China Terapkan Aturan Baru Indikator Kesehatan Baterai Mobil Listrik

- China menerapkan pedoman teknis baru untuk meningkatkan transparansi kondisi baterai kendaraan listrik dan menjawab kekhawatiran konsumen atas penurunan kapasitas baterai.
- Produsen wajib memastikan indikator energi baterai di panel instrumen memiliki selisih maksimal 5% dari pengukuran fisik; konsumsi energi saat kendaraan diam dibatasi deviasi 3%.
- Standar kapasitas baterai ditetapkan minimal 82% pada usia lima tahun atau 100.000 km, serta 75% pada usia delapan tahun atau 160.000 km.
Pemerintah tiongkok secara resmi mengumumkan pedoman teknis baru untuk meningkatkan transparansi informasi kondisi baterai pada kendaraan listrik. Kebijakan ini menetapkan batas toleransi kesalahan pada tampilan indikator guna memberikan kepastian bagi setiap pengguna kendaraan ramah lingkungan.
Laporan dari carnewschina.com menyebutkan bahwa langkah regulasi ini diambil untuk menjawab keraguan konsumen terkait penurunan kapasitas baterai seiring berjalannya waktu. Pengisian daya cepat yang makin sering dilakukan membuat penilaian kesehatan baterai yang presisi menjadi sangat krusial.
1. Batas maksimal penyimpangan data indikator sebesar 5 persen

Aturan baru ini mewajibkan produsen untuk menampilkan status energi baterai yang tersedia secara sangat akurat di panel instrumen. Nilai persentase yang tertera di layar tidak boleh memiliki selisih lebih dari lima persen jika dibandingkan dengan hasil pengukuran fisik secara langsung.
"Under the requirement, the relative deviation between the SOCE value displayed by a vehicle and the physically measured value must not exceed 5%, meaning the displayed value must not differ from the measured value by more than 5%," tulis laporan carnewschina.com.
2. Konversi konsumsi energi luar berkendara menjadi jarak tempuh fiktif

Regulasi ini juga mengatur penyerapan daya baterai saat kendaraan tidak sedang digunakan bergerak di jalan raya. Konsumsi energi dari fitur pendukung saat mobil berhenti akan dikonversikan secara otomatis menjadi hitungan jarak tempuh fiktif.
Perhitungan konsumsi energi non-berkendara ini juga wajib memiliki tingkat akurasi yang tinggi dengan batas deviasi maksimal tiga persen. Kehadiran rumus ini membuat pemantauan penggunaan daya listrik harian menjadi jauh lebih rinci dan transparan bagi pemilik kendaraan.
3. Penetapan standar ketahanan kapasitas baterai jangka panjang

Selain akurasi tampilan, pemerintah tiongkok menetapkan acuan ketahanan minimal kapasitas energi baterai berdasarkan usia dan jarak tempuh kendaraan. Kendaraan listrik berumur lima tahun dengan jarak 100 ribu kilometer wajib mempertahankan kapasitas simpan energi minimal sebesar 82 persen.
Sementara itu, untuk kendaraan yang telah mencapai usia 8 tahun atau jarak tempuh 160 ribu kilometer, batas minimal yang ditetapkan berada di angka 75 persen. Penetapan acuan ini diharapkan dapat menjaga nilai jual kembali serta mempermudah evaluasi mobil listrik bekas di pasar otomotif.


















