Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Haruskah Menambah Tekanan Ban Mobil Saat Mudik dengan Muatan Penuh?
ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner)
  • Menjelang mudik, penting memeriksa dan menyesuaikan tekanan ban agar tetap aman saat mobil membawa beban penuh, demi kenyamanan serta keselamatan selama perjalanan jauh.
  • Setiap pabrikan menyediakan panduan tekanan ban di stiker pilar pintu atau tutup tangki, dengan selisih sekitar 2–5 PSI antara kondisi ringan dan beban penuh.
  • Tekanan ban yang sesuai membantu efisiensi bahan bakar, menjaga kestabilan kendaraan, serta mencegah risiko pecah ban atau hydroplaning di jalan basah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang perjalanan mudik, memeriksa kondisi ban adalah ritual wajib yang tidak boleh terlewatkan demi keselamatan keluarga. Banyak pemudik sering bertanya-tanya apakah mereka perlu menambah tekanan udara saat bagasi terisi penuh dengan barang bawaan dan seluruh kursi penumpang terisi oleh anggota keluarga.

Mengabaikan penyesuaian tekanan ban saat beban kendaraan bertambah bisa berdampak fatal, mulai dari konsumsi bahan bakar yang boros hingga risiko pecah ban di jalan tol. Memahami angka tekanan yang tepat akan membuat perjalanan kamu terasa lebih stabil, nyaman, dan tentunya jauh lebih aman hingga sampai di kampung halaman.

1. Alasan teknis mengapa tekanan ban wajib ditambah saat beban berat

ilustrasi memompa ban mobil (vecteezy.com/Panuwat Dangsungnoen)

Ketika kamu mengisi mobil dengan muatan maksimal, dinding samping ban akan menerima beban tekan yang lebih besar dari biasanya. Jika tekanan udara tetap dibiarkan pada angka standar untuk penggunaan harian (kondisi kosong), ban akan terlihat sedikit kempis atau "mendatar" di bagian bawah. Kondisi ini menyebabkan area kontak ban dengan aspal menjadi terlalu lebar, yang secara otomatis meningkatkan gaya gesek dan membuat suhu ban cepat panas.

Penambahan tekanan udara berfungsi untuk menjaga struktur ban agar tetap pada bentuk idealnya meskipun ditekan oleh beban berat. Dengan tekanan yang sesuai rekomendasi beban penuh, distribusi berat kendaraan akan merata ke seluruh tapak ban. Hal ini sangat penting untuk mencegah keausan ban yang tidak rata dan menjaga agar kemudi tetap ringan saat kamu melakukan manuver atau pengereman mendadak di jalur mudik yang padat.

2. Membaca stiker informasi tekanan ban di pilar pintu mobil

ilustrasi cek ban mobil (freepik.com/freepik)

Kamu tidak perlu menebak-nebak berapa angka tambahan yang dibutuhkan, karena setiap pabrikan sudah menyediakan panduan akurat. Cobalah periksa bagian pilar pintu pengemudi atau tutup tangki bahan bakar; di sana terdapat stiker tabel tekanan ban (Tire Placard). Biasanya, tabel tersebut membagi rekomendasi tekanan menjadi dua kondisi: kondisi beban ringan (1-3 penumpang) dan kondisi beban penuh (5-7 penumpang plus bagasi).

Selisih antara beban ringan dan beban penuh ini biasanya berkisar antara 2 hingga 5 PSI. Misalnya, jika tekanan normal harian adalah 32 PSI, pabrikan mungkin menyarankan kamu meningkatkan hingga 35 atau 38 PSI saat mobil digunakan untuk mudik dengan muatan penuh. Mengikuti angka spesifik dari pabrikan jauh lebih aman daripada sekadar mengikuti saran umum di tempat pengisian angin pinggir jalan yang belum tentu sesuai dengan spesifikasi teknis ban kendaraan kamu.

3. Dampak positif terhadap efisiensi bahan bakar dan keselamatan

ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menambah tekanan ban sesuai beban bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga strategi cerdas untuk menghemat pengeluaran mudik. Ban dengan tekanan yang tepat memiliki hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih rendah. Artinya, mesin tidak perlu bekerja ekstra keras untuk memutar roda, sehingga konsumsi bahan bakar atau daya baterai pada mobil listrik milik kamu akan menjadi jauh lebih irit sepanjang perjalanan lintas provinsi.

Dari sisi keselamatan, tekanan ban yang cukup akan mencegah terjadinya fenomena hydroplaning saat melewati jalanan basah atau genangan air. Ban yang terlalu lembek saat membawa beban berat sangat rentan mengalami kerusakan pada kawat baja di dalamnya karena deformasi yang berlebihan. Dengan memastikan tekanan berada di angka yang pas, kamu telah meminimalkan risiko kecelakaan akibat ban pecah tiba-tiba, yang sering kali dipicu oleh suhu panas ekstrem akibat gesekan berlebih di jalan tol yang panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team