Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Pertama Turbo Naik, Tips Irit Naik Mobil Bermesin Besar

Harga Pertama Turbo Naik, Tips Irit Naik Mobil Bermesin Besar
ilustrasi naik mobil pribadi (unsplash.com/Andraz Lazic)
Intinya Sih
  • Harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter per 18 April 2026, memicu kekhawatiran pemilik mobil bermesin besar soal biaya operasional harian.
  • Teknik mengemudi halus, menjaga RPM stabil, serta memanfaatkan momentum kendaraan jadi strategi utama untuk menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengorbankan performa mesin.
  • Menjaga tekanan ban ideal, mengurangi beban kendaraan, mengatur penggunaan AC secara bijak, dan melakukan perawatan rutin terbukti membantu efisiensi di tengah lonjakan harga bensin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kenaikan harga Pertamax Turbo yang kini menyentuh angka Rp19.400 per liter per 18 April 2026 menjadi tantangan serius bagi pemilik mobil bermesin besar. Mesin dengan kapasitas silinder tinggi atau teknologi induksi paksa biasanya menuntut asupan oktan tinggi, sehingga pembengkakan biaya operasional harian tidak dapat dihindari lagi.

Meskipun performa mesin besar menawarkan kepuasan berkendara yang mumpuni, efisiensi kini menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas finansial. Melalui penyesuaian teknik mengemudi dan perawatan yang tepat, konsumsi bahan bakar pada mobil berperforma tinggi tetap dapat dioptimalkan tanpa harus mengorbankan kesehatan mesin dalam jangka panjang.

1. Teknik mengemudi halus dan manajemen momentum

ilustrasi naik mobil sendirian (pexels.com/Robert Nagy)
ilustrasi naik mobil sendirian (pexels.com/Robert Nagy)

Kunci utama menghemat bahan bakar pada mesin berkapasitas besar adalah menghindari perubahan kecepatan yang mendadak. Mesin dengan silinder banyak membutuhkan debit bahan bakar yang sangat besar saat melakukan akselerasi instan; oleh karena itu, injakan pedal gas harus dilakukan secara perlahan dan progresif. Dengan menjaga putaran mesin (RPM) tetap rendah namun stabil, sistem manajemen mesin dapat bekerja dalam mode efisiensi maksimal tanpa memicu penyemprotan bahan bakar berlebih ke ruang bakar.

Selain itu, memanfaatkan momentum kendaraan atau teknik coasting sangat efektif untuk mengurangi beban kerja mesin. Saat melihat lampu lalu lintas berwarna merah di kejauhan atau jalanan yang menurun, pengemudi sebaiknya mengangkat kaki dari pedal gas lebih awal agar kendaraan melaju dengan sisa gaya dorong. Meminimalkan penggunaan rem secara mendadak juga berarti meminimalkan kebutuhan untuk memacu kendaraan kembali dari kecepatan rendah, yang merupakan momen di mana konsumsi bensin paling boros terjadi.

2. Optimalisasi tekanan ban dan pengurangan beban kendaraan

ilustrasi naik mobil dalam perjalanan jauh (pexels.com/Ulrik Skare)
ilustrasi naik mobil dalam perjalanan jauh (pexels.com/Ulrik Skare)

Faktor mekanis di luar mesin juga memegang peranan krusial dalam menentukan seberapa banyak Pertamax Turbo yang terbakar. Tekanan ban yang kurang dari standar pabrikan akan meningkatkan hambatan gulung (rolling resistance), yang memaksa mesin besar bekerja lebih keras untuk sekadar menggerakkan bodi mobil yang berat. Memastikan tekanan ban berada pada angka ideal dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 3-5 persen, sebuah angka yang cukup berarti di tengah harga bensin yang mahal.

Pengurangan beban yang tidak perlu di dalam kabin atau bagasi juga menjadi langkah praktis yang sering terabaikan. Mobil mewah atau SUV bermesin besar umumnya sudah memiliki bobot kosong yang berat; menambah beban tambahan sebesar 50 kilogram saja dapat menurunkan efisiensi secara signifikan. Pembersihan bagasi dari barang-barang yang tidak digunakan serta pencopotan rak atap (roof rack) saat tidak diperlukan akan memperbaiki aerodinamika dan meringankan beban mesin secara keseluruhan.

3. Pengaturan penggunaan pendingin udara dan perawatan rutin

ilustrasi ac mobil (pexels.com/UMA media)
ilustrasi ac mobil (pexels.com/UMA media)

Penggunaan sistem penyejuk udara (AC) pada suhu maksimal merupakan salah satu penyedot tenaga mesin yang cukup besar. Untuk menghemat bensin, pengaturan suhu AC sebaiknya dijaga pada level moderat dan tidak terlalu dingin. Saat berkendara dalam kota dengan kecepatan rendah, mematikan AC sesekali bisa membantu, namun pada kecepatan tinggi di jalan tol, menutup jendela dan menyalakan AC lebih efisien daripada membiarkan jendela terbuka yang justru merusak aerodinamika kendaraan.

Terakhir, kondisi mesin yang prima adalah syarat mutlak untuk kehematan. Filter udara yang kotor atau busi yang sudah lemah akan membuat proses pembakaran menjadi tidak sempurna, sehingga tenaga yang dihasilkan berkurang meski bensin yang disedot tetap banyak. Perawatan rutin memastikan sensor-sensor mesin bekerja akurat dalam mengatur campuran udara dan bahan bakar, sehingga setiap tetes Pertamax Turbo yang harganya kini meroket dapat dikonversi menjadi energi gerak dengan seefisien mungkin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More