Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal Sepele Ini Bisa Menurunkan Kenyamanan Berkendara Jarak Jauh

ilustrasi mengemudi mobil saat marah
ilustrasi mengemudi mobil saat marah (freepik.com/diana.grytsku)
Intinya sih...
  • Posisi duduk yang sedikit melenceng- Posisi yang kurang ideal memicu pegal di leher, bahu, dan punggung bawah.- Penyesuaian kecil di awal perjalanan membantu menjaga tubuh tetap rileks dan fokus.
  • Suhu kabin yang kurang seimbang- Suhu yang gak seimbang memicu rasa kantuk atau bikin tubuh cepat lelah.- Menyesuaikan suhu secara berkala membantu menjaga kewaspadaan dan mencegah rasa tidak nyaman.
  • Kebisingan kecil yang terus berulang- Konsentrasi juga bisa terganggu tanpa disadari.- Mengurangi sumber bunyi kecil membantu menjaga suasana kabin lebih tenang dan pik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjalanan jarak jauh sering terlihat sederhana di atas rencana, tapi praktiknya penuh detail kecil yang menentukan kenyamanan. Banyak pengemudi fokus pada mesin dan bahan bakar, tapi lupa bahwa faktor-faktor kecil di kabin dan kebiasaan berkendara juga punya pengaruh besar. Hal-hal sepele yang terlihat remeh justru bisa menggerus rasa nyaman secara perlahan.

Dalam perjalanan panjang, akumulasi gangguan kecil sering terasa lebih melelahkan daripada satu masalah besar. Rasa pegal, fokus yang menurun, dan emosi yang lebih mudah naik sering berawal dari detail yang terabaikan. Memahami hal-hal sepele ini membantu menjaga stamina dan suasana hati tetap stabil selama di jalan. Yuk, cek satu per satu supaya perjalanan jarak jauh tetap nyaman dan minim drama!

1. Posisi duduk yang sedikit melenceng

ilustrasi mengemudi mobil
ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/Esmihel Muhammed)

Posisi duduk sering dianggap sudah pas selama masih terasa nyaman di awal perjalanan. Padahal, pergeseran kecil pada sandaran, jarak kursi, atau kemiringan setir bisa berdampak besar setelah beberapa jam. Posisi yang sedikit melenceng membuat otot bekerja lebih keras tanpa disadari.

Dalam jangka panjang, postur yang kurang ideal memicu pegal di leher, bahu, dan punggung bawah. Rasa tidak nyaman ini berkembang perlahan dan sering baru terasa saat tubuh sudah kelelahan. Penyesuaian kecil di awal perjalanan membantu menjaga tubuh tetap rileks dan fokus tetap terjaga.

2. Suhu kabin yang kurang seimbang

ilustrasi menghidupkan AC mobil
ilustrasi menghidupkan AC mobil (pexels.com/UMA media)

Suhu kabin sering diatur sekali lalu dibiarkan sepanjang perjalanan. Padahal, perubahan cuaca dan kondisi tubuh membuat kebutuhan suhu ikut berubah. Kabin yang terlalu dingin atau terlalu hangat sama-sama berpotensi menurunkan kenyamanan.

Suhu yang gak seimbang memicu rasa kantuk atau justru bikin tubuh cepat lelah. Dalam perjalanan panjang, tubuh lebih sensitif terhadap perubahan temperatur kecil. Menyesuaikan suhu secara berkala membantu menjaga kewaspadaan dan mencegah rasa tidak nyaman yang menumpuk.

3. Kebisingan kecil yang terus berulang

ilustrasi mengemudi mobil saat marah
ilustrasi mengemudi mobil saat marah (freepik.com/lookstudio)

Bunyi kecil seperti getaran panel, suara angin, atau road noise sering dianggap sepele. Namun, kebisingan yang konsisten dalam waktu lama bisa menguras energi mental. Otak bekerja ekstra untuk menyaring suara yang dianggap mengganggu.

Dalam perjalanan jarak jauh, kebisingan kecil yang terus berulang terasa lebih melelahkan daripada suara keras sesekali. Konsentrasi juga bisa terganggu tanpa disadari. Mengurangi sumber bunyi kecil membantu menjaga suasana kabin lebih tenang dan pikiran lebih fokus.

4. Asupan cairan yang kurang terjaga

ilustrasi minum dengan tumbler
ilustrasi minum dengan tumbler (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Banyak pengemudi sengaja mengurangi minum supaya gak sering berhenti. Kebiasaan ini terlihat praktis, tapi berdampak pada kondisi tubuh. Dehidrasi ringan bisa menurunkan fokus dan membuat tubuh terasa lebih cepat lelah.

Kurangnya cairan juga memicu sakit kepala ringan dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Efek ini sering muncul perlahan dan terasa mengganggu di tengah perjalanan panjang. Menjaga asupan cairan membantu tubuh tetap segar dan konsentrasi lebih stabil.

5. Aroma kabin yang mengganggu

ilustrasi pengharum mobil
ilustrasi pengharum mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Aroma di dalam kabin punya pengaruh besar pada suasana hati. Bau lembap, sisa makanan, atau pengharum yang terlalu kuat bisa mengganggu kenyamanan. Indra penciuman yang terus terpapar aroma tidak sedap membuat perjalanan terasa lebih melelahkan.

Aroma yang terlalu menyengat juga memicu pusing ringan pada sebagian orang. Dalam perjalanan panjang, efek ini terasa lebih mengganggu karena terjadi terus-menerus. Menjaga aroma kabin tetap segar dan netral membantu suasana lebih rileks dan perjalanan terasa lebih menyenangkan.

Kenyamanan berkendara jarak jauh sering ditentukan oleh detail-detail kecil yang jarang diperhatikan. Posisi duduk, suhu, suara, cairan, dan aroma sama-sama punya peran penting. Dengan perhatian pada hal sepele, perjalanan panjang bisa terasa jauh lebih ringan. Perjalanan yang nyaman bukan cuma soal mobil yang prima, tapi juga soal kepedulian pada tubuh dan lingkungan kabin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kolaborasi IMX Hub, Jetour T2 Tampil Total Lewat Live Modifikasi

05 Feb 2026, 01:13 WIBAutomotive