Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pertamax Turbo Naik, isi Full Tank Mobil Bisa Bayar Cicilan Motor Sebulan

Pertamax Turbo Naik, isi Full Tank Mobil Bisa Bayar Cicilan Motor Sebulan
Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/Ekaterina Belinskaya)
Intinya Sih
  • Harga Pertamax Turbo naik drastis dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, membuat biaya isi penuh tangki mobil mewah setara cicilan motor sebulan.
  • Kenaikan harga memicu perubahan gaya hidup pemilik mobil mewah, mengurangi aktivitas berkendara santai dan menurunkan nilai jual kendaraan berkapasitas besar.
  • Lonjakan harga dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah yang memengaruhi distribusi minyak global, menandakan risiko tinggi bagi pengguna BBM nonsubsidi di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diumumkan pada hari ini, 18 April 2026, membuat kaget banyak orang. Sebab lonjakan harga Pertamax Turbo (RON 98) tembus hingga Rp19.400 per liter dari sebelumnya hanya Rp13.100. Kenaikan ini sudah pasti bakal membuat para pemilik kendaraan, terutama kendaraan mewah, harus untuk merogoh kocek jauh lebih dalam saat mengisi bahan bakar.

Sebab, kebanyakan mobil mewah harus diisi dengan bahan bakar dengan RON 98, yaitu Pertamax Turbo. Jika diisi dengan bahan bakar yang kualitasnya di bawah itu, bisa dipastikan mesin mobil akan bermasalah. Tapi, kira-kira bakal habis berapa ya mengisi tangki bensin mobil mewah dengan Pertamax Turbo?

1. Bisa untuk membayar cicilan motor sebulan

ilustrasi isi bensin di SPBU (pexels.com/Engin Akyurt)
ilustrasi isi bensin di SPBU (pexels.com/Engin Akyurt)

Mobil mewah rata-rata memiliki kapasitas tangki bahan bakar yang cukup besar, berkisar antara 60 hingga 90 liter, untuk mendukung performa mesin yang haus akan energi. Dengan harga terbaru Rp19.400 per liter, pengisian penuh untuk sebuah sedan mewah berkapasitas 60 liter kini mencapai Rp1.164.000. Sementara itu, untuk kategori SUV mewah berukuran besar dengan tangki 90 liter, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp1.746.000 hanya untuk satu kali pengisian.

Angka tersebut sangat kontras jika dibandingkan dengan rata-rata cicilan sepeda motor di pasar otomotif saat ini yang berada di kisaran Rp800.000 hingga Rp1.500.000 per bulan. Realita bahwa biaya sekali mampir ke SPBU lebih mahal daripada cicilan kendaraan selama tiga puluh hari menunjukkan betapa drastisnya pergeseran biaya operasional kendaraan di segmen premium. Bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi, pengeluaran bensin bulanan kini bisa setara dengan harga satu unit sepeda motor baru jika diakumulasikan.

2. Efek domino terhadap gaya hidup dan nilai jual kendaraan

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)
ilustrasi isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Tingginya harga bensin oktan tinggi mulai mengubah pola perilaku para pemilik mobil mewah dalam menggunakan aset mereka. Tren "Joyride" atau berkendara santai tanpa tujuan di akhir pekan yang biasanya menjadi hobi komunitas otomotif kini mulai berkurang secara signifikan karena pertimbangan efisiensi. Mobil-mobil berperforma tinggi yang biasanya menjadi kendaraan harian kini lebih banyak terparkir di garasi, digantikan oleh kendaraan yang lebih hemat bahan bakar atau moda transportasi alternatif untuk mobilitas rutin.

Selain perubahan gaya hidup, kenaikan biaya operasional yang ekstrem ini diprediksi akan berdampak pada nilai jual kembali kendaraan di pasar mobil bekas. Mobil-mobil dengan kapasitas mesin besar dan kewajiban RON 98 kemungkinan besar akan mengalami depresiasi harga yang lebih tajam karena calon pembeli kini lebih mempertimbangkan efisiensi biaya jalan. Pasar otomotif mungkin akan melihat pergeseran minat yang besar ke arah kendaraan hibrida atau listrik sebagai solusi jangka panjang menghindari lonjakan harga BBM global.

3. Tekanan geopolitik dan masa depan energi nonsubsidi

Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/Andrea Piacquadio)

Kenaikan harga yang sangat tajam ini merupakan dampak langsung dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi minyak dunia. Sebagai produk nonsubsidi, Pertamax Turbo sangat bergantung pada indeks harga minyak mentah global dan nilai tukar rupiah. Situasi ini memberikan pelajaran berharga bagi para pemilik kendaraan mengenai ketidakpastian harga energi fosil di masa depan yang akan terus berfluktuasi mengikuti kondisi politik internasional.

Ketergantungan pada bahan bakar oktan tinggi kini menjadi risiko finansial tersendiri bagi pemilik mobil mewah yang tidak siap dengan perubahan harga mendadak. Meski pemerintah masih mempertahankan harga Pertamax dan Pertalite untuk menjaga stabilitas, segmen pengguna BBM unggulan dipastikan akan terus menghadapi tantangan biaya yang berat. Fenomena biaya isi bensin yang lebih mahal dari cicilan motor ini menjadi alarm nyata bahwa era energi murah untuk kendaraan berperforma tinggi mungkin telah berakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More