Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hyundai JUMP School Libatkan 100 Mahasiswa di Batch 3

3 min read
Hyundai JUMP School Libatkan 100 Mahasiswa di Batch 3
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) kembali melanjutkan program Hyundai JUMP School Indonesia memasuki tahun ketiga (Dok. Hyundai)
  • Hyundai JUMP School Indonesia memasuki Batch 3 dengan perluasan ke Surabaya melalui kemitraan baru bersama ITS, melengkapi kolaborasi dengan UI dan ITB.

  • Sebanyak 100 mahasiswa relawan dari UI, ITB, dan ITS akan mendampingi siswa di 20 pusat pembelajaran serta sekolah di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

  • Sejak hadir pada 2024, program ini telah melibatkan total 250 mahasiswa dan memberi manfaat kumulatif kepada sekitar 1.400 siswa melalui pendampingan dan mentor profesional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) kembali melanjutkan program Hyundai JUMP School Indonesia memasuki tahun ketiga.

Program yang berfokus pada pendidikan dan mentoring ini memperluas jangkauan ke Surabaya dengan menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai mitra universitas baru.

Perluasan tersebut membuat Hyundai JUMP School kini melibatkan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan ITS.

Pada Batch 3, sebanyak 100 mahasiswa relawan akan mendampingi siswa di 20 pusat pembelajaran dan sekolah yang tersebar di Jakarta, Bandung, serta Surabaya.

  1. 1. Hyundai JUMP School memasuki tahun ketiga

    Kegiatan Hyundai JUMP School batch ketiga yang melibatkan 100 mahasiswa sebagai peserta program pembelajaran.
    Hyundai JUMP School libatkan 100 mahasiswa di batch ketiga (Dok. Hyundai)

    Hyundai JUMP School Indonesia pertama kali diperkenalkan pada September 2024 melalui kolaborasi dengan UI. Program kemudian memasuki Batch 2 pada Oktober 2025 dengan bergabungnya ITB, sekaligus memperluas cakupan dari Jabodetabek ke Bandung.

    Kini, pada Batch 3, ITS bergabung sebagai mitra baru sekaligus membawa program tersebut ke Surabaya untuk pertama kalinya.

    Seremoni yang digelar pada 7 Oktober 2026 juga menandai kelulusan Batch 2, dimulainya Batch 3, serta penandatanganan MoU bersama para mitra.

    “Melalui program ini, kami ingin memberdayakan generasi muda untuk terus belajar, berbagi, dan menginspirasi generasi berikutnya,” ujar President Director PT Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, Rabu (7/10/2026).

  2. 2. Libatkan 100 mahasiswa relawan

    Program Hyundai Sunday digelar sebagai kegiatan akhir pekan untuk memanjakan para konsumen Hyundai setia.
    Program Hyundai Sunday digelar untuk manjakan konsumen (Dok. Hyundai)

    Pada Batch 3, Hyundai JUMP School melibatkan 100 mahasiswa sebagai relawan. Komposisinya terdiri dari 40 mahasiswa UI, 30 mahasiswa ITB, dan 30 mahasiswa ITS.

    Para relawan akan memberikan pendampingan pembelajaran serta dukungan emosional kepada siswa di 20 pusat pembelajaran dan sekolah di tiga kota. Mereka juga mendapatkan bimbingan dari mentor profesional, termasuk karyawan Hyundai dan profesional dari berbagai latar belakang.

    Model tersebut dirancang sebagai pembelajaran dua arah. Siswa memperoleh dukungan dalam proses belajar, sementara mahasiswa relawan mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kepedulian sosial, serta keterampilan praktis lainnya.

    Dengan tambahan 100 mahasiswa pada Batch 3, total mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam Hyundai JUMP School Indonesia sejak awal program mencapai 250 orang.

    Program ini juga secara kumulatif telah memberikan manfaat kepada sekitar 1.400 siswa sejak diperkenalkan di Indonesia pada 2024.

  3. 3. ITS bawa Hyundai JUMP School ke Surabaya

    IMG_2786.jpeg
    Spesifikasi Hyundai Palisade Hybrid (IDN Times/Fadhliansyah)

    Bergabungnya ITS menjadi langkah baru bagi Hyundai JUMP School untuk memperluas ekosistem program di luar Jakarta dan Bandung. Mahasiswa ITS nantinya terlibat langsung dalam kegiatan mentoring dan pembelajaran bersama komunitas di Surabaya.

    “Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kami untuk menerapkan pengetahuan di luar lingkungan universitas, sekaligus mengembangkan empati, kemampuan kepemimpinan, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap komunitas di sekitar mereka,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Nurul Widiastuti.

    Hyundai JUMP School sendiri merupakan program yang pertama kali diperkenalkan di Korea Selatan pada 2013.

    HProgram tersebut kemudian berkembang ke sejumlah negara, termasuk Vietnam dan Indonesia, dengan model mentoring yang menghubungkan siswa sekolah, mahasiswa relawan, dan mentor profesional.

Share Article
Topics
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More