Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ciri-ciri Tutup Radiator Rusak, Biar Bikin Mesin Overheat
ilustrasi tutup radiator (freepik.com/jcomp)
  • Tutup radiator berfungsi penting sebagai pengatur tekanan untuk menjaga suhu mesin tetap stabil, dan kerusakannya bisa memicu overheat hingga kerusakan mesin berat.
  • Tanda umum tutup radiator rusak meliputi rembesan cairan pendingin, selang radiator mengempis, serta cairan di tabung cadangan yang sering meluap atau cepat habis.
  • Pemeriksaan rutin dan penggantian tutup radiator sesuai spesifikasi tekanan disarankan agar sistem pendinginan tetap optimal dan mencegah biaya perbaikan besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pemilik kendaraan sering kali meremehkan komponen kecil yang terletak di atas radiator ini. Padahal, tutup radiator bukan sekadar penutup biasa, melainkan sebuah katup pengatur tekanan yang sangat vital untuk menjaga keseimbangan suhu mesin agar tetap berada dalam batas aman selama perjalanan.

Mengabaikan kondisi tutup radiator yang sudah mulai melemah dapat memicu rangkaian kegagalan sistem pendinginan yang berujung pada kerusakan mesin secara permanen. Memahami tanda-tanda awal kerusakan komponen ini akan membantu kamu menghindari risiko mogok di tengah jalan serta biaya perbaikan turun mesin yang sangat mahal.

1. Munculnya rembesan cairan pendingin di sekitar leher radiator

Ilustrasi tutup radiator (auto2000.co.id)

Salah satu ciri paling nyata yang bisa kamu lihat secara fisik adalah adanya bercak putih atau kehijauan di sekitar bagian atas radiator. Rembesan ini terjadi karena karet penyekat pada tutup radiator sudah mengeras, pecah, atau kehilangan daya tekannya. Akibatnya, cairan pendingin yang seharusnya tertahan di dalam sistem justru merembes keluar saat mesin mulai panas dan tekanan meningkat.

Jika kamu membiarkan rembesan ini terus terjadi, volume cairan pendingin di dalam mesin akan berkurang secara perlahan tanpa disadari. Tanpa jumlah cairan yang cukup, mesin tidak akan mendapatkan pendinginan maksimal, sehingga suhu kerja akan meningkat drastis. Pemeriksaan rutin secara visual pada area ini sangat disarankan agar kamu bisa mendeteksi kebocoran sebelum indikator suhu di panel instrumen menunjukkan warna merah yang berbahaya.

2. Kondisi selang radiator yang mengempis secara tidak wajar

Ilustrasi tutup radiator (auto2000.co.id)

Pernahkah kamu melihat selang besar radiator tampak berkerut atau mengempis seolah tersedot ke dalam saat mesin sudah dingin? Fenomena ini adalah tanda pasti bahwa katup vakum pada tutup radiator sudah tidak berfungsi. Tutup radiator memiliki dua katup utama: katup tekan dan katup vakum. Saat suhu mesin turun, seharusnya katup vakum terbuka untuk menyedot kembali cairan dari tabung cadangan (reservoir) ke dalam radiator.

Jika katup vakum ini macet, tekanan negatif yang tercipta di dalam sistem pendingin akan menarik dinding selang hingga mengempis. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat merusak struktur serat di dalam selang radiator dan menyebabkan selang pecah saat mobil kembali dipacu. Jika kamu menemukan gejala ini, segera ganti tutup radiator dengan yang baru sesuai dengan spesifikasi tekanan (ukuran Bar atau kPa) yang tertera pada bagian atas tutup aslinya.

3. Cairan di tabung cadangan yang meluap atau sering habis

ilustrasi mengecek tutup radiator (freepik.com/pressfoto)

Tanda kerusakan lainnya dapat kamu amati melalui perilaku cairan di tabung reservoir. Jika katup tekan pada tutup radiator sudah lemah, ia akan terbuka terlalu dini meskipun tekanan belum mencapai batas maksimal. Hal ini menyebabkan cairan pendingin mengalir deras ke tabung cadangan hingga meluap keluar melalui lubang pembuangan. Sebaliknya, jika katup macet tertutup, cairan tidak bisa memuai ke tabung cadangan dan memicu tekanan berlebih di dalam radiator.

Ketidakseimbangan ini sering kali membuat kamu harus terus-menerus menambah air radiator setiap beberapa hari sekali. Jika dibiarkan, udara akan masuk ke dalam sistem pendinginan dan menciptakan gelembung udara (air trap) yang menghambat sirkulasi panas. Hasil akhirnya adalah mesin mengalami overheat total yang bisa membengkokkan kepala silinder atau menyebabkan piston terkunci, yang tentu saja akan menghentikan perjalanan kamu seketika dengan kerugian finansial yang besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team