Chery Pecahkan Rekor Penjualan Mobil 2025, Ini Empat Senjata Mereka!

- Chery mencapai penjualan kumulatif 2,8 juta unit mobil, dengan pertumbuhan tahunan 7,8% dan dominasi di pasar internasional.
- Chery memperoleh rekor ekspor dan pengakuan kualitas internasional, serta pertumbuhan eksponensial kendaraan energi baru di Indonesia.
- Chery fokus pada inovasi teknologi masa depan dan ekspansi global, termasuk investasi pada kecerdasan buatan (AI) dan ekosistem energi hijau.
Chery Group resmi menutup tahun 2025 dengan pencapaian yang sangat mengesankan di panggung otomotif dunia. Melalui pengumuman penjualan kumulatif sebesar 2.806.393 unit, raksasa manufaktur ini berhasil mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 7,8 persen. Angka ini mempertegas dominasi Chery sebagai salah satu pemain utama yang tidak hanya kuat di pasar domestik Tiongkok, tetapi juga merajai pasar internasional secara konsisten.
Keberhasilan ini didorong oleh strategi komprehensif yang disebut sebagai "Empat Terobosan Bersejarah", yang meliputi volume penjualan, ekspansi ekspor, pengembangan kendaraan energi baru (NEV), serta peningkatan kualitas produk. Dengan basis konsumen global yang kini menyentuh angka 18,53 juta jiwa, Chery Group membuktikan bahwa inovasi teknologi dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar global adalah kunci sukses dalam memenangkan persaingan industri otomotif modern.
1. Rekor ekspor dan pengakuan kualitas internasional

Chery kembali mengukuhkan posisinya sebagai eksportir mobil penumpang terbesar dari Tiongkok selama 23 tahun berturut-turut. Pada tahun 2025, total ekspor perusahaan mencapai 1.344.020 unit, meningkat 17,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Prestasi ini kian lengkap dengan diraihnya predikat "lima mahkota" dari J.D. Power, di mana Chery menempati peringkat pertama di antara merek domestik dalam berbagai kategori utama, termasuk kualitas awal (IQS) dan layanan pelanggan (CSI).
Selain kualitas layanan, standar keamanan menjadi prioritas yang diakui dunia. Sebanyak 60 model kendaraan produksi Chery telah memperoleh peringkat keselamatan bintang lima secara global, angka tertinggi di antara produsen otomotif Tiongkok lainnya. Fokus pada kualitas ini membuat integrasi ke pasar dengan regulasi ketat seperti Eropa berjalan lancar, di mana Chery kini telah hadir di 15 negara Eropa, termasuk Inggris, Spanyol, dan Italia.
2. Pertumbuhan eksponensial kendaraan energi baru di Indonesia

Tahun 2025 juga menjadi tonggak sejarah bagi Chery di pasar otomotif Indonesia. Berdasarkan data GAIKINDO, Chery mencatat pertumbuhan yang sangat agresif di pasar lokal. Penjualan retail melonjak tajam hingga 126% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penjualan wholesale juga naik signifikan sebesar 111%. Hal ini mencerminkan kepercayaan konsumen Indonesia yang semakin kuat terhadap model-model unggulan seperti TIGGO Series dan lini produk bertenaga listrik.
Secara global, segmen kendaraan energi baru (NEV) Chery tumbuh pesat sebesar 54,9% dengan total penjualan mencapai 903.847 unit. Strategi fuel-electric synergy yang dijalankan perusahaan memungkinkan konsumen memilih antara mesin konvensional yang efisien atau teknologi hibrida canggih seperti TIGGO 7 CSH dan TIGGO 8 CSH. Di Indonesia, keselarasan strategi produk dengan kebutuhan mobilitas cerdas dan ramah lingkungan menjadi motor utama pertumbuhan brand ini.
3. Inovasi teknologi masa depan dan ekspansi global

Menatap masa depan, Chery Group terus memperdalam investasinya pada teknologi inti, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan ekosistem energi hijau. Perusahaan kini mulai merambah ke kurva pertumbuhan baru yang berbasis pada robotaxi dan robot humanoid. Langkah strategis ini didukung oleh posisi finansial yang kuat, terutama setelah Chery Automobile resmi melantai di Bursa Efek Hong Kong pada tahun 2025, yang membuka akses lebih luas terhadap globalisasi modal.
Lonjakan peringkat Chery dalam daftar Fortune Global 500 ke posisi 233 menjadikannya perusahaan otomotif dengan kenaikan tercepat di dunia. Memasuki tahun 2026, Chery Group berkomitmen untuk mempertahankan pertumbuhan di atas rata-rata industri sebesar 10-20%. Dengan target menjadi perusahaan ekosistem teknologi tinggi global, Chery terus memperkuat kemitraan internasional, termasuk dukungan berkelanjutan terhadap program pendidikan UNICEF sebagai bagian dari inisiatif ESG mereka.


















