Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kabin Ferrari Luce EV Tanpa Plastik, Revolusi Desain Kuda Jingkrak!
Ferrari Luce (ferrari.com)
  • Ferrari menggandeng studio desain LoveFrom yang dipimpin Jony Ive dan Marc Newson untuk menciptakan interior revolusioner bagi mobil listrik pertamanya, Ferrari Luce.
  • Kabin Ferrari Luce sepenuhnya bebas plastik, menggantinya dengan material premium seperti kaca, aluminium, dan kulit untuk menghadirkan kesan mewah serta artistik.
  • Ferrari bekerja sama dengan Corning menggunakan Gorilla Glass bertekstur guna mengurangi beban kognitif pengemudi dan meningkatkan keselamatan saat berkendara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ferrari bikin mobil baru yang pakai listrik namanya Luce. Mobil ini beda karena di dalamnya tidak ada plastik sama sekali. Orang-orang pintar dari Ferrari kerja bareng desainer terkenal yang dulu buat iPhone. Mereka pakai kaca, kulit, dan logam supaya terasa mewah dan aman saat dikendarai. Sekarang mobilnya sedang disiapkan untuk dipakai nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pendekatan Ferrari dalam merancang kabin Luce EV menampilkan keberanian kreatif yang jarang terlihat di industri otomotif. Dengan menggandeng desainer eksternal dan menghapus plastik sepenuhnya, proyek ini menunjukkan komitmen terhadap kemewahan yang berakar pada keaslian material serta perhatian mendalam pada ergonomi dan keselamatan pengemudi melalui integrasi teknologi kaca bertekstur tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Langkah berani diambil oleh pabrikan berlambang kuda jingkrak saat merancang mobil listrik murni pertama mereka, Ferrari Luce. Demi menghadirkan kemewahan sejati, produsen supercar asal Italia ini memutuskan untuk mendobrak tradisi lama industri otomotif global.

Kolaborasi kreatif bersama pihak eksternal melahirkan konsep interior yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Fokus utama dari mahakarya ini terletak pada komitmen radikal untuk menyingkirkan material konvensional dari seluruh jangkauan sentuhan tangan di dalam kabin.

1. Kolaborasi senyap demi melahirkan sebuah perspektif baru

Ferrari Luce (ferrari.com)

Lahirnya konsep kabin yang tidak biasa ini bermula dari keputusan strategis pabrikan untuk menggandeng LoveFrom, studio desain industri eksternal yang digawangi oleh mantan perancang iPhone, Sir Jony Ive dan Marc Newson. Berdasarkan laporan dari situs otomotif Australia, drive.com, tim desainer ini sempat bekerja dalam isolasi total atau "radio silence" selama enam bulan di San Francisco sebelum akhirnya membawa puluhan sketsa konsep ke Maranello.

Keterlibatan desainer gawai ini sengaja dilakukan untuk menantang asumsi lama yang sering kali dianggap lumrah oleh tim internal. CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menegaskan, “Jika bekerja dengan orang yang sama, jika selalu bekerja di tempat yang sama, hanya ada satu hal yang kami katakan: sudut pandang akan menyempit.”

2. Komitmen mutlak kabin bebas plastik dari segala sudut sentuhan

Ferrari Luce (ferrari.com)

Melalui pendekatan bahasa desain teknologi yang baru, tim desainer memperlakukan setiap komponen di dalam kabin layaknya sebuah produk mandiri bernilai seni tinggi yang layak dipajang. Konsekuensi dari prinsip ini adalah hilangnya material plastik sama sekali dari area interior. Manajer Desain Infotainment Ferrari, Salvatore Soscia, menjelaskan secara langsung, “Semua yang Anda sentuh adalah kaca atau aluminium atau kulit.

Tidak ada plastik.” Semua elemen interaksi intim pengemudi digantikan oleh kombinasi material premium bertekstur tinggi. Bahkan untuk komponen fungsional seperti tuas kendali transmisi, tombol pada roda kemudi, hingga kenop pengatur volume suara pada panel tengah, semuanya dibuat menggunakan perpaduan aluminium anodisasi dan kaca bertekstur khusus.

3. Integrasi teknologi kaca canggih untuk meminimalkan beban kognitif

Ferrari Luce (ferrari.com)

Sebagai pengganti material plastik yang fleksibel, pabrikan berkolaborasi erat dengan produsen Corning untuk menerapkan penggunaan Gorilla Glass di dalam kabin kendaraan secara massal untuk pertama kalinya di dunia. Menariknya, pemilihan material kaca bertekstur dan tombol fisik ini bukan sekadar untuk mengejar estetika gawai mewah, melainkan sebuah keputusan ergonomis yang didasarkan pada riset mendalam.

Tim desainer secara khusus mempelajari beban kognitif berbahaya yang dialami pengemudi saat berinteraksi dengan layar sentuh datar di jalan raya. Melalui permukaan kaca yang memiliki sifat taktil atau tekstur berbeda, pengemudi dapat dengan mudah mengidentifikasi fungsi kontrol tanpa perlu memalingkan mata dari aspal demi menjaga keselamatan berkendara pada kecepatan tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article