Geely Bangun Charger 2.250 kW, Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 8 Menit

Geely mengoperasikan Smart Charging C12 di Hangzhou, Shanghai, Ningbo, Jiaxing, dan Xi’an, dengan daya puncak hingga 2.250 kW per konektor.
Mobil kompatibel dari grup Geely diklaim dapat mengisi baterai 10–70 persen dalam 4 menit 30 detik, serta 10–97 persen dalam 8 menit 40 detik.
Geely menargetkan 15.000 stasiun dan 50.000 konektor di China pada 2027, sambil mengembangkan arsitektur 1.000 volt untuk pengisian lebih cepat.
Jakarta, IDN Times - Geely mempercepat pengembangan ekosistem mobil listrik dengan mulai mengoperasikan jaringan pengisian daya berkapasitas sangat besar di China. Teknologi bernama Smart Charging C12 tersebut menawarkan daya puncak hingga 2.250 kW pada setiap konektor.
Melansir Carnewschina, jaringan ini telah hadir di lima kota, yakni Hangzhou, Shanghai, Ningbo, Jiaxing, dan Xi’an. Dengan teknologi tersebut, sejumlah mobil listrik dari grup Geely diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu 8 menit 40 detik.
1. Charger 2.250 kW mulai beroperasi di lima kota

Kolaborasi Geely dengan HSR Wheel (Dok. Geely) Smart Charging C12 menggunakan sistem pengisian 12C dengan kemampuan tegangan hingga 1.500 volt dan arus maksimum 1.500 ampere. Secara teoritis, kombinasi tersebut memungkinkan setiap konektor menghasilkan daya hingga 2.250 kW.
Geely menempatkan teknologi ini sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur pengisian generasi baru. Saat ini, fasilitas tersebut sudah digunakan di Hangzhou, Shanghai, Ningbo, Jiaxing, dan Xi’an.
Teknologi tersebut juga menunjukkan bagaimana persaingan mobil listrik di China mulai bergeser. Bukan hanya soal jarak tempuh dan performa kendaraan, produsen kini berlomba menghadirkan waktu pengisian baterai yang semakin singkat.
2. Isi baterai mobil listrik kurang dari sembilan menit

Review Geely EX5 (IDN Times/Fadhliansyah) Kemampuan pengisian berdaya besar tersebut sudah dapat dimanfaatkan sejumlah kendaraan listrik dari merek di bawah Geely Group, termasuk Zeekr dan Lynk & Co.
Pada model yang kompatibel dengan teknologi 12C, pengisian baterai dari 10 persen hingga 70 persen diklaim hanya membutuhkan sekitar 4 menit 30 detik. Sementara untuk mencapai 97 persen, waktunya sekitar 8 menit 40 detik.
Namun, angka 2.250 kW merupakan kemampuan maksimum konektor, bukan berarti seluruh mobil secara otomatis menerima daya sebesar itu. Kemampuan aktual tetap bergantung pada kapasitas baterai, arsitektur kelistrikan kendaraan, serta kemampuan baterai menerima daya pengisian.
Geely juga menggunakan sistem manajemen berbasis kecerdasan buatan untuk mengontrol proses pengisian. Sistem tersebut diklaim mampu memprediksi perubahan temperatur baterai hingga 30 detik sebelumnya sehingga distribusi daya dapat disesuaikan secara dinamis.
3. Geely siapkan 15 ribu stasiun charging pada 2027

Panel instrumen LCD Geely EX2 (IDN Times/Fadhliansyah) Pengembangan Smart Charging C12 tidak berhenti di lima kota. Geely menargetkan pembangunan sekitar 15.000 stasiun pengisian dengan total 50.000 konektor di China pada 2027.
Perusahaan juga mengembangkan arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt yang ditujukan untuk memangkas waktu pengisian 10–80 persen menjadi kurang dari 5,5 menit pada kendaraan generasi berikutnya.
Langkah Geely ini memperlihatkan semakin ketatnya persaingan infrastruktur pengisian daya di China. BYD sebelumnya juga mengembangkan teknologi Flash Charging dengan daya hingga 1.500 kW.
Dengan masuknya Geely ke kelas megawatt, perang teknologi fast charging kini tidak hanya berlangsung di sisi baterai dan motor listrik, tetapi juga pada infrastruktur pendukungnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















