Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

China Perketat Aturan Daur Ulang Baterai Litium

China Perketat Aturan Daur Ulang Baterai Litium
Ilustrasi CATL. (catl.com)
Intinya Sih
  • Pemerintah Tiongkok memperketat aturan daur ulang baterai litium-ion untuk memperpanjang umur kendaraan listrik dan membangun sistem pengelolaan limbah yang lebih transparan serta terintegrasi.
  • Kebijakan baru mewajibkan produsen dan perusahaan daur ulang bekerja sama dalam jaringan pengumpulan nasional, dengan pelacakan digital untuk memantau siklus hidup setiap baterai secara penuh.
  • Otoritas lokal diminta menerapkan pedoman teknis seragam dan koordinasi lintas sektor guna memastikan efektivitas regulasi, sekaligus menjaga pasokan material penting bagi industri energi hijau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pemerintah Tiongkok resmi merilis kebijakan baru untuk memperketat standarisasi daur ulang baterai litium-ion guna memperpanjang siklus hidup kendaraan listrik (EV). Langkah ini diambil oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok bersama Federasi Koperasi Pasokan dan Pemasaran Seluruh Tiongkok untuk memperluas infrastruktur pengumpulan dan memperkuat sistem pemantauan digital yang terintegrasi.

Kebijakan strategis ini bertujuan menciptakan kerangka kerja manajemen tertutup yang melibatkan seluruh pemain di rantai pasok, mulai dari produsen hingga perusahaan daur ulang. Dengan volume baterai purnapakai yang diprediksi melonjak tajam, standarisasi ini menjadi fondasi penting bagi Tiongkok untuk mempertahankan dominasinya dalam industri energi terbarukan secara global melalui pengelolaan limbah yang lebih terstruktur dan transparan.

1. Jaringan daur ulang terintegrasi dengan produsen utama

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Melansir dari laporan carnewschina.com, otoritas Tiongkok kini mendorong produsen sepeda listrik dan pembuat baterai litium untuk bekerja sama erat dengan perusahaan daur ulang dalam membangun jaringan pengumpulan serta penyimpanan sementara. Model tanggung jawab produsen ini mewajibkan perusahaan otomotif dan pemasok baterai untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan baterai di akhir masa pakainya, termasuk menyediakan saluran layanan daur ulang yang mudah diakses.

Fokus utama pemerintah adalah memperkuat peran pemain besar seperti China Recycling Group untuk meningkatkan kapasitas daur ulang secara nasional. Dengan menggunakan model regional yang fleksibel, perusahaan-perusahaan raksasa ini diharapkan mampu menyerap limbah baterai dalam skala besar. Konsentrasi pemrosesan pada pemain utama ini bertujuan untuk memastikan pemulihan material berharga dilakukan dengan efisiensi tinggi dan standar lingkungan yang ketat.

2. Pelacakan digital untuk transparansi siklus hidup baterai

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Salah satu poin krusial dalam kebijakan ini adalah pengenalan platform pelacakan digital yang mencatat sumber, jumlah, hingga tujuan akhir baterai di setiap tahap daur ulang. Sejak 1 April, Tiongkok telah meluncurkan platform penelusuran baterai nasional yang mewajibkan pelaku industri mengunggah data mulai dari tahap produksi, penggunaan, hingga pembuangan. Sistem ini memberikan identitas digital unik pada setiap unit baterai untuk memungkinkan pemantauan siklus hidup secara penuh.

Sistem pelacakan ini membentuk kerangka kerja manajemen "loop tertutup" yang melibatkan produsen kendaraan energi baru, perusahaan pemeliharaan, hingga unit daur ulang. "Platform ini menetapkan identitas digital unik bagi setiap baterai dan memungkinkan pelacakan siklus hidup penuh melalui struktur data terpusat," sebagaimana dikutip dari laporan teknis yang dirilis melalui carnewschina.com. Langkah ini memastikan tidak ada baterai yang hilang dari pengawasan atau berakhir di tempat pembuangan ilegal.

3. Standarisasi kebijakan dan koordinasi lintas sektor

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Otoritas lokal diinstruksikan untuk menerapkan pedoman teknis yang seragam dan mengembangkan model daur ulang yang dapat diperluas skalanya. Badan pusat akan melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan sistem ini guna memastikan koordinasi yang efektif antara regulator dan peserta rantai pasok. Pendekatan regulasi yang komprehensif ini mencerminkan ambisi Tiongkok untuk memimpin dalam standarisasi industri hijau dunia.

Tiongkok sendiri telah memperkenalkan aturan daur ulang baterai yang lebih ketat untuk tahun 2026, yang mewajibkan produsen mobil bertanggung jawab penuh atas baterai yang sudah pensiun. Aturan baru ini bertujuan untuk memperluas saluran daur ulang formal dan meningkatkan pengawasan terhadap proses penanganan baterai. Dengan meningkatnya volume baterai EV yang mencapai masa habis pakai, standarisasi ini menjadi kunci untuk mencegah polusi logam berat sekaligus mengamankan pasokan material untuk baterai masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More