GWM: Baterai Solid-State Baru Diproduksi Massal 5 Tahun Lagi

- GWM memprediksi baterai solid-state baru siap diproduksi massal sekitar lima tahun lagi karena masih menghadapi tantangan efisiensi biaya, keamanan, dan performa.
- Anak perusahaan GWM, Svolt, telah mengembangkan sel SSB 20 Ah sejak 2022 namun progresnya belum cukup cepat dibanding pesaing seperti GAC Group dan CALB yang menargetkan produksi lebih awal.
- Sambil menunggu kesiapan teknologi solid-state, GWM tetap mengembangkan mesin bensin-diesel serta memperkenalkan baterai cair-padat 100 kWh sebagai solusi transisi dengan pengisian cepat 6C.
Ketua Great Wall Motor (GWM), Wei Jianjun, memberikan pandangan realistis mengenai masa depan teknologi baterai solid-state (SSB) di industri otomotif. Meskipun teknologi ini digadang-gadang sebagai masa depan kendaraan listrik, GWM memperkirakan bahwa penggunaan secara luas pada kendaraan dengan nilai komersial masih membutuhkan waktu setidaknya lima tahun lagi.
Saat ini, teknologi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan verifikasi mendalam untuk memastikan kesiapannya di pasar massal. Tantangan besar dalam hal efisiensi biaya, keamanan, dan performa menjadi fokus utama perusahaan sebelum benar-benar melepas inovasi ini ke tangan konsumen global dalam skala besar.
1. Tantangan teknis dan pengembangan elektrolit sulfida

Dalam unggahan di akun Weibo pribadinya, Wei Jianjun atau yang akrab disapa Jack Wei menyoroti bahwa baterai solid-state masih menghadapi rintangan multifaset. Melansir dari carnewschina.com, GWM saat ini memfokuskan penelitiannya pada teknologi berbasis sulfida, di mana mereka telah mencapai kemampuan produksi elektrolit padat sulfida pada skala kilogram. Selain itu, perusahaan juga telah mengembangkan sampel sel baterai berkapasitas 20 Ah sebagai bagian dari purwarupa mereka.
Wei Jianjun menekankan bahwa perjalanan menuju komersialisasi masih panjang dan membutuhkan konsistensi tinggi. "Teknologi ini masih dalam pengembangan dan verifikasi," ungkap Wei Jianjun mengenai status terkini proyek baterai tersebut. Beliau juga menggarisbawahi bahwa perusahaan akan terus berinvestasi lebih banyak dalam riset dan pengembangan (R&D) guna mencapai kemajuan teknologi yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
2. Perbandingan progres dengan kompetitor di industri otomotif

Anak perusahaan GWM, Svolt, sebenarnya telah mengembangkan prototipe sel SSB berbasis sulfur 20 Ah pertama sejak tahun 2022 dengan densitas energi 350–400 Wh/kg. Sel tersebut bahkan telah lulus uji penetrasi paku dan uji suhu tinggi 200°C. Namun, setelah empat tahun berlalu, progres yang dicapai dirasa belum cukup untuk membawa teknologi ini ke lini produksi massal dalam waktu dekat, sehingga estimasi lima tahun ke depan menjadi target yang lebih masuk akal bagi GWM.
Di sisi lain, beberapa pesaing GWM tampak melaju lebih cepat dalam perlombaan teknologi ini. GAC Group dilaporkan menjadi perusahaan pertama yang menyelesaikan lini produksi baterai solid-state kapasitas besar dengan memproduksi sel 60 Ah dalam basis uji coba batch kecil, yang direncanakan untuk produksi massal pada 2027–2030. Pembuat baterai CALB serta perusahaan Dreame juga telah memamerkan sel 60 Ah mereka dengan densitas energi yang sangat kompetitif, memberikan tekanan lebih bagi GWM untuk mempercepat inovasi mereka.
3. Strategi diversifikasi mesin dan solusi baterai cair-padat

Meskipun industri otomotif sedang gencar beralih ke kendaraan energi baru, GWM dikenal dengan pendekatan yang sangat beragam. Sambil menunggu matangnya teknologi solid-state, perusahaan tetap melanjutkan pengembangan mesin pembakaran internal (ICE) berbahan bakar bensin dan diesel. Tahun ini, GWM bahkan berencana meluncurkan kendaraan dengan mesin diesel V6 3 liter dan mesin bensin V8 4 liter yang sempat dipamerkan pada ajang CES 2026 di Las Vegas.
Sebagai solusi antara sebelum baterai solid-state sepenuhnya siap, GWM memperkenalkan teknologi baterai cair-padat (liquid-solid battery). Teknologi terbaru ini menggunakan paket nikel-menengah yang dirancang untuk mobil penumpang kelas menengah ke atas dengan densitas energi 245 Wh/kg. GWM berbagi informasi bahwa mereka akan memulai pemasangan volume tinggi untuk baterai cair-padat 100 kWh dengan kemampuan pengisian daya 6C pada kuartal ketiga tahun ini, sebagai langkah transisi yang lebih konkret bagi konsumen saat ini.

















