Waspada! Debu Vulkanik Bikin Permukaan Jalan Jadi Licin

- Debu vulkanik menutupi tekstur kasar aspal, mengurangi cengkeraman ban dan meningkatkan risiko kendaraan selip saat mengerem atau berbelok.
- Saat bercampur hujan, abu membentuk lapisan basah licin yang sulit dikenali; traksi berkurang dan jarak pengereman dapat bertambah.
- Pengemudi perlu mengurangi kecepatan, memperlebar jarak aman, menghindari manuver mendadak, serta berhenti di lokasi aman bila abu terlalu tebal.
Debu vulkanik yang turun di jalan tidak hanya mengganggu jarak pandang. Lapisan abu yang menutupi permukaan aspal juga dapat mengubah karakter jalan sehingga ban lebih sulit mendapatkan cengkeraman optimal.
Kondisi tersebut semakin berbahaya ketika abu vulkanik bercampur dengan air hujan. Permukaan jalan bisa menjadi lebih licin dan membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan, terutama ketika pengemudi melaju terlalu cepat atau melakukan manuver mendadak.
1. Abu menutupi permukaan aspal

ilustrasi mobil di jalan basah (pexels.com/Ishan Kulshrestha) Permukaan aspal memiliki tekstur kasar yang membantu ban mendapatkan traksi. Ketika tertutup lapisan debu vulkanik, kontak langsung antara karet ban dan permukaan aspal dapat terganggu. Semakin tebal abu yang menumpuk, semakin sulit ban mempertahankan cengkeraman pada jalan.
Kondisi ini membuat kendaraan berpotensi mengalami selip ketika melakukan pengereman atau berbelok. Pengemudi mungkin juga merasakan mobil lebih mudah bergeser dibandingkan ketika melewati aspal dalam kondisi bersih. Karena itu, kecepatan perlu dikurangi saat jalan mulai tertutup abu.
2. Air hujan membuat kondisi makin licin

ilustrasi mobil di jalan basah (pexels.com/Erik Mclean) Risiko dapat meningkat ketika abu vulkanik bercampur dengan air. Partikel abu yang menempel di permukaan jalan dapat membentuk lapisan basah dan licin sehingga traksi ban semakin berkurang. Kondisi seperti ini cukup sulit dikenali, terutama jika lapisan abu tipis dan menyerupai permukaan jalan biasa.
Pengemudi perlu lebih berhati-hati ketika hujan turun setelah terjadi hujan abu. Hindari mengerem secara mendadak, mempercepat kendaraan secara agresif, atau melakukan perpindahan jalur dengan cepat. Jarak pengereman juga dapat bertambah sehingga ruang dengan kendaraan di depan perlu dibuat lebih luas.
3. Kurangi kecepatan dan hindari manuver mendadak

Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir (freepik.com/freepik) Saat melewati jalan yang tertutup abu vulkanik, pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan secara bertahap. Kecepatan rendah memberikan waktu lebih banyak untuk merespons ketika kendaraan mulai kehilangan traksi. Jarak aman dengan kendaraan lain juga perlu diperbesar untuk mengantisipasi pengereman yang membutuhkan ruang lebih panjang.
Selain itu, hindari gerakan setir secara tiba-tiba, terutama ketika melewati tikungan atau berpindah jalur. Jika abu vulkanik terlalu tebal hingga jarak pandang dan kondisi jalan sulit dipastikan, perjalanan sebaiknya dihentikan sementara di lokasi yang aman. Keselamatan perlu menjadi prioritas daripada memaksakan perjalanan dalam kondisi jalan yang berisiko.
















