Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kabin Mobil Mobil Tak Sepenuhnya Aman dari Paparan Abu Vulkanik

Kabin Mobil Mobil Tak Sepenuhnya Aman dari Paparan Abu Vulkanik
ilustrasi jendela mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Kabin mobil hanya memberi perlindungan sementara; abu vulkanik tetap dapat masuk lewat ventilasi dan celah. Tutup jendela rapat serta gunakan mode sirkulasi udara dalam.
  • Saat hujan abu tebal, menyalakan mesin terus-menerus dapat membebani filter udara. Hindari berhenti di bawah pohon, reklame, atau bangunan rentan; bangunan kokoh lebih aman.
  • Hentikan perjalanan ketika jarak pandang sangat terbatas dan cari lokasi aman. Setelah kondisi reda, periksa filter, AC, rem, serta sensor kendaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Berada di dalam mobil memang dapat memberikan perlindungan sementara ketika abu vulkanik mulai turun. Kabin kendaraan dapat mengurangi paparan langsung terhadap partikel yang beterbangan di luar.

Namun, mobil bukan tempat perlindungan yang sepenuhnya aman dari abu vulkanik. Partikel halus masih bisa masuk melalui sistem ventilasi, celah pintu, atau ketika jendela dibuka. Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika terpaksa bertahan di dalam mobil.

  1. 1. Kabin mobil tidak sepenuhnya kedap udara

    Ilustrasi wanita memandang ke jendela mobil (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi wanita memandang ke jendela mobil (freepik.com/freepik)

    Mobil pada dasarnya tidak dirancang sebagai ruang kedap udara. Ketika kondisi di luar dipenuhi abu vulkanik, partikel dapat masuk melalui sistem pemasukan udara dan berbagai celah kecil pada kendaraan. Risiko paparan semakin besar jika jendela atau pintu sering dibuka.

    Untuk mengurangi masuknya abu, jendela sebaiknya ditutup rapat. Sistem AC juga dapat diatur menggunakan mode sirkulasi udara dalam atau recirculation. Pengaturan tersebut membantu mengurangi pemasukan udara dari luar, meskipun tidak mampu menghilangkan seluruh risiko paparan abu vulkanik.

  2. 2. Jangan menyalakan mesin di lokasi yang berbahaya

    ilustrasi kunci mobil
    ilustrasi kunci mobil (pexels.com/Erik Mclean)

    Jika mobil berada di tengah hujan abu yang sangat tebal, menyalakan mesin terus-menerus juga perlu dipertimbangkan. Mesin membutuhkan udara untuk proses pembakaran, sehingga udara yang sangat berdebu dapat meningkatkan beban pada filter udara dan berpotensi mengganggu sistem pemasukan udara.

    Selain itu, mobil sebaiknya tidak digunakan sebagai tempat berlindung jika berada di lokasi yang memiliki ancaman lain. Hindari berhenti di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang dapat mengalami kerusakan akibat timbunan abu. Jika tersedia bangunan kokoh yang aman, berlindung di dalam bangunan umumnya lebih baik daripada bertahan di dalam kendaraan.

  3. 3. Segera cari tempat aman jika abu semakin pekat

    ilustrasi lampu hazard mobil
    ilustrasi lampu Hazard mobil (pexels.com/Ilja Blakunovas)

    Jika abu vulkanik semakin tebal hingga jarak pandang hampir tidak tersedia, perjalanan sebaiknya dihentikan. Jangan memaksakan kendaraan terus berjalan karena kondisi jalan, kendaraan lain, dan berbagai rintangan mungkin sulit terlihat. Carilah lokasi yang aman untuk berhenti jika masih memungkinkan dilakukan.

    Selama menunggu kondisi membaik, tetap tutup semua jendela dan gunakan sirkulasi udara dalam jika diperlukan. Jika muncul gangguan pernapasan atau kondisi darurat lainnya, segera cari perlindungan di bangunan yang kokoh dan ikuti arahan dari pihak berwenang. Setelah paparan abu berakhir, kendaraan juga perlu diperiksa, terutama filter udara, filter kabin, sistem AC, rem, serta sensor yang berada di bagian luar mobil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More