Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jarak Tangan ke Setir Ternyata Pengaruhi Kenyamanan Berkendara

2 min read
Jarak Tangan ke Setir Ternyata Pengaruhi Kenyamanan Berkendara
Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir (freepik.com/freepik)
  • Jarak tangan ke setir memengaruhi posisi bahu, siku, punggung, serta kenyamanan dan respons tubuh saat mengendalikan mobil.
  • Setir terlalu jauh membuat lengan dan bahu cepat lelah, sedangkan setir terlalu dekat membatasi gerak tangan, membuat bahu kaku, serta perlu diperhatikan terkait airbag.
  • Posisi ideal dicapai setelah kursi diatur: siku sedikit menekuk, bahu rileks, punggung tetap bersandar, dan setir dijangkau tanpa menarik tubuh ke depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Posisi tangan di setir sering dianggap sebagai hal sepele selama mobil masih bisa dikendalikan. Padahal, jarak tangan terhadap setir ikut menentukan posisi bahu, siku, punggung, hingga cara tubuh merespons gerakan mobil.

Jika posisi setir terlalu jauh atau terlalu dekat, pengemudi bisa lebih cepat merasa pegal. Dalam perjalanan panjang, posisi yang kurang tepat juga dapat membuat gerakan mengendalikan kendaraan terasa kurang natural.

  1. 1. Setir terlalu jauh bikin bahu cepat lelah

    Ilustrasi setir mobil yang bergetar saat melaju kencang
    Ilustrasi setir mobil yang bergetar saat melaju kencang (freepik.com/freepik)

    Ketika setir berada terlalu jauh, pengemudi cenderung harus meluruskan kedua tangan lebih panjang untuk mencapai lingkar kemudi. Posisi ini membuat bahu dan lengan bekerja dalam keadaan yang kurang rileks, terutama ketika harus mempertahankan kendali selama perjalanan panjang.

    Selain itu, punggung bisa ikut tertarik ke depan tanpa disadari. Pengemudi kemudian berpotensi duduk terlalu dekat dengan ujung jok atau kehilangan dukungan optimal dari sandaran punggung. Dalam kondisi lalu lintas padat yang membutuhkan banyak koreksi arah, rasa lelah tersebut bisa semakin cepat muncul.

  2. 2. Setir terlalu dekat juga tidak ideal

    apa itu setir teleskopik, fungsi, dan bedanya dengan tilt steering
    ilustrasi setir teleskopik pada mobil (freepik.com/pvproduction)

    Sebaliknya, posisi setir yang terlalu dekat membuat siku terlalu menekuk. Ruang gerak tangan menjadi lebih terbatas ketika harus memutar setir, terutama saat melakukan manuver dengan sudut yang cukup besar. Posisi tersebut juga bisa membuat bahu terasa kaku karena tangan terus berada dalam posisi terangkat.

    Jarak yang terlalu dekat juga perlu diperhatikan karena berkaitan dengan sistem keselamatan kendaraan. Airbag pada setir dirancang untuk bekerja bersama posisi duduk dan jarak tubuh tertentu. Karena itu, setir sebaiknya tidak ditempatkan terlalu dekat hanya demi mendapatkan posisi tangan yang terasa nyaman.

  3. 3. Cari posisi dengan siku tetap rileks

    ilustrasi setir mobil
    ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Reed Geiger)

    Posisi yang ideal adalah ketika tangan dapat menjangkau setir tanpa harus menarik bahu ke depan atau meluruskan siku sepenuhnya. Setelah posisi kursi diatur untuk mendapatkan jarak yang tepat dari pedal, sandaran punggung, dan posisi kepala, setir dapat disesuaikan melalui fitur tilt atau telescopic jika tersedia.

    Salah satu patokannya adalah siku tetap memiliki sedikit tekukan ketika tangan memegang setir. Bahu juga sebaiknya tetap rileks dan punggung tidak perlu terlepas dari sandaran ketika memegang kemudi. Dengan posisi tersebut, tangan memiliki ruang gerak yang cukup sekaligus membuat tubuh lebih stabil. Penyesuaian kecil pada jarak setir mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa memberikan perbedaan besar terhadap kenyamanan saat berkendara dalam waktu lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More