Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Kabin Mobil Bergetar Hebat Saat Posisi Tuas Transmisi di D?
ilustrasi menggunakan transmisi mobil (pexels.com/Mateusz Dach)
  • Getaran hebat di kabin saat tuas transmisi di D bisa disebabkan oleh masalah mekanis, terutama kegagalan pembakaran atau kerusakan pada karet penahan mesin (engine mounting).
  • Engine mounting rusak menimbulkan getaran konstan dan keras tanpa perubahan putaran mesin, sedangkan mesin pincang menghasilkan getaran tidak beraturan dengan jarum takometer naik turun.
  • Pengecekan visual dapat dilakukan dengan mengamati pergerakan blok mesin; jika menjungkit ekstrem atau ada rembesan oli, engine mounting perlu segera diganti di bengkel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Mobil bisa goyang kuat waktu tuasnya di huruf D. Kadang getarnya terasa sampai kursi dan setir. Itu bisa karena karet penahan mesin rusak atau mesin mobilnya pincang. Kalau karetnya pecah, besi jadi saling gesek dan bikin getar terus. Kalau mesinnya pincang, suaranya aneh dan mobil lemah. Sekarang orang bisa cek di bengkel supaya diganti bagian yang rusak biar mobil tenang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sensasi guncangan yang merambat hingga ke roda kemudi dan jok kursi saat mobil berhenti di lampu merah dengan posisi tuas transmisi di d tentu sangat mengganggu kenyamanan. Getaran ini sering kali terasa semakin merosot ke dalam kabin ketika pedal rem diinjak secara mendalam demi menahan laju kendaraan.

Kondisi tidak menyenangkan tersebut merupakan indikasi kuat adanya masalah pada sektor mekanis di bawah kap mesin. Masalah ini umumnya mengerucut pada dua kemungkinan utama, yaitu terjadinya kegagalan pembakaran atau rusaknya komponen karet penahan mesin yang dikenal sebagai engine mounting.

1. Karakteristik guncangan struktural akibat karet penahan mesin yang pecah

Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Komponen engine mounting memiliki fungsi vital sebagai jembatan elastis yang mengikat blok mesin dengan sasis atau rangka bodi kendaraan. Di dalam komponen ini terdapat material karet tebal yang dirancang khusus untuk meredam gelombang getaran alami dari putaran poros engkol mesin. Seiring dengan durasi pemakaian yang tinggi, karet peredam ini lambat laun akan mengeras, retak, hingga mengalami pecah total akibat beban puntir yang berat.

Ketika karet penahan tersebut sudah robek, besi dudukan mesin akan langsung menempel dan bergesekan dengan besi sasis kendaraan tanpa adanya sekat peredam. Karakteristik getaran yang dihasilkan sangat bersifat struktural, konstan, dan terasa semakin mengeras ketika transmisi masuk ke posisi d karena adanya beban puntir balik dari roda. Meskipun kabin bergetar hebat seperti gempa kecil, jarum putaran mesin pada panel instrumen dasbor terpantau tetap diam stabil tanpa adanya fluktuasi naik turun.

2. Perbedaan pola getaran pada mesin pincang akibat gangguan proses pembakaran

ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Kondisi yang sangat berbeda akan dirasakan apabila getaran hebat pada kabin tersebut bersumber dari masalah internal mesin yang pincang atau misfire. Masalah mesin pincang terjadi karena adanya salah satu silinder yang gagal meledakkan campuran bahan bakar akibat busi mati atau pasokan bensin mampat. Karakteristik getaran dari mesin pincang ini memiliki pola yang tidak beraturan, tersendat-sendat, dan sering kali disertai dengan suara dentuman knalpot yang pincang.

Perbedaan paling mencolok dapat dilihat pada jarum indikator putaran mesin atau takometer yang akan tampak bergerak naik turun secara tidak stabil. Mesin terasa seperti kehilangan tenaga dan seolah-olah hendak mati saat mobil mulai dijalankan secara perlahan dari posisi diam. Selain itu, getaran akibat mesin pincang ini biasanya tidak hanya terasa saat posisi transmisi d saja, melainkan tetap muncul dengan intensitas yang sama saat tuas digeser ke posisi netral.

3. Metode pengecekan visual secara mandiri dan solusi perbaikan di bengkel

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)

Langkah pemastian untuk membedakan kedua jenis masalah ini dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan visual secara langsung di area ruang mesin. Pengendara dapat meminta bantuan orang lain untuk memindahkan tuas transmisi dari posisi netral ke posisi d sambil menginjak rem secara kuat di tempat aman. Jika blok mesin terlihat bergerak atau menjungkit secara ekstrem hingga beberapa sentimeter saat tuas digeser, hal itu menjadi bukti mutlak bahwa engine mounting sudah putus.

Pengecekan fisik juga bisa diperjelas dengan melihat adanya rembesan cairan oli di sekitar area karet penahan untuk mobil yang menggunakan jenis hydraulic mounting. Jika karet terlihat sudah ambles atau pecah, maka solusi satu-satunya yang harus ditempuh adalah melakukan penggantian unit komponen baru di bengkel kepercayaan. Peremajaan karet penahan mesin yang rusak secara tepat waktu akan mengembalikan keheningan kabin dan mencegah kerusakan pada komponen sambungan knalpot serta as roda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article