Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China Luncurkan Hampir 3 Mobil Listrik per Hari, Baterai Disorot

China Luncurkan Hampir 3 Mobil Listrik per Hari, Baterai Disorot
ilustrasi BYD Seal (byd.com)
  • China meluncurkan lebih dari 600 model kendaraan baru sepanjang 2026, hampir tiga per hari, sementara siklus pengembangan yang dipercepat dinilai meningkatkan risiko kegagalan baterai.
  • Chairman CATL Robin Zeng menyoroti bahwa satu sel berkapasitas rendah atau berimpedansi tinggi dapat memengaruhi kinerja seluruh baterai traksi yang tersusun dari banyak sel.
  • Produsen China menguasai lebih dari 70% instalasi baterai EV global; skala produksi besar membuat pengendalian cacat, inspeksi, dan waktu pengujian sebelum produksi massal makin penting.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Industri mobil listrik China tengah berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sepanjang 2026, lebih dari 600 model kendaraan baru telah diluncurkan di pasar domestik. Angka tersebut berarti rata-rata hampir tiga model baru hadir setiap hari.

Namun, perkembangan pesat tersebut mulai menimbulkan perhatian terhadap kualitas baterai. Chairman Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), Robin Zeng, memperingatkan bahwa jadwal pengembangan kendaraan yang semakin singkat dapat meningkatkan risiko masalah pada baterai.

  1. 1. Ratusan model baru dikejar dalam waktu singkat

    Tampilan SUV BYD Sealion 08 terbaru berwarna gelap yang disiapkan untuk peluncuran di pasar otomotif.
    BYD Sealion 08 terbaru siap meluncur (Dok. Geely)

    Dalam pidatonya di World Power Battery Conference 2026 di Yibin, Provinsi Sichuan, Robin Zeng mengatakan lebih dari 600 model kendaraan baru telah diperkenalkan di China sepanjang 2026. Ia menggambarkan kecepatannya sebagai sekitar “three launches per day” atau tiga peluncuran kendaraan setiap hari. Menurut Zeng, siklus validasi yang dipersingkat untuk mengejar kecepatan tersebut berkontribusi terhadap sejumlah produk baterai yang mengalami kegagalan dalam satu batch produksi.

    Zeng tidak menyebutkan merek kendaraan maupun pemasok baterai yang mengalami masalah tersebut. Meski begitu, pernyataannya muncul ketika industri kendaraan listrik China menghadapi tekanan harga yang semakin besar. Data yang dikutip CarNewsChina menunjukkan harga transaksi sejumlah mobil listrik massal mengalami penurunan pada paruh pertama 2026, sementara harga sel lithium iron phosphate atau LFP dilaporkan berada di bawah 0,35 yuan per Wh.

  2. 2. Masalah satu sel bisa berdampak ke baterai

    ilustrasi BYD ATTO 1
    ilustrasi BYD ATTO 1 (byd.com)

    Zeng juga menyoroti keterbatasan penggunaan standar cacat berbasis parts per million atau PPM dalam produksi baterai kendaraan listrik berskala besar. Menurutnya, baterai traksi terdiri atas banyak sel yang disusun secara seri dan paralel sehingga satu sel dengan kapasitas paling rendah atau impedansi paling tinggi dapat memengaruhi performa keseluruhan baterai.

    CATL menyebut target internal tingkat cacat produksinya mencapai maksimal satu sel bermasalah dari setiap satu miliar sel atau 1 PPB. Angka tersebut 1.000 kali lebih ketat dibandingkan tingkat 1 PPM. Namun, sumber menegaskan bahwa angka 1 PPB merupakan target internal engineering dan pengendalian produksi, bukan tingkat kegagalan kendaraan yang telah diaudit secara independen. CATL juga menggunakan inspeksi otomatis dan pengendalian proses untuk mendeteksi potensi cacat.

  3. 3. Skala produksi besar membuat kontrol makin penting

    IMG_9148.jpeg
    Impresi menjajal GWM Ora 03 (IDN Times/Fadhliansyah)

    Peringatan tersebut menjadi semakin relevan karena produsen baterai China kini memiliki porsi lebih dari 70 persen terhadap instalasi baterai kendaraan listrik global. SNE Research mencatat total instalasi global mencapai 608 GWh pada paruh pertama 2026, dengan tujuh perusahaan China masuk dalam 10 besar pemasok baterai terbesar.

    Dalam kondisi produksi sebesar itu, tingkat cacat yang terlihat kecil tetap dapat menghasilkan jumlah sel bermasalah yang besar secara absolut. Meski demikian, sel yang mengalami cacat dalam proses produksi belum tentu menyebabkan kegagalan saat digunakan di kendaraan. Pemeriksaan tambahan, sistem manajemen baterai, serta kontrol pada tingkat battery pack dapat membantu mencegah atau mengurangi dampaknya. Peringatan Zeng pada akhirnya menyoroti pentingnya memberikan waktu pengujian yang cukup sebelum mobil listrik diproduksi secara massal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More