Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Efek Membiarkan Abu Vulkanik Menempel Lama di Mobil
ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Erik Mclean)
  • Abu vulkanik bersifat abrasif dan dapat membuat cat mobil baret halus serta kusam, terutama bila digosok kering atau bercampur air hujan lalu mengering.
  • Partikel halus abu mudah menumpuk di celah pintu, kap mesin, ventilasi, dan area wiper; kelembapan membuatnya menjadi kotoran yang lebih sulit dibersihkan.
  • Selain bodi, kaca, rem, filter udara, filter kabin, dan sensor perlu diperiksa; mobil sebaiknya dibilas terlebih dahulu sebelum dicuci menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Abu dari gunung meletus bisa menempel di mobil. Abu ini dapat membuat cat mobil kusam dan tergores kalau digosok saat masih kering. Abu juga bisa masuk ke celah pintu, wiper, dan ventilasi. Mobil perlu segera dibilas dengan air, lalu dicuci. Filter dan bagian penting mobil juga perlu dicek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Abu vulkanik yang menempel di bodi mobil sering dianggap hanya sebagai kotoran biasa. Padahal, partikel dari letusan gunung berapi memiliki karakter berbeda dan dapat menimbulkan masalah jika dibiarkan terlalu lama.

Semakin lama abu menempel, semakin besar peluang partikel tersebut bercampur dengan air, menumpuk di celah kendaraan, atau menggores permukaan ketika mobil dibersihkan. Karena itu, kendaraan yang terkena hujan abu sebaiknya segera mendapat perhatian.

1. Lapisan cat bisa kehilangan kilap

ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/WAVYVISUALS)

Abu vulkanik memiliki partikel mineral yang dapat bersifat abrasif. Ketika debu tersebut menempel pada permukaan cat, kemudian terkena gesekan, lapisan cat berpotensi mengalami baret halus. Risiko semakin besar ketika bodi yang penuh abu langsung dilap menggunakan kain kering.

Paparan dalam waktu lama juga dapat membuat permukaan kendaraan terlihat kusam, terutama jika abu bercampur dengan air hujan dan mengering kembali. Karena itu, membersihkan mobil tidak sebaiknya dilakukan dengan cara menggosok permukaan yang masih dipenuhi partikel kering. Bilas terlebih dahulu untuk mengurangi risiko gesekan.

2. Abu dapat menumpuk di berbagai celah

ilustrasi lampu Hazard mobil (pexels.com/Ilja Blakunovas)

Selain bodi, abu vulkanik bisa masuk dan menumpuk di celah pintu, sekitar kap mesin, kisi-kisi ventilasi, hingga area di dekat wiper. Partikel yang sangat halus membuatnya mudah terbawa angin dan masuk ke bagian kendaraan yang sulit dijangkau.

Jika dibiarkan, tumpukan abu dapat bercampur dengan kelembapan dan membentuk kotoran yang lebih sulit dibersihkan. Area tertentu juga perlu mendapat perhatian karena berdekatan dengan komponen kelistrikan atau saluran udara. Pemeriksaan setelah kendaraan terkena abu cukup tebal dapat membantu mencegah masalah berkembang.

3. Komponen kendaraan juga perlu diperiksa

Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Abu vulkanik tidak hanya berdampak pada tampilan eksterior. Partikel tersebut juga dapat menempel pada kaca, rem, filter udara, filter kabin, serta sensor yang berada di bagian luar kendaraan. Jika paparan cukup berat, komponen tersebut sebaiknya diperiksa untuk memastikan tidak terjadi penumpukan berlebihan.

Pembersihan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin dengan metode yang tepat. Bodi dapat dibilas terlebih dahulu menggunakan air untuk mengangkat abu sebelum dicuci secara menyeluruh. Filter udara dan filter kabin perlu diperiksa jika kendaraan sering digunakan di wilayah yang terkena hujan abu. Dengan penanganan yang tepat, risiko kerusakan akibat abu vulkanik dapat dikurangi dan kondisi mobil tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article