Berkendara di dalam kondisi cuaca buruk seperti kabut tebal memerlukan kewaspadaan dan konsentrasi yang sangat tinggi. Jarak pandang yang terbatas sering kali membuat para pengemudi merasa panik dan reflek mencari cara agar kendaraan mereka tetap terlihat oleh pengguna jalan lain. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah menyalakan lampu hazard dengan harapan bisa memberikan tanda bahaya.
Meskipun niatnya baik, menyalakan lampu hazard di tengah kabut tebal justru merupakan sebuah kesalahan besar yang membahayakan keselamatan. Lampu isyarat yang berkedip bersamaan ini dirancang khusus untuk kondisi darurat ketika kendaraan berhenti, bukan saat berjalan. Penggunaan yang keliru ini bisa menciptakan miskomunikasi fatal di jalan raya yang memicu kecelakaan beruntun.
