Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Munculnya Suara Tek-Tek-Tek yang Seirama Putaran Mesin Mobil

Penyebab Munculnya Suara Tek-Tek-Tek yang Seirama Putaran Mesin Mobil
ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Suara ketukan 'tek-tek-tek' yang mengikuti putaran mesin menandakan adanya celah atau gesekan tidak normal antar komponen logam di ruang mesin.
  • Celah katup yang terlalu longgar menjadi penyebab umum munculnya suara ketukan karena pelatuk katup memukul batang katup dengan keras akibat keausan komponen.
  • Masalah tekanan oli hidrolis atau keausan pada pin piston dan bantalan poros engkol juga dapat memicu bunyi ketukan serius yang berpotensi menyebabkan kerusakan fatal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Suara mekanis yang halus dan konstan merupakan indikator bahwa komponen di dalam ruang mesin sedang bekerja dengan harmonis. Sebaliknya, kemunculan suara asing seperti ketukan "tek-tek-tek" yang ritmenya berubah mengikuti naik turunnya putaran mesin adalah pertanda adanya ketidakberesan. Suara ini biasanya terdengar semakin cepat saat pedal gas diinjak dan melambat ketika mesin kembali ke posisi stasioner. Mengabaikan gejala bunyi ketukan ini sangat tidak disarankan, karena suara tersebut umumnya bersumber dari gesekan atau celah longgar antar-komponen logam yang bergerak aktif di dalam jantung mekanis kendaraan.

dengan keras. Suara yang dihasilkan akan sangat presisi mengikuti ritme putaran mesin dan bisa berujung pada kerusakan fatal jika komponen tersebut sampai patah.

1. Celah katup mesin yang terlalu longgar

Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Penyebab paling umum dari munculnya suara ketukan seirama putaran mesin adalah melonggarnya celah katup atau klep (valve clearance). Katup berfungsi sebagai pintu keluar masuknya bahan bakar dan gas buang di ruang bakar yang digerakkan oleh poros nok (camshaft). Seiring dengan usia pakai kendaraan, gesekan yang terjadi terus-menerus dapat mengikis ujung batang katup atau komponen pengatur celahnya. Ketika celah ini menjadi terlalu lebar dari spesifikasi standar pabrikan, pelatuk katup (rocker arm) akan memukul ujung batang katup dengan momentum yang terlalu kuat, bukan menekannya dengan halus. Pukulan logam yang berulang-ulang inilah yang memicu suara ketukan konstan di bagian atas mesin.

2. Kegagalan fungsi pengatur tekanan oli hidrolis

Illustrasi memeriksa komponen mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)
Illustrasi memeriksa komponen mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Pada kendaraan modern yang sudah menggunakan teknologi pengatur celah katup otomatis atau komponen pelumas rantai keteng hidrolis (hydraulic lash adjuster), suara ketukan bisa bersumber dari masalah tekanan oli. Komponen ini sangat bergantung pada pasokan dan tekanan oli mesin yang stabil untuk mengisi ruang hidrolis kecil di dalamnya agar celah komponen tetap rapat. Jika kendaraan sering terlambat ganti oli, saluran mikro di dalam pengatur hidrolis ini bisa tersumbat oleh endapan kotoran atau lumpur oli. Akibatnya, komponen tidak mendapat tekanan cair yang cukup untuk mengembang, menyisakan celah longgar yang menciptakan ketukan mekanis setiap kali mesin berputar.

3. Keausan pada komponen pin piston dan bantalan poros engkol

mesin mobil (pexels.com/Derwin Edwards)
mesin mobil (pexels.com/Derwin Edwards)

Jika suara ketukan terdengar agak berat dan berasal dari bagian tengah atau bawah blok silinder, masalahnya bisa jauh lebih serius, yaitu keausan pada pin piston (gudgeon pin) atau bantalan poros engkol (bearing conrod). Komponen-komponen ini berfungsi menyalurkan tenaga ledakan dari ruang bakar menuju roda penggerak. Ketika lapisan bantalan sudah aus atau mengikis akibat minimnya pelumasan, stang piston akan memiliki ruang gerak vertikal yang longgar. Setiap kali piston bergerak naik turun melakukan proses kompresi dan pembuangan, kelonggaran ini membuat logam saling bertumbukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More