Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Intip Teknologi yang Bikin Jaecoo J7 SHS-P SIVP Bisa Parkir Sendiri
Pengguna dapat meninggalkan mobil sendiri untuk parkir otomatis (Dok. Jaecoo)

Jakarta, IDN Times - Setelah melewati kemacetan di perjalanan, pengemudi mobil biasanya masih harus berkeliling di antara deretan mobil untuk menemukan ruang parkir yang kosong.

Jaecoo mencoba mengubah rutinitas tersebut lewat J7 SHS-P SIVP yang diperkenalkan di GIIAS 2026. Mobil ini membawa teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dengan konsep “Come to You, Park for You”.

Bukan hanya membantu mengarahkan mobil ke ruang parkir, sistem tersebut memungkinkan kendaraan mencari tempat parkir sendiri dan kemudian datang kembali ketika dipanggil pemiliknya. Teknologi ini juga melakukan debut global pertamanya di Indonesia

1. Mobil turun tangan mencari tempat parkir

Jaecoo rilis J7 SHS-P SIVP (Dok. Jaecoo)

Hal menarik dari SIVP adalah proses parkir tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pengemudi. Dalam skenario di pusat perbelanjaan, pengemudi cukup menentukan area parkir yang dituju, kemudian turun dari kendaraan. Setelah itu, J7 SHS-P akan mencari ruang parkir yang tersedia dan melakukan manuver parkir secara mandiri.

Kemampuan tersebut merupakan bagian dari fitur Smart Parking. Jaecoo menjelaskan bahwa SIVP memiliki dua fungsi utama, yakni Smart Parking dan Smart Summon.

Smart Parking bertugas mencari lokasi parkir sekaligus melakukan manuver parkir, sementara Smart Summon memungkinkan kendaraan dipanggil kembali setelah pemilik selesai beraktivitas.

Dengan cara kerja seperti ini, artinya teknologi yang disematkan bukan sekadar mengambil alih gerakan setir saat mobil sudah berada tepat di depan slot parkir. Sistem dirancang untuk membantu menyelesaikan persoalan yang lebih awal, menemukan ruang parkir yang tersedia.

2. Sebanyak 27 sensor membantu mobil membaca lingkungan

Dapat melakukan parkir secara mandiri dan otomatis (Dok. Jaecoo)

Agar bisa bergerak tanpa pengemudi di dalam kabin, J7 SHS-P SIVP membutuhkan kemampuan untuk memahami lingkungan di sekelilingnya. Untuk itu, Jaecoo membekali mobil dengan 27 sensor presisi tinggi.

Konfigurasinya terdiri dari tiga radar gelombang milimeter, 11 kamera, 12 radar ultrasonik, dan satu LiDAR DToF jarak jauh.

Kamera mencakup area depan, sekeliling, panorama, hingga belakang kendaraan. Seluruh perangkat tersebut bekerja membentuk jaringan persepsi 360 derajat di sekitar mobil.

Data dari berbagai sensor kemudian diproses oleh Intelligent Driving Domain Controller. Sistem ini menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan kendaraan, karena data mengenai kondisi di sekitar mobil harus diolah terlebih dahulu sebelum J7 SHS-P melakukan manuver parkir.

Dengan kombinasi tersebut, mobil dapat mengenali lingkungan sekitar dan menjalankan proses parkir secara otomatis. Jadi, kemampuan “parkir sendiri” pada J7 SHS-P bukan berasal dari satu kamera atau sensor tertentu, melainkan dari kerja bersama sejumlah perangkat persepsi kendaraan.

3. Setelah parkir, mobil juga bisa datang menjemput

Jaecoo J7 SHS-P SIVP dirilis di GIIAS 2026 (Dok. Jaecoo)

Teknologi SIVP memiliki satu kemampuan lain yang membuat konsepnya berbeda dari fitur parkir otomatis pada umumnya. Setelah mobil selesai mencari tempat dan terparkir, pemilik tidak harus berjalan kembali ke lokasi tersebut ketika hendak pulang.

Jaecoo menyediakan fitur Smart Summon yang memungkinkan kendaraan dipanggil menggunakan aplikasi yang terintegrasi dengan smartphone.

Setelah perintah diberikan, mobil akan bergerak secara otomatis menuju titik penjemputan yang telah ditentukan.

Namun, teknologi tersebut tetap memiliki ketergantungan terhadap lingkungan pendukungnya. Jaecoo menyatakan akan terus menambah area parkir yang kompatibel dengan SIVP dan memperbaruinya melalui sistem over-the-air (OTA) ke kendaraan konsumen.

Indonesia sendiri menjadi pasar pertama di dunia yang mendapatkan teknologi SIVP. Setelah diperkenalkan melalui J7 SHS-P, teknologi tersebut direncanakan menyusul ke Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan Thailand.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article