Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bongkar Baterai Xiaomi SU7: Ini Beda Sel BYD dan CATL

Bongkar Baterai Xiaomi SU7: Ini Beda Sel BYD dan CATL
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
  • Pembongkaran independen pada Xiaomi SU7 Standard Edition membandingkan sel CATL Shenxing LFP dan FinDreams BYD, yang sama-sama berkapasitas 186,7 Ah tetapi memiliki dimensi serta bobot berbeda.
  • Sel CATL berbobot 3,4 kg mencatat kepadatan energi 175,7 Wh/kg dan 369 Wh/liter, lebih rendah dibanding sel blade FinDreams 3,2 kg dengan 186,7 Wh/kg dan 389,8 Wh/liter.
  • CATL memakai empat jelly roll dalam casing aluminium, sedangkan FinDreams menggunakan laminasi; uji paku pada sel CATL utuh memunculkan asap tanpa api atau ledakan, namun hanya melibatkan satu sampel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perbedaan teknologi baterai mobil listrik ternyata tidak hanya terlihat dari kapasitas dan jarak tempuh. Hasil pembongkaran baterai Xiaomi SU7 Standard Edition mengungkap adanya perbedaan konstruksi antara sel baterai CATL dan FinDreams milik BYD, meski keduanya memiliki kapasitas sama, yakni 186,7 Ah.

Seperti dilaporkan CarNewsChina.com, pembongkaran dilakukan teknisi otomotif independen Aichi New Energy sebagai bagian dari proyek 100 Cell Teardown. Hasilnya menunjukkan sel CATL yang digunakan Xiaomi SU7 memiliki bobot lebih berat dan kepadatan energi lebih rendah dibandingkan sel FinDreams dengan kapasitas sama.

  1. 1. Sel CATL lebih berat dengan kepadatan energi berbeda

    Ilustrasi CATL. (catl.com)
    Ilustrasi CATL. (catl.com)

    Dalam pembongkaran tersebut, sel CATL Shenxing LFP memiliki ukuran 213 x 80 x 95 mm dengan bobot 3,4 kg. Sementara itu, sel FinDreams dari BYD berbentuk blade memiliki panjang 620 mm, lebar 24 mm, tinggi 103 mm, dan bobot sekitar 3,2 kg.

    Berdasarkan pengukuran, sel CATL menghasilkan kepadatan energi gravimetrik sekitar 175,7 Wh/kg. Angka tersebut lebih rendah 6,3 persen dibandingkan sel FinDreams yang mencapai 186,7 Wh/kg. Kepadatan energi volumetriknya juga berbeda, masing-masing 369 Wh/liter untuk CATL dan 389,8 Wh/liter untuk FinDreams.

  2. 2. Konstruksi internal keduanya cukup berbeda

    teknologi mobil listrik CATL (catl.com)
    teknologi mobil listrik CATL (catl.com)

    Pembongkaran menunjukkan sel CATL menggunakan empat inti gulungan atau jelly roll yang ditempatkan dalam satu casing aluminium keras. Keempat inti tersebut tersusun berpasangan dan dilengkapi baki isolasi di bagian bawah. Desain ini berbeda dengan sel blade FinDreams yang menggunakan metode laminasi atau stacking.

    Pada sel CATL, terminal dan katup pelepas tekanan terintegrasi di bagian penutup atas. Teknisi juga menemukan penggunaan aluminium foil dengan ketebalan lebih dari 20 mikrometer pada kolektor positif dan foil tembaga 11 mikrometer pada kolektor negatif. Separator yang digunakan memiliki ketebalan sekitar 12 mikrometer dan dilapisi material komposit keramik-polimer pada kedua sisinya.

  3. 3. Uji ekstrem menunjukkan respons berbeda

    Sasis CIIC milik CATL (CATL)
    Sasis CIIC milik CATL (CATL)

    Dalam pengujian yang dilakukan di bengkel, sel CATL dalam kondisi penuh ditusuk menggunakan lebih dari 20 paku baja. Tegangan sel tercatat 3,392 volt ketika pengujian berlangsung. Sel kemudian mengalami pelepasan energi listrik dan mengeluarkan asap, tetapi tidak terlihat api terbuka maupun ledakan selama pengujian tersebut.

    Pada tahap berikutnya, casing aluminium dibuka dan lapisan internal sel dipisahkan secara paksa. Material internal kemudian terbakar. Namun, CarNewsChina.com menegaskan bahwa kedua kejadian tersebut berlangsung dalam kondisi berbeda. Uji paku dilakukan pada sel yang masih utuh, sedangkan kebakaran terjadi saat struktur internal sengaja dibongkar.

    Hasil tersebut juga tidak bisa langsung dijadikan ukuran keamanan seluruh baterai Xiaomi SU7 atau baterai CATL secara umum. Pengujian dilakukan terhadap satu sampel sel dan bukan pengujian laboratorium resmi berdasarkan standar keselamatan baterai kendaraan listrik.

    Pembongkaran ini tetap menarik karena memperlihatkan bagaimana dua sel berkapasitas sama dapat memiliki bobot, dimensi, kepadatan energi, serta konstruksi internal yang berbeda. Namun, performa satu sel tidak otomatis menggambarkan kemampuan seluruh battery pack, termasuk aspek keselamatan, ketahanan tabrakan, dan pencegahan thermal propagation.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More