Ilustrasi mobil listrik (123rf.com/photosvit)
Banyak yang mengira satu-satunya sumber daya pada mobil listrik hanyalah baterai utamanya yang besar dan bertenaga tinggi. Padahal, hampir semua mobil listrik modern juga masih menggunakan aki kecil bertegangan 12 volt seperti pada mobil konvensional. Meski terlihat sepele, kalau baterai ini bermasalah, mobil listrik bisa mati total.
Dikutip dari kantor berita Antara News, pakar otomotif ITB, Agus Purwadi, menjelaskan ini sebagai penyebab paling umum EV mati mendadak: meskipun EV memiliki baterai traksi bertegangan tinggi, sistem komputer, lampu, dan sensor tetap dijalankan oleh baterai 12V biasa, dimana jika baterai ini drop, main relay gak bisa menutup sehingga daya dari baterai besar gak bisa mengalir ke motor penggerak, dan mobil akan mati total meskipun persentase baterai utama masih 80 persen.
Hal serupa juga jadi perhatian di industri otomotif global. Frank Hanley, Senior Director of Automotive Benchmarking, menyebut masalah baterai starter sebenarnya menjadi isu yang dialami di seluruh industri otomotif, bukan cuma EV namun ia mengakui ini menjadi salah satu growing pain point khusus pada kendaraan listrik karena sistemnya yang lebih kompleks dan baru. Menurutnya, ini adalah bagian dari learning curve, setiap kali ada teknologi dan fitur baru yang diperkenalkan, butuh waktu untuk menyempurnakannya.