Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kesalahan Berkendara di Kemacetan yang Membuat BBM Cepat Habis

5 Kesalahan Berkendara di Kemacetan yang Membuat BBM Cepat Habis
ilustrasi jalan tol macet (pexels.com/luigi alvarez)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kemacetan membuat konsumsi BBM meningkat karena kebiasaan berkendara yang kurang efisien, seperti sering menginjak gas dan rem secara mendadak.
  • Membiarkan mesin menyala lama saat berhenti dan penggunaan AC terlalu dingin memperbesar beban kerja mesin sehingga bahan bakar cepat habis.
  • Beban kendaraan berlebih serta tekanan angin ban tidak sesuai turut meningkatkan hambatan dan tenaga mesin, menyebabkan boros BBM di kemacetan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kemacetan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan pengendara di kota-kota besar. Banyak orang mengira konsumsi bahan bakar hanya dipengaruhi oleh kondisi mesin atau kualitas BBM yang digunakan. Padahal, kebiasaan saat menghadapi lalu lintas padat juga memiliki peran besar terhadap boros atau tidaknya penggunaan bahan bakar.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele justru membuat konsumsi BBM meningkat secara signifikan ketika kendaraan terjebak kemacetan. Akibatnya, pengeluaran untuk bahan bakar menjadi lebih besar meski jarak tempuh yang dilalui relatif pendek. Supaya penggunaan BBM lebih efisien dan dompet tetap aman, yuk kenali berbagai kesalahan yang sering terjadi saat berkendara di tengah kemacetan.

1. Terlalu sering menginjak pedal gas dan rem

ilustrasi pedal gas mobil
ilustrasi pedal gas mobil (pexels.com/Mikhail Nilov)

Banyak pengendara memiliki kebiasaan bergerak maju beberapa meter lalu langsung mengerem secara mendadak saat berada di kemacetan. Pola berkendara seperti ini membuat mesin harus bekerja lebih keras karena terus mengalami perubahan kecepatan dalam waktu singkat. Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih tinggi dibanding berkendara dengan ritme yang lebih stabil.

Selain membuat BBM lebih cepat habis, kebiasaan tersebut juga meningkatkan keausan pada komponen kendaraan seperti rem dan ban. Kendaraan yang bergerak secara halus biasanya mampu memanfaatkan bahan bakar dengan lebih efisien dibanding kendaraan yang terus berakselerasi dan berhenti mendadak. Karena itu, menjaga jarak aman dan mengikuti arus lalu lintas secara tenang menjadi pilihan yang lebih bijak.

2. Membiarkan mesin menyala terlalu lama saat berhenti

ilustrasi mengemudi mobil dengan kaca terbuka
ilustrasi mengemudi mobil dengan kaca terbuka (pexels.com/Atlantic Ambience)

Sebagian pengendara memilih tetap menyalakan mesin ketika kendaraan berhenti cukup lama di tengah kemacetan. Mereka beranggapan bahwa mematikan mesin justru akan membuat kendaraan lebih boros saat dinyalakan kembali. Padahal, pada kondisi tertentu, membiarkan mesin menyala tanpa bergerak tetap mengonsumsi bahan bakar secara terus-menerus.

Kebiasaan ini semakin terasa dampaknya ketika kemacetan berlangsung dalam waktu panjang. Mesin tetap membakar bahan bakar meski kendaraan tidak berpindah tempat sama sekali. Jika situasi memungkinkan dan waktu berhenti cukup lama, memanfaatkan fitur idle stop system atau mematikan mesin sesaat dapat membantu menghemat penggunaan BBM.

3. Menggunakan AC terlalu rendah secara berlebihan

ilustrasi AC mobil
ilustrasi AC mobil (pexels.com/Erik Mclean)

AC memang memberikan kenyamanan saat berkendara di tengah cuaca panas dan kemacetan yang melelahkan. Namun, penggunaan AC pada tingkat paling rendah secara terus-menerus membuat beban kerja mesin meningkat. Semakin besar kerja kompresor AC, semakin banyak energi yang dibutuhkan kendaraan.

Pada kendaraan bermesin konvensional, kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap konsumsi bahan bakar. Apalagi jika jumlah penumpang sedikit dan suhu kabin sebenarnya masih cukup nyaman. Mengatur suhu AC secara wajar dapat membantu menjaga keseimbangan antara kenyamanan berkendara dan efisiensi penggunaan BBM.

4. Membawa beban kendaraan yang berlebihan

ilustrasi beban mobil
ilustrasi beban mobil (pexels.com/Karola G)

Banyak orang lupa bahwa berat kendaraan memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar. Barang-barang yang terus tersimpan di bagasi tanpa keperluan jelas akan menambah beban yang harus digerakkan oleh mesin. Semakin berat kendaraan, semakin besar pula energi yang dibutuhkan untuk bergerak.

Dampaknya mungkin tidak langsung terasa dalam perjalanan singkat, tetapi akan terlihat dalam penggunaan jangka panjang. Mesin harus bekerja lebih keras setiap kali kendaraan mulai bergerak dari posisi diam, terutama saat menghadapi kemacetan. Karena itu, mengurangi barang yang tidak diperlukan dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

5. Membiarkan tekanan angin ban tidak sesuai

ilustrasi mengecek ban mobil
ilustrasi mengecek ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tekanan angin ban sering dianggap sebagai hal kecil yang jarang mendapat perhatian. Padahal, ban yang kekurangan tekanan udara menciptakan hambatan gulir yang lebih besar saat kendaraan bergerak. Kondisi ini membuat mesin membutuhkan tenaga tambahan untuk mempertahankan pergerakan kendaraan.

Ketika kendaraan berada dalam kemacetan, efek tersebut menjadi semakin terasa karena proses berhenti dan berjalan terjadi berulang kali. Konsumsi BBM pun dapat meningkat tanpa disadari hanya karena tekanan ban tidak berada pada angka yang direkomendasikan. Pemeriksaan tekanan ban secara rutin menjadi langkah sederhana yang mampu membantu menjaga efisiensi kendaraan.

Kemacetan memang sulit dihindari, tetapi kebiasaan berkendara yang tepat dapat membantu mengurangi pemborosan bahan bakar. Beberapa kesalahan kecil yang sering dianggap sepele ternyata memiliki dampak besar terhadap konsumsi BBM sehari-hari. Dengan menerapkan pola berkendara yang lebih efisien, perjalanan tetap nyaman sekaligus lebih ramah bagi pengeluaran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More