baik.
4. Memutar steering sampai mentok

ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/Michael Odelberth) Kebiasaan memutar setir hingga mentok ke kiri atau kanan secara berulang dapat memberi tekanan besar pada sistem kemudi. Saat posisi tersebut dipertahankan terlalu lama, pompa power steering akan dipaksa bekerja lebih berat. Akibatnya, sistem mengalami beban berlebih yang tidak seharusnya terjadi.
Beban berlebih itu juga memicu peningkatan suhu pada komponen kemudi. Panas yang terus muncul dapat mempercepat keausan pada pompa dan bagian lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menghindari menahan setir di posisi mentok agar power steering lebih awet.
5. Mengemudi dengan kencang di jalan rusak

ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Burst) Kondisi jalan yang berlubang atau tidak rata dapat memberi tekanan berlebih pada sistem power steering. Getaran yang timbul saat melewati jalan rusak membuat komponen kemudi bekerja lebih berat dari biasanya. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini bisa mempercepat kerusakan pada sistem tersebut.
Mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalan yang tidak rata akan memperparah goncangan pada kendaraan. Guncangan keras tersebut secara perlahan dapat merusak bagian-bagian dalam sistem daya kemudi. Oleh karena itu, kamu perlu lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melewati jalan berlubang agar komponen tetap awet.
Kerusakan power steering sering disebabkan oleh kebiasaan berkendara yang salah dan minimnya perawatan. Jadi, ingatlah untuk terus menjaga tekanan ban, mengganti cairan secara rutin, dan menghindari jalan rusak agar sistem kemudi tetap awet.



















